Wisata Danau Lau Kawar

DANAU LAU KAWAR

tempatwisatadisumatera.web.id – Danau Lau kawar berada di dekat gunung sinabung, berjarak sekitar 3 jam perjalanan jika dari kota medan, anda akan ditemani dengan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Apakah Anda pernah menikmati Indahnya Danau Lau Kawar Di Kaki Gunung Sinabung? Orang yang berwisata ke wilayah Sumatera Utara, sering menjadikan Danau Toba yang populer sebagai destinasi liburan. Tapi, apabila Anda ingin merasakan pengalaman lainnya yang tak kalah seru cobalah berkunjung ke Danau Lau Kawar yang berada di Kabupaten Karo – Sumatera Utara. Untuk dapat mencapai Danau Lau Kawar ini, Anda bisa menempuh selama 3 jam dari kota Medan menuju ke Berastagi.

Selama perjalanan untuk menuju Danau Lau Kawar ini, Anda akan
ditemani dengan pemandangan indah alam Gunung Sinabung dan juga hamparan perkebunan sayur milik masyarakat sekitar yang berada di sekitar kaki gunung. Apabila Anda beruntung, Anda dapat melihat Gunung Sinabung di saat tidak tertutup oleh kabut. Jalan menuju ke Danau sebagian besarnya sudah beraspal. Jalan tanah akan mulai Anda temukan pada saat sudah mendekati wilayah Danau. Jangan khawatir, karena jalan tersebut masih dapat Anda lalui dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Baca juga : Wisata Pintar Rahmatsyah International Wildlife Museum

Udara yang sejuk menyambut pengunjung pada saat menjejakkan kaki di sekitar. Maklum saja, karena danau tersebutterletak persis di wilayah bawah kaki Gunung Sinabung. Airnya yang tampak tenang berpadu dengan rimbun pepohonan yang hijau akan memanjakan mata para pengunjung dan membuatnya betah berlama-lama berwisata di sana. Anda juga bisa duduk di dalam sebuah pendopo yang terdapat persis di bagian pinggir danau untuk dapat bersantai. Di kawasan danau juga terdapat area untuk berkemah bagi para wisatawan yang ingin untuk bermalam di tepi danau. Menurut masyarakat sekitar, ada legenda yang identik dengan Danau Lau Kawar. Dulu ada 2 orang yang bernama Sinabung & Sibayak. Mereka berdua tidak pernah akur serta selalu saja bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat ibu mereka sedih dan menangis dan air mata berlinang kemudian berkumpul dan terbentuklah danau indah ini.

Mitos lainnya juga berkembang, misalnya yang mengatakan bahwa danau tersebut merupakan air mata akibat tangisan seorang ibu yang telah dilupakan keluarganya yang saat itu sedang berpesta. Sedangkan dia sendiri ditinggalkan hingga kelaparan. Baca juga: Daftar Destinasi Wisata Menarik Di Medan

Sayangnya mitos tersebut seperti menjadi suatu kenyataan setelah danau tersebut belum lama ini menjadi salah satu dari kawasan yang terdampak oleh erupsi Gunung Sinabung. Letusan dari Gunung Sinabung sendiri pertama kali
terjadi di tahun 2010. Akibatnya hingga saat ini danau tersebut seperti dilupakan begitu saja. Ada beberapa bagian pendoponya ada yang sudah rusak & tidak diperbaiki. Rumput di sekitar danau tumbuh dengan subur tapi tidak ditata dengan rapii. Tidak ada lagi seorang pun penjaga di pintu masuk. Oleh sebab itu tidak heran apabila sekarang danau tersebut sepi pengunjung. Hanya sesekali saja warga sekitar datang untuk memancing di danau itu.

Sebelum terjadinya erupsi besar terjadi di tahun 010 silam. Indahnya Danau Lau Kawar Di Kaki Gunung Sinabung ini menjadi favorit warga sekitar sekaligus jadi titik awal para pendaki dan pecinta alam yang ingin menuju ke puncak Gunung Sinabung. Sekarang di tengah keheningan & ketetenangan airnya, danau ini bagaikan sebuah ‘tangis’ pilu yang penuh kesepian. Semoga saja pemerintah setempat segera menata kembali danau ini agar keindahan alamnya bisa kembali dinikmati para wisatawan.

Related posts