Lubuk Indah (Tebing Tinggi)

Lubuk Indah (Tebing Tinggi)

Tempatwisatadisumatera.web.id – Jika Anda berada di kota Tebing Tinggi atau dalam perjalanan melalui kota Tebing Tinggi dengan anak-anak Anda, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk berhenti di Lubuk Indah, yang menawarkan tempat bagi anak-anak untuk pulih, dan tidak jauh dari kota.

Tempat ini menawarkan berbagai sarana bermain untuk anak dan letaknya berada di pinggir jalan raya, sehingga membuat banyak orang menyempatkan singgah di Lubuk Indah ini jika pengunjung hanya ingin sekedar masuk, tidak akan di kenakan biaya. Namun jika ingin menggunakan wahana baru akan di kenakan biaya tiket.

Letaknya berasa di jalan Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu, kota Tebing Tinggi. Lokasinya berada di pinggir jalan lintas Tebing Tinggi – Pematang Siantar. Jika dari pusat kota hanya berjarak 3 kilometer saja. Di dalam Lubuk Indah ini terdapat fasilitas bermain seperti kolam renang dan sepeda air, dan terdapat juga area memancing bila tak ingin berenang. Di lokasi ini juga banyak penjual makanan dan minuman jadi pengunjung tak usah bingung soal urusan perut.

Merayakan Hari Raya Idul Fitri, antusias masyarakat cukup tinggi berlibur dan menikmati fasilitas di kolam renang Lubuk Indah di Jalan Gatot Subroto KM 3 Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi.

Baca juga : Istana Negeri Padang (Tebing Tinggi)

Tampak pada Sabtu (16/6), masyarakat Kota Tebing Tinggi dan ada juga dari luar daerah, ramai di kolam renang yang memiliki air yang jernijh itu.

Fasilitas pemondokan, sewa tikar dan sewa ban cukup murah, begitu juga dengan harga menu makanan yang dijajakan pengelola kolam renang.

Ir.Yunan Napitupulu, penggelola kolam renang mengatakan kebutuhan masyarakat di kolam yang dikelolanya terpenuhi dengan harga terjangkau.

Selain menikmati dua kolam renang berbeda, ada juga kolam pemancingan, pemondokan serta ada lokasi untul berfhoto keluarga.

Gerhard, salah seorang pengunjung mengatakan kolam renang Lubuk Indah menjawab kebutuhan yang dinantikan masyarakat, kawula muda, anak-anak dan juga para keluarga.

Istana Negeri Padang (Tebing Tinggi)

Istana Negeri Padang (Tebing Tinggi)

Tempatwisatadisumatera.web.idIstana Negara Padang Warisan Raja XII dari Kerajaan Melayu, Tengku Hasyim, terletak di daerah perumahan di Jalan KF Tandean, Tebing Tinggi. Istana dengan kebanggaan Melayu, warna kuning cerah membuat bangunan tampak megah dibandingkan dengan rumah-rumah penduduk sekitarnya.

Siapa sangka istana tersebut usianya lebih dari dua abad, dengan tahun pembangunan 1800 masa kerajaan. Tengku Emil, cucu Raja Tengku Hasyim, menuturkan istana kini dikelola oleh ahli waris Raja Tengku Hasyim.

“Untuk menghidupkan kembali cerita sejarah kejayaan Raja Tengku Hasyim, Mengenalkan kembali sejarah kota tebing, keluarga raja berkomitmen untuk menjadikan istana sebagai museum,” kata Emil.

Menurutnya, walaupun sudah tersebar, barang-barang milik raja masih lengkap dan disimpan aman oleh keluarga.

“Jadi kesepakatan bersama, barang-barang akan kita kumpulkan dan pajang untuk dapat dilihat oleh umum. Ada pedang peninggalan raja, foto-foto keluarga, pakaian raja, hingga peralatan makan dan minum hingga kursi raja juga ada,” jelasnya.

“Bangunan lama masih alami dan tidak diganggu. Karena dibangun untuk tempat tinggal raja alias istana, bangunannya dibuat dari bahan pilihan, sehingga walaupun sudah berabad masih kokoh. Kami hanya merenovasi beberapa seperti lantai, dan jendela. Sisanya masih original,” katanya.

Menurutnya, tanah setengah hektare tersebut, selain bangunan istana juga berdampingan dengan makam para raja dan keturunannya.

Baca juga : Pemandian Batu Nongol (Tebing Tinggi)

“Ada makam raja ke delapan, sembilan, dan sepuluh beserta istri dan anak raja. Kawasan ini terbuka untuk umum yang ingin melayat makam raja,” katanya.

Ada yang unik juga dari penamaan Kerajaan Negeri Padang tersebut, nama negeri padang diambil untuk menggambarkan kondisi kerajaan yang berada di dataran tanah yang serta pepohonan yang rimbun.

“Tapi sekarang sekitaran sudah penuh rumah dan gedung. Bahkan untuk masuk ke gerbang istana harus lewat belakang rumah penduduk, karena istana tidak berada di depan pasar atau jalan,” katanya.

Pertama pendengar nama Istana Negeri Padang, masyarakat bahkan ada yang mengira kawasan tersebut dihuni oleh penduduk bersuku Padang.

Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap sejarah Kota Tebing atau para wisatawan dari luar daerah.

“Itu dia sedang kita sosialisasikan, dimulai dengan pengenalan kepada siswa SD, SMP, SMA dan mahasiswa dari universitas dari dalam dan luar Tebing. Kita membuka pintu untuk penelitian, pembelajaran, atau wisatasan yang wisata sejarah ke Istana Negeri Padang,” katanya.

Istana Negeri Padang di Jalan KF Tandean pertama kali ditempati oleh raja Tengku Haji Muhammad Nurdin, kemudian Raja Tengku Abdurrahman, Raja Tengku Alamsyah, Raja Tengku Ismail dan raja terakhir Raja Tengku Hasyim.

Pemandian Batu Nongol (Tebing Tinggi)

Pemandian Batu Nongol (Tebing Tinggi)

Tempatwisatadisumatera.web.id – Dia baru berusia tiga tahun, tetapi tempat rekreasi ini selalu dibanjiri ribuan pengunjung setiap minggu. Selain aman, alkohol juga terasa nyaman. Sunardi Tolo, 40, sangat tertarik melihat peluang bisnis. Setelah penggalian bisnis C mulai habis, itu mengubahnya menjadi tempat untuk pemandian alami. Tanpa menyusut, Sunardi, yang akrab disapa Selik, membeli area seluas 6 hektar dan menghabiskan Rp. 1.500 juta untuk mengatur arena rekreasi.

Jadilah ”Pemandian Alam Batu Nongol” di desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis Sergai, seperti saat ini: dikunjungi ribuan orang. ”Saya memang terobsesi untuk menjadikan tempat masa kecil saya ini menjadi objek rekreasi,” kata Sunardi yang didampingi Sumantri, penanggungjawab Pemandian Batu Nongol. Dari penataan yang apik terlihat deretan pondok peristirahatan yang bersusun rapi di pinggiran Sungai Padang ini. Ada juga ”molen” (kinciran) dan sejumlah kantin. ”jangan harap disini ada minuman keras, kami larang itu,” katanya. Ia beralasan lokasi wisata ini memang ditujukan kepada keluarga dan ingin menjadikannya tempat yang ”bersih”. Itu sebabnya dilokasi ini belum ada tempat penginapan. ”Ini belum selesai lagi karena baru di tata setengahnya. Kalau nanti ada modal saya akan kembangkan terus untuk mewujudkan lokasi wisata yang lengkap,” ujar Sunardi. Soal tempat penginapan, Sunardi berencana akan menyediakannya tahun depan. Ia mengaku tidak mau terburu-buru karena harus berkonsultasi dengan masyarakat setempat dan alim ulama sehingga tidak menimbulkan image jelek di objek wisata ini.

Baca juga : Museum Kota Tebing Tinggi

Selain tempat penginapan, obsesinya melengkapi tempat itu dengan sarana permainan air seperti sepeda air, tempat luncuran anak-anak dan sarana lainnya. Kemudian di lokasi itu juga akan dibangun kebun binatang. Menariknya dalam mengembangkan lokasi ini, Sunardi melibatkan warga sekitar. Setidaknya ada 100-an warga yang menjadi ”partner” dalam bisnisnya ini. Mereka memperoleh persen hasil dari usaha pemandian ini. ”Saya membangun manajemen terbuka sehingga mereka tahu berapa pemasukannya. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki dan mejaga lokasi ini,” bebernya. Soalnya keamanan pengunjung memang menjadi prioritasnya. Untuk itu sehari-harinya di beberapa titik rawan sungai disiapkan tim SAR. ”Kalau padat pengunjung kita siapkan 10 orang SAR”. Pengunjung yang datang ternyata bukan hanya dari sekitar kota Tebing Tinggi dan Sergai saja tetapi juga dari Pangkalan Brandan bahkan Rantau Perapat. Ramainya pengunjung ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan seperti dengan mendatangkan artis ibukota. ”April lalu Dewi Persik menghibur disini, setidaknya 15 ribu pengunjung yang datang,” aku Sunardi. Pemkab Sergai juga aktif mempromosikan lokasi Batu Nongol diberbagai kegiatan. Sunardi bercerita beberapa waktu setelah ikut berpameran di Jakarta, serombongan warga Jakarta datang ke lokasi tersebut. Mereka hendak menikmati suasana Batu Nongol. ”Mereka pikir ada penginapan disini jadi mereka datang Sabtu sore”, kata Sunardi. Atas hal-hal inilah Sunardi memantapkan tekad untuk menyediakan penginapan pada tahun depan. Kehadiran Pemandian Batu Nongol membuat banyak pilihan berwisata dan berekreasi karena selama ini Sergai lebih dikenal memiliki banyak tempat rekreasi pantai. Untuk melihat foto-foto dari lokasi ini silakan klik content “Sergai Dalam Foto’.

Museum Kota Tebing Tinggi

Museum Kota Tebing Tinggi

Tempatwisatadisumatera.web.id – Museum Kota Tebing Tinggi adalah tempat yang sering digunakan siswa dan siswa untuk mencari tahu dan mendapatkan informasi tentang peninggalan kerajaan yang pernah ada di Tebing Tinggi.

Museum Kota Tebing Tinggi menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah dari berbagai suku yang ada di Tebing Tinggi seperti suku batak, suku batak simalungun, suku jawa dan suku nias. Yang membuat menarik dan penasaran ialah, di dalam Museum Kota Tebing Tinggi terdapat pula benda bersejarah dari kerajan Padang, seperti uang koin lama, tongkat, gerabah dan keris. Serta ada pula telepon peninggalan Belanda yang sampai saat ini masih bisa digunakan.

Untuk lokasinya Museum Kota Tebing Tinggi terletak di jalan Kotamadya, Kota Tebing Tinggi, Propinsi Sumatera Utara. Letaknya ada di kota sehingga mudah di jangkau. Namun sayang belum ada fasilitas yang bisa digunakan pengunjung untuk lebih bisa menikmati tempat ini. Semoga kedepannya pemkot memberikan beberapa fasilitas yang bisa di gunakan/dinikmati pengujung, sehingga pengunjung bisa lebih antusian mengunjungi Museum Kota ini. Museum Kota Tebing Tinggi terletak di jalan Kotamadya, Kota Tebing Tinggi, Propinsi Sumatera Utara.

Baca juga : Tempat Wisata DI Asahan

Koleksi
Terdapat koleksi benda-benda sejarah dari berbagai suku multi etnis yang ada di Tebingtinggi seperti suku nias, suku batak simalungun, batak toba dan suku jawa, ada juga peningalan benda-benda bersejarah milik kerajaan Padang seperti keris, uang koin lama, tongkat, gerabah dan foto-foto peninggalan kerajaan Padang serta telepon lama zaman penjahahan Belanda yang masih bisa dipergunakan.

Selain itu terdapat, tombak pedang baik zaman Belanda maupun Jepang, senjata laras, pistol, pedang China, keris, mandau, guci-guci jaman VOC, radio lama, timbangan, mata uang, bahan kerajinan tangan di zaman Belanda dan aneka ragam lainnya.

Ada koleksi dokumentasi foto-foto perjuangan di Kota Tebingtinggi serta foto bangunan dengan situs sejarahnya lengkap tertera di sana. Misalnya kunjungan Presiden dan wakil Presiden RI pertama ke Tebingtinggi, Gedung juang 45 dan banyak lainnya.

Museum Kota Tebing Tinggi merupakan informasi buat generasi muda pelajar dan mahasiswa untuk datang berkunjung ke Museum Tebingtinggi. Termasuk untuk pelestarian dalam rangka mencari, menggali khasanah peninggalan bersejarah di Kota Tebingtinggi untuk bekal generasi muda di daerah itu.

Tempat Wisata DI Asahan

Tempat Wisata DI Asahan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Danau Teratai adalah salah satu danau yang terletak di desa Terusan Tengah, kabupaten Tinggi Raja, 19 km dari Kota Kisaran. Luas Danau Teratai adalah ± 100 ha, terdiri dari danau, rawa dan hutan bakau. Namun danau yang sudah mulai dikelola sebagai tempat wisata ini masih tergolong kecil. Fasilitas yang ada di Danau Teratai adalah dalam bentuk sepeda air, pengintai dan warung makan.

AIR TERJUN UNONG SISAPA
Air Terjun Unong Sisapa terletak di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ± 52 km dari ibu kota kabupaten. Dari pusat kecamatan lokasi Air Terjun Unong Sisapa berjarak ± 5 km.

AIR TERJUN SIMONANG MONANG
Air Terjun Simonang-monang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, ± 73 km dari kota Kisaran. Aktivitas yang biasa dilakukan pengunjung selain menikmati pemandangan yang indah adalah mandi di sekitar air terjun. Disini sering diadakan kontes pemilihan ratu dan pangeran simonang-monang bagi remaja. Keindahan air terjunnya membuat orang-orang ingin selalu mendatanginya.

AIR TERJUN PONOT
Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, ± 90 km dari Ibu Kota Kabupaten Kisaran. Air Terjun Ponot memiliki pemandangan yang sangat indah dengan ketinggian lebih kurang 250 m dan jatuhan airnya sampai-sampai seperti embun yang menyejukkan. Air terjun ini berasal dari anak Sungai Asahan, dimana air Sungai Asahan ini mengalir menuju Selat Malaka melahirkan Air Terjun Sigura-gura dan Air Terjun Tangga terkadang disebut juga sebagai Air Terjun Sampuran Siharimo yang membangkitkan arus listrik.

Baca juga : Vihara Gunung Timur

BEDENG
Bedeng merupakan suatu lokasi rekreasi di bagian Sungai Asahan, Wisata Bedeng berkembang disebabkan lokasinya yang strategis. Jembatan gantung ini terletak di daerah kilometer, Aek Song-songan. Jembatan ini dijadikan tempat wisata karena dibawah jembatan ini mengalir sungai asahan yang jernih sehingga tak jarang orang-orang datang kemari untuk mandi.

ARUNG JERAM SUNGAI ASAHAN
Setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat, peringkat ketiga jeram terbaik di dunia ditempati Sungai Asahan di Sumatera Utara. Tingkat kesulitan, tantangan, dan keindahan alam yang masih liar menjadi daya tarik tersendiri bagi Para petualang dan penggemar kegiatan luar ruangan.

Sungai Asahan khususnya di sekitar Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, memiliki potensi sebagai objek wisata minat khusus yang ideal. Potensi ini harus terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya para wisatawan mancanegara dan domestik.

PELABUHAN BAGAN ASAHAN
Pelabuhan Bagan Asahan terletak di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Pelabuhan Bagan Asahan adalah pelabuhan kapal yang ada di Kabupaten Asahan, namun sejauh ini masih dipergunakan oleh kapal-kapal nelayan, sedangkan kapal penumpang masih melalui Pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjung Balai. Penduduk sekitar banyak yang memanfaatkan dermaga sebagai tempat rekreasi, sebagai lokasi jalan-jalan sore, melihat sun set atau sun rise. Hal ini dapat di lihat pada gambar di samping. Wilayah Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang ± 58 km menghadap Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

DANAU DI KELURAHAN KISARAN NAGA
Danau ini berada di Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat tepatnya di Jalan Ahmad Yani (Lintas Timur Pulau Sumatera). Sumber air danau ini berasal dari air hujan dan saluran kota.

Di tengah pulau ini terdapat pulau kecil yang membuat danau tersebut menjadi semakin unik. Kondisi danau tersebut saat ini terlihat masih kotor. Pulau kecil yang ada di tengah danau masih ditumbuhi tanaman liar. Namun di pinggir danau sudah terdapat jalan setapak dari semen. Sebagian jalan setapak ini terlihat sudah tidak terawat. Danau ini mempunyai potensi yang cukup besar sebagai lokasi atraksi wisata.

PASIRAN
Pasiran adalah bagian dari aliran Sungai Silau, yang berada di Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Jarak Sungai Pasiran ke Pusat Kecamatan ± 11 km, dan ke desa terdekat 5 km. Awalnya Pasiran ini dinamai Pantai Kahona oleh penduduk setempat, namun dengan semakin ramainya penduduk dari kecamatan lain mengunjungi sungai ini, mereka menyebutnya dengan Pasiran, karena pada badan sungai ini terdapat tumpukan pasiran kwarsa dengan lebar ± 12 m dan panjang ± 80 m.

1 2 3