Museum Kota Tebing Tinggi

Museum Kota Tebing Tinggi

Tempatwisatadisumatera.web.id – Museum Kota Tebing Tinggi adalah tempat yang sering digunakan siswa dan siswa untuk mencari tahu dan mendapatkan informasi tentang peninggalan kerajaan yang pernah ada di Tebing Tinggi.

Museum Kota Tebing Tinggi menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah dari berbagai suku yang ada di Tebing Tinggi seperti suku batak, suku batak simalungun, suku jawa dan suku nias. Yang membuat menarik dan penasaran ialah, di dalam Museum Kota Tebing Tinggi terdapat pula benda bersejarah dari kerajan Padang, seperti uang koin lama, tongkat, gerabah dan keris. Serta ada pula telepon peninggalan Belanda yang sampai saat ini masih bisa digunakan.

Untuk lokasinya Museum Kota Tebing Tinggi terletak di jalan Kotamadya, Kota Tebing Tinggi, Propinsi Sumatera Utara. Letaknya ada di kota sehingga mudah di jangkau. Namun sayang belum ada fasilitas yang bisa digunakan pengunjung untuk lebih bisa menikmati tempat ini. Semoga kedepannya pemkot memberikan beberapa fasilitas yang bisa di gunakan/dinikmati pengujung, sehingga pengunjung bisa lebih antusian mengunjungi Museum Kota ini. Museum Kota Tebing Tinggi terletak di jalan Kotamadya, Kota Tebing Tinggi, Propinsi Sumatera Utara.

Baca juga : Tempat Wisata DI Asahan

Koleksi
Terdapat koleksi benda-benda sejarah dari berbagai suku multi etnis yang ada di Tebingtinggi seperti suku nias, suku batak simalungun, batak toba dan suku jawa, ada juga peningalan benda-benda bersejarah milik kerajaan Padang seperti keris, uang koin lama, tongkat, gerabah dan foto-foto peninggalan kerajaan Padang serta telepon lama zaman penjahahan Belanda yang masih bisa dipergunakan.

Selain itu terdapat, tombak pedang baik zaman Belanda maupun Jepang, senjata laras, pistol, pedang China, keris, mandau, guci-guci jaman VOC, radio lama, timbangan, mata uang, bahan kerajinan tangan di zaman Belanda dan aneka ragam lainnya.

Ada koleksi dokumentasi foto-foto perjuangan di Kota Tebingtinggi serta foto bangunan dengan situs sejarahnya lengkap tertera di sana. Misalnya kunjungan Presiden dan wakil Presiden RI pertama ke Tebingtinggi, Gedung juang 45 dan banyak lainnya.

Museum Kota Tebing Tinggi merupakan informasi buat generasi muda pelajar dan mahasiswa untuk datang berkunjung ke Museum Tebingtinggi. Termasuk untuk pelestarian dalam rangka mencari, menggali khasanah peninggalan bersejarah di Kota Tebingtinggi untuk bekal generasi muda di daerah itu.

Tempat Wisata DI Asahan

Tempat Wisata DI Asahan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Danau Teratai adalah salah satu danau yang terletak di desa Terusan Tengah, kabupaten Tinggi Raja, 19 km dari Kota Kisaran. Luas Danau Teratai adalah ± 100 ha, terdiri dari danau, rawa dan hutan bakau. Namun danau yang sudah mulai dikelola sebagai tempat wisata ini masih tergolong kecil. Fasilitas yang ada di Danau Teratai adalah dalam bentuk sepeda air, pengintai dan warung makan.

AIR TERJUN UNONG SISAPA
Air Terjun Unong Sisapa terletak di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ± 52 km dari ibu kota kabupaten. Dari pusat kecamatan lokasi Air Terjun Unong Sisapa berjarak ± 5 km.

AIR TERJUN SIMONANG MONANG
Air Terjun Simonang-monang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, ± 73 km dari kota Kisaran. Aktivitas yang biasa dilakukan pengunjung selain menikmati pemandangan yang indah adalah mandi di sekitar air terjun. Disini sering diadakan kontes pemilihan ratu dan pangeran simonang-monang bagi remaja. Keindahan air terjunnya membuat orang-orang ingin selalu mendatanginya.

AIR TERJUN PONOT
Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, ± 90 km dari Ibu Kota Kabupaten Kisaran. Air Terjun Ponot memiliki pemandangan yang sangat indah dengan ketinggian lebih kurang 250 m dan jatuhan airnya sampai-sampai seperti embun yang menyejukkan. Air terjun ini berasal dari anak Sungai Asahan, dimana air Sungai Asahan ini mengalir menuju Selat Malaka melahirkan Air Terjun Sigura-gura dan Air Terjun Tangga terkadang disebut juga sebagai Air Terjun Sampuran Siharimo yang membangkitkan arus listrik.

Baca juga : Vihara Gunung Timur

BEDENG
Bedeng merupakan suatu lokasi rekreasi di bagian Sungai Asahan, Wisata Bedeng berkembang disebabkan lokasinya yang strategis. Jembatan gantung ini terletak di daerah kilometer, Aek Song-songan. Jembatan ini dijadikan tempat wisata karena dibawah jembatan ini mengalir sungai asahan yang jernih sehingga tak jarang orang-orang datang kemari untuk mandi.

ARUNG JERAM SUNGAI ASAHAN
Setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat, peringkat ketiga jeram terbaik di dunia ditempati Sungai Asahan di Sumatera Utara. Tingkat kesulitan, tantangan, dan keindahan alam yang masih liar menjadi daya tarik tersendiri bagi Para petualang dan penggemar kegiatan luar ruangan.

Sungai Asahan khususnya di sekitar Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, memiliki potensi sebagai objek wisata minat khusus yang ideal. Potensi ini harus terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya para wisatawan mancanegara dan domestik.

PELABUHAN BAGAN ASAHAN
Pelabuhan Bagan Asahan terletak di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Pelabuhan Bagan Asahan adalah pelabuhan kapal yang ada di Kabupaten Asahan, namun sejauh ini masih dipergunakan oleh kapal-kapal nelayan, sedangkan kapal penumpang masih melalui Pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjung Balai. Penduduk sekitar banyak yang memanfaatkan dermaga sebagai tempat rekreasi, sebagai lokasi jalan-jalan sore, melihat sun set atau sun rise. Hal ini dapat di lihat pada gambar di samping. Wilayah Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang ± 58 km menghadap Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

DANAU DI KELURAHAN KISARAN NAGA
Danau ini berada di Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat tepatnya di Jalan Ahmad Yani (Lintas Timur Pulau Sumatera). Sumber air danau ini berasal dari air hujan dan saluran kota.

Di tengah pulau ini terdapat pulau kecil yang membuat danau tersebut menjadi semakin unik. Kondisi danau tersebut saat ini terlihat masih kotor. Pulau kecil yang ada di tengah danau masih ditumbuhi tanaman liar. Namun di pinggir danau sudah terdapat jalan setapak dari semen. Sebagian jalan setapak ini terlihat sudah tidak terawat. Danau ini mempunyai potensi yang cukup besar sebagai lokasi atraksi wisata.

PASIRAN
Pasiran adalah bagian dari aliran Sungai Silau, yang berada di Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Jarak Sungai Pasiran ke Pusat Kecamatan ± 11 km, dan ke desa terdekat 5 km. Awalnya Pasiran ini dinamai Pantai Kahona oleh penduduk setempat, namun dengan semakin ramainya penduduk dari kecamatan lain mengunjungi sungai ini, mereka menyebutnya dengan Pasiran, karena pada badan sungai ini terdapat tumpukan pasiran kwarsa dengan lebar ± 12 m dan panjang ± 80 m.

Ungkapan tak kasat mata itu bukannya tanpa alasan, meskipun tidak dalam arti sebenarnya, tempat ibadah yang dibangun pada 1960-an telah dimasukkan dalam daftar tujuan wisata bud

Vihara Gunung Timur

Tempatwisatadisumatera.web.id – Ungkapan tak kasat mata itu bukannya tanpa alasan, meskipun tidak dalam arti sebenarnya, tempat ibadah yang dibangun pada 1960-an telah dimasukkan dalam daftar tujuan wisata budaya dan keagamaan di Medan selama beberapa tahun. Bahkan nama dan keberadaannya telah terdaftar di hampir semua biro perjalanan di kota Medan dan di kantor-kantor lain di kota itu, baik biro perjalanan konvensional maupun biro perjalanan online.

Dari beberapa tahun sejak saya datang ke kota Medan, saya sering bertanya pada banyak orang yang merupakan penduduk asli kota Medan maupun mereka para pendatang yang sudah lama berada di kota ini mengenai keberadaan Vihara Gunung Timur. Bahkan pertanyaan inipun sering saya tanyakan di beberapa group-gorup komunitas baik itu WhatsApp, Facebook, Line maupun Telegram. Hanya ada tiga pertanyaan yang sering saya tanyakan kepada mereka, yaitu ;

  1. Pernah dengarkah kamu Vihara Gunung Timur ?
  2. Dimanakah letak /lokasi Vihara Gunung Timur ?
  3. Pernahkah datang / mengunjungi nya ?

Nah dari tiga pertanyaan diatas, ternyata sangat banyak mereka yang menjawab tidak tahu, tidak tau dimana letaknya apalagi pernah mengunjungi atau datang ke lokasi. Persentase yang paling tinggi adalah jawaban untuk pertanyaan nomor tiga. Bahkan pertanyaan yang sama sering saya tanyakan kepada mereka-mereka yang katanya para penikmat wisata.

Namun kondisi ini berbanding terbalik jika saya melihat dari banyaknya para wisatawan luar kota Medan maupun wisatawan mancanegara yang jika mereka berkunjung ke kota Medan, Vihara Gunung Timur sudah menjadi daftar utama yang ada di Itinerary atau daftar rencana perjelanan mereka selain Istana Maimun, Mesjid Raya Al-Mashun, Rumah Tjong A Fie, Graha Maria Annai Velangkanni dan yang lainnya. Nah kondisi inilah yang saya maksudkan bahwa Vihara Gunung Timur ibarat terlihat dari jauh tapi tak terlihat dari dekat.

Dari kondisi diatas saya melihat ada beberapa alasan mengapa warga kota Medan masih banyak yang belum tau lokasi dan belum pernah melihat dari dekat bangunan unik yang di dominasi warna merah dan kuning ini. Alasan utamanya adalah bahwa mereka merasa bisa kapan saja alias nanti-nanti saja berkunjung toh letaknya berada di kota sendiri, dan alasan yang lainnya adalah mereka merasa bahwa bangunan-bangunan yang sejenis ini yang berada di kota ataupun negara lain lebih menarik ketimbang yang berada di kota sendiri, padahal orang-orang yang jauh disana menilai situs wisata ini sangat unik dan menarik. Istilah pepatahnya “rumput tetangga terlihat lebih hijau ketimbang rumput di halaman rumah sendiri”.

Menerangkan maksud dari judul artikel saya rasa cukup sampai disini. Bagi kamu yang merasa termasuk kedalam orang-orang yang belum tau, belum pernah mengunjungi atau berwisata budaya atau religi ke Vihara Gunung Timur, atau ada rencana mengunjungi tempat ini, sebaiknya kamu kelarkan membaca artikel ini hingga tuntas.

Vihara Gunung Timur berada di jalan Hang Tuah, posisinya dibelakang Taman Beringin dan hanya beberapa puluh meter saja dari halaman depan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara yang terletak di Jalan Jend. Sudirman. Area bangunan ini juga berbatasan dengan Sungai Babura yang melingkar dari sisi kiri hingga sisi sebalah kanan, sehingga jika dilihat dari Google Map, bangunan ini persis menghadap ke Sungai Babura.

Vihara Gunung Timur didirikan oleh Komunitas Tao dan Budha di kota Medan, itu mengapa jika dilihat dari arsitektur bangunan ini lebih mirip klenteng atau kuil ketimbang bangunan Vihara seperti pada umumnya. Ternyata rumah ibadah ini selain sebagai tempat ibadah umat budha juga sebagai tempat ibadahnya umat konghucu. Selain sebagai tempat pemujaan bagi umat budha dan konghucu, bangunan ini juga terkenal sebagai situs bersejarah di Medan. Dulunya bangunan ini adalah tanah yang miring di dekat Sungai Babura, hingga pada tahun 1960 kuil ini mulai dibangun.

Baca juga : Museum TNI Kota Medan

Di pintu masuk kuil, ada dua patung singa dan naga yang penuh ukiran oriental yang merupakan ciri khas etnis Cina. Ketika masuk ke dalam kuil, ada tempat untuk beribadat yang dihiasi dengan dupa dan lilin. Ada drum besar di dekat ruang berdoa, yang akan digunakan pada saat Tahun Baru Cina. Pada beberapa hari besar seperti Tahun Baru Cina atau Cap Go Meh, kuil ini akan ramai karena sering diadakan prosesi tarian singa.

Melihat posisi kuil yang menghadap ke Sungai Babura, Orang-orang Tionghoa percaya, dengan desain menghadap ke Sungai Babura hal itu akan membawa keberuntungan bagi kuil dan mereka yang berkunjung ke sana.

Selain itu, kuil ini juga menggunakan nuansa warna merah dan kuning. Kedua warna dipilih sebagai warna dominan karena dianggap sebagai warna keberuntungan oleh orang Tionghoa. Di bagian atas gedung terdapat hiasan sepasang naga berwarna hijau saling berhadapan dengan matahari di tengah. Di belakang patung naga juga ada sepasang ikan naga berkepala raksasa. Terdapat juga patung singa besar berwara hitam dan putih di depan kuil.

Di bagian halaman terdapat area untuk membakar dupa dan bangunan dengan atap seperti bertingkat-tingkat tempat untuk membakar kertas sembahyang atau kertas gincoa dan kimcoa.

Di lokasi ini ada beberapa altar pemujaan para dewa, total ada 8 patung dewa di tempat ini. Di tempat pertama ada patung Dewa Shen Jing Ru diikuti oleh Dewa Shen Zai Zhu Sen Da di sampingnya. Lebih ke belakang ada Dewa Cen Cing Tien dan Xian Shi Dian. Di angka ke enam ada patung Dewa Ou Xian Gu dan Wang Yan Dian Shi yang menjaga kiri dan kanan pembakaran dupa di kuil. Demikian juga patung Dewa Liu Fan Xian Shi di bagian selanjutnya.

Di bagian dalam gedung ada altar Buddha, ditemani oleh Buddha Maitreya dan Dewi Kwan Im. Sementara di sisi kanan ada sebuah altar yang dipenuhi dengan beberapa dewa dalam budaya kepercayaan tradisional Cina, Tua Pek Kong ditemani dengan Thay Suei. Di bawahnya ada patung Thien Kou (surga anjing) dan pengawalan Pek Ho Kong (Macan Putih) oleh Tho Te Kong (dewa tanah).

Nah itulah gambaran tentang Vihara Gunung Timur, bagi kamu yang ingin mengunjungi tempat wisata budaya & religi ini bisa mengikuti panduan dan tips di bawah ini.

Panduan dan Cara Menuju ke Vihara Gunung Timur

  1. Pergilah ke Taman Beringin, yang terletak di pojokan antara jalan Jendral Sudirman dan Jalan Teuku Cik Ditiro.
  2. Dari jalan Cik Ditiro masuk ke jalan Hang Tuah di samping kiri Mushola Taman Beringin.
  3. Beberapa puluh meter kedepan kamu akan ketemu pintu masuk Vihara Gunung Timur, dipintu masuk ada pos jaga, kamu bisa bertanya kepada para penjaga mengenai letak parkir kendaraan dan lain-lain

Tips Berkunjung ke Vihara Gunung Timur

  1. Bagi kamu yang suka dengan background foto bersih alias tidak ada orang yang berseliweran di belakang, sebaiknya datang lebih pagi atau diluar hari libur.
  2. Datang pada cuaca tidak terlalu panas atau terik akan lebih baik jika ingin mendapatkan hasil foto yang bagus.
  3. Jika kamu ingin mengambil gambar di area altar peribadatan, sebaiknya bertanya kepada petugas area-area mana saja yang boleh di ambil gambarnya.

Saran Buat Pengunjung ;
Meskipun ini merupakan tempat wisata budaya, namun sesungguhnya ini adalah area rumah ibadah, so kamu-kamu musti mengikuti aturan dan etika disana ya, jangan berisik karena bisa menggangu orang yang sedang beribadah.

Selamat berwisata.

Museum TNI Kota Medan

Museum TNI Kota Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Bepergian bukan hanya petualangan saat Anda mengagumi pemandangan yang indah. Jalan-jalan bisa menjadi jauh lebih penting jika pada saat yang sama kita dapat menghargai jejak masa lalu yang menarik dari suatu tempat. Jika Anda berada di Medan, ini dapat dilakukan di Museum Pertarungan Militer Indonesia di Medan.

Museum perjuangan TNI berada di Jl Zainul Arifin. Di dalamnya terdapat sejumlah benda dan dokumen peninggalan militer Indonesia selama masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Bagi sobat traveler yang ingin memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme, sangat disarankan berkunjung ke lokasi ini.

Cagar Budaya nan Bersejarah
Museum Perjuangan TNI Medan berdiri di sebuah bangunan yang bisa disebut sebagai cagar budaya. Destinasi berusia 90 tahun ini memanfaatkan gedung bersejarah yang sudah beberapa kali beralih fungsi. Mulanya sempat digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi Belanda dan sempat dijadikan sebagai markas Jepang selama masa pendudukan di Indonesia.

Memasuki era kemerdekaan, bangunannya juga pernah dijadikan Markas Komando Teritorium I dan Kantor Kodam I/BB. Barulah pada tahun 1971 mulai ada inisiatif untuk mengubah fungsinya menjadi museum. Lokasi sarat nilai sejarah ini juga dikenal sebagian orang dengan istilah Museum Bukit Barisan.

Koleksi Senjata Unik
Museum Perjuangan TNI Medan menyimpan ratusan koleksi senjata peninggalan semasa perang kemerdekaan. Hampir sebagian besar merupakan hasil rampasan dari penjajah Belanda. Beberapa di antaranya cukup populer, seperti SMR Medzer buatan Swedia, meriam kanon bikinan Amerika Serikat, dan sebuah senjata bazoka lima inci.

Namun di antara ratusan koleksi senjata tersebut terselip beberapa senjata unik buatan lokal. Namanya pun unik, seperti senapan ‘tunggu dulu yang dibuat di Bandung. Selain itu masih ada meriam tomong bikinan Brayan yang terbuat dari tiang listrik.

Baca juga : Kebun Binatang Kota Medan

Dokumen Penting
Bukan hanya sekedar peninggalan berupa benda-benda, Museum Perjuangan TNI juga menyimpan rapi sejumlah dokumen penting selama masa revolusi fisik. Di lantai dua misalnya, terdapat sebuah perpustakaan khusus. Di dalamnya pengunjung bisa bebas membaca koleksi buku-buku lama nan berkualitas.

Sejumlah arsip media cetak pun tertata rapi di sini. Sobat traveler bisa dengan runtut membaca semua pemberitaan media selama tahun 1971 misalnya. Semua dirangkum dengan begitu rapi, jelas, dan enak diikuti.

Wisata Murah Penuh Makna
Ratusan koleksi di Museum Perjuangan TNI tak hanya sekedar memanjakan mata, namun juga menggugah rasa ingin tahu dan menambah pengetahuan. Informasi dan bukti mengenai perkasanya militer Indonesia menghadapi penjajah sungguh tak bisa dinilai dengan uang. Namun hebatnya, pengunjung yang masuk ke area museum tak harus mengeluarkan uang sedikit pun.

Bagi sobat traveler yang tertarik untuk berkunjung, museum ini buka antara Senin sampai Jumat mulai pukul delapan pagi hingga setengah tiga sore. Rombongan yang ingin datang di akhir pekan juga diperbolehkan, namun harus terlebih dulu menghubungi pihak pengelola. Jika ingin memberi donasi secukupnya usai mengisi buku tamu juga diperbolehkan.

Well, itulah sedikit gambaran mengenai pesona dan daya tarik Museum Perjuangan TNI. Bagi sobat traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan ingin melihat bukti keperkasaan militer Indonesia, sangat direkomendasikan berkunjung ke sini

Kebun Binatang Kota Medan

Kebun Binatang Kota Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Wisata di Medan: melihat kehidupan dan penampakan berbagai jenis hewan sangat menyenangkan. Mulai dari hewan yang berbahaya, jinak, unik, asyik dan sebagainya. Tentu saja, sejak kecil kami telah diajari untuk berteman dengan makhluk hidup lainnya. Kita juga harus mengajari kita untuk memelihara dan melestarikan keberadaan mereka agar tidak punah, sehingga anak-anak dan cucu-cucu kita dapat melihatnya nanti.

Kita dapat melihat secara langsung dari wujud satwa satwa ini dapat mengunjungi taman hewan yang berada di kota kota kita. Terutama bagi pecinta hewan, akan sangat menyenangkan bisa bercengkrama dengan satwa satwa yang dipelihara disana. Di Medan sendiri, terdapat kebun binatang yang cukup bagus. Nama dari Kebun binatang ini adalah Kebun Binatang Simalingkar. Pasalnya, kebun binatang ini tak hanya rumah bagi berbagai macam satwa, tapi bisa juga menjadi tempat wisata keluarga yang ingin mengajak anak anak mereka mengenal lebih dekat soal satwa satwa yang ada di dunia ini.

Kebun Binatang Simalingkar berada di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan SImalingkar B, Medan Tuntungan, sekitar 10 kilo meter dari pusat kota ke arah Berastagi. Kebun Binatang Simalingkar ini diresmikan pada 14 April 2005 oleh wali kota Medan saat itu yaitu Abdillah. Sebelumnya Kebun Binatang Medan berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun. Kandang dan pernak perniknya juga masih memakai dari kebun binatang yang lama. Pihak pengelola dari Kebun Binatang Simalingkar ini sepenuhnya dipegang oleh Pemerintah Kota Medan karena pihak pemkolah yang membangun Kebun Binatang Siamlingkar ini. Alasan pemindahan kebun binatang ini sendiri karena memerlukan area yang lebih luas. Area yang luas di perlukan karena bertambahnya koleksi satwa yang ada di kebun binatang ini. Selain itu, pemko juga ingin membangun wahana wisata lainnya, seperti taman bermain anak, outbound, flying fox serta wisata alam lainnya.

Untuk tempat wisata sejenis kebun binatang, pengunjung kebun binatang Simalingkar terbilang cukup ramai. Pada hari biasa, sekitar 150 pengunjung mendatangi tempat ini. Namun saat akhir pekan atau hari libur, jumlah pengujung dapat membludak sehingga setiap minggunya pengunjung mencapai 1000 orang. Mengunjungin tempat ini tak perlu takut bikin kantong kering, karena tiket dan parkirnya cukup murah. Untuk parkir kendaraan roda 4 atau lebih, pengunjung dikenakan biaya 4000 rupiah saja. Letak parkir kendaraan roda 4 berada di selatan. Untuk kendaraan roda 2, pengujung dikenakan biaya 2000 rupiah saja. Letak parkir kendaraan roda 2 berada di sebelah utara. Kedua lokasi ini letaknya persis di depan pintu masuk kebun binatang sehingga mudah untuk dijangkau pengunjung.

Baca juga : Taman Buaya Kota Medan

Untuk harga tiket sendiri terbagi menjadi dua bagian. Pada hari biasa harga tiketnya 12 ribu rupiah saja perorang, sedangkan pada hari libur harga tiketnya 15 ribu rupiah saja perorang. Harga tersebut sudah termasuk asuransi dari pihak pengelola kebun binatang Simalingkar. Bagi anak anak berusia 1 hingga 3 tahun, biaya tiket gratis.

Kebun binatang ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Namun, pada saat weekend atau hari libur tutup pukul 17.30.

Untuk koleksi satwa yang ada di Kebun Binatang Simalingkar sendiri terdiri dari 26 jenis burung sebanyak 167 ekor, 6 jenis reptile sebanyak 37 ekor, 16 jenis mamalia sebanyak 70 ekor. Total dari satwa yang menempati tempat ini adalah 274 ekor hewan dan akan terus bertambah karena pengelolaannya yang semakin banyak. Kebun binatang ini juga berpotensi menjadi museum hewan. Selain itu, pihak pengelola bekerja sama dengan kebun binatang Siantar dan lainnya untuk saling bertukar hewan untuk menghindari perkawinan sedarah.

Saat pertama kali memasukin Kebun Binatang Simalingkar, kita akan menemukan denah atau peta dari Kebun binatang ini, sehingga pengujung bisa memilih objek objek mana saja yang ingin dikunjungin. Pengunjung dapat berkeliling ke seluruh bagian taman dengan menaikin mobil terbuka yang disediakan oleh pengelola. Selain dengan mobil terbuka, pengunjung dapat menaikin delman untuk mendapatkan sensasi berbeda dan pemandangan yang lebih jelas lagi.

Pada bagian utara taman, didominasi oleh wisata taman bermain anak dengan fasilitas yang lengkap, seperti perosotan, jungkat jungkit, ayunan, wahana mandi bola dan komidi putar seperti kuda terbang, kapal terbang, sampan pusing, dan sebagainya.

Disebelah barat dan selatan, di dominasi oleh banyak satwa, namun yang paling dekat adalah wilayah barat. Selain itu, di wilayah barat ini pengunjung dapat mencoba sensasi naik kuda yang dibimbing oleh seorang pawang untuk berkeliling taman. Biasanya kuda yang disewatak berada di pinggir jalan dan menunggu pengunjung lewat.

Di Taman hewan Simalingkar juga terdapat sebuah klinik untuk merawat hewan hewan yang sedang sakit maupun yang sedang stress. Menurut Dokter Sucitrawan dalam menangani hewan jinak lebih mudah kerena biasanya hanya sakit biasa dan hanya stress. Namun, beda halnya jika hewan buas karena merawatnya lebih tenang dan harus di suntik bius terlebih dahulu. Semoga saja dengan adanya kebun binatang ini dapat membantu melestarikan dan merawat hewan hewan tersebut agar senantiasa bisa hidup untuk dilihat oleh anak cucu kita kelak.

1 2 3