Museum TNI Kota Medan

Museum TNI Kota Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Bepergian bukan hanya petualangan saat Anda mengagumi pemandangan yang indah. Jalan-jalan bisa menjadi jauh lebih penting jika pada saat yang sama kita dapat menghargai jejak masa lalu yang menarik dari suatu tempat. Jika Anda berada di Medan, ini dapat dilakukan di Museum Pertarungan Militer Indonesia di Medan.

Museum perjuangan TNI berada di Jl Zainul Arifin. Di dalamnya terdapat sejumlah benda dan dokumen peninggalan militer Indonesia selama masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Bagi sobat traveler yang ingin memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme, sangat disarankan berkunjung ke lokasi ini.

Cagar Budaya nan Bersejarah
Museum Perjuangan TNI Medan berdiri di sebuah bangunan yang bisa disebut sebagai cagar budaya. Destinasi berusia 90 tahun ini memanfaatkan gedung bersejarah yang sudah beberapa kali beralih fungsi. Mulanya sempat digunakan sebagai kantor perusahaan asuransi Belanda dan sempat dijadikan sebagai markas Jepang selama masa pendudukan di Indonesia.

Memasuki era kemerdekaan, bangunannya juga pernah dijadikan Markas Komando Teritorium I dan Kantor Kodam I/BB. Barulah pada tahun 1971 mulai ada inisiatif untuk mengubah fungsinya menjadi museum. Lokasi sarat nilai sejarah ini juga dikenal sebagian orang dengan istilah Museum Bukit Barisan.

Koleksi Senjata Unik
Museum Perjuangan TNI Medan menyimpan ratusan koleksi senjata peninggalan semasa perang kemerdekaan. Hampir sebagian besar merupakan hasil rampasan dari penjajah Belanda. Beberapa di antaranya cukup populer, seperti SMR Medzer buatan Swedia, meriam kanon bikinan Amerika Serikat, dan sebuah senjata bazoka lima inci.

Namun di antara ratusan koleksi senjata tersebut terselip beberapa senjata unik buatan lokal. Namanya pun unik, seperti senapan ‘tunggu dulu yang dibuat di Bandung. Selain itu masih ada meriam tomong bikinan Brayan yang terbuat dari tiang listrik.

Baca juga : Kebun Binatang Kota Medan

Dokumen Penting
Bukan hanya sekedar peninggalan berupa benda-benda, Museum Perjuangan TNI juga menyimpan rapi sejumlah dokumen penting selama masa revolusi fisik. Di lantai dua misalnya, terdapat sebuah perpustakaan khusus. Di dalamnya pengunjung bisa bebas membaca koleksi buku-buku lama nan berkualitas.

Sejumlah arsip media cetak pun tertata rapi di sini. Sobat traveler bisa dengan runtut membaca semua pemberitaan media selama tahun 1971 misalnya. Semua dirangkum dengan begitu rapi, jelas, dan enak diikuti.

Wisata Murah Penuh Makna
Ratusan koleksi di Museum Perjuangan TNI tak hanya sekedar memanjakan mata, namun juga menggugah rasa ingin tahu dan menambah pengetahuan. Informasi dan bukti mengenai perkasanya militer Indonesia menghadapi penjajah sungguh tak bisa dinilai dengan uang. Namun hebatnya, pengunjung yang masuk ke area museum tak harus mengeluarkan uang sedikit pun.

Bagi sobat traveler yang tertarik untuk berkunjung, museum ini buka antara Senin sampai Jumat mulai pukul delapan pagi hingga setengah tiga sore. Rombongan yang ingin datang di akhir pekan juga diperbolehkan, namun harus terlebih dulu menghubungi pihak pengelola. Jika ingin memberi donasi secukupnya usai mengisi buku tamu juga diperbolehkan.

Well, itulah sedikit gambaran mengenai pesona dan daya tarik Museum Perjuangan TNI. Bagi sobat traveler yang tertarik dengan wisata sejarah dan ingin melihat bukti keperkasaan militer Indonesia, sangat direkomendasikan berkunjung ke sini

Kebun Binatang Kota Medan

Kebun Binatang Kota Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Wisata di Medan: melihat kehidupan dan penampakan berbagai jenis hewan sangat menyenangkan. Mulai dari hewan yang berbahaya, jinak, unik, asyik dan sebagainya. Tentu saja, sejak kecil kami telah diajari untuk berteman dengan makhluk hidup lainnya. Kita juga harus mengajari kita untuk memelihara dan melestarikan keberadaan mereka agar tidak punah, sehingga anak-anak dan cucu-cucu kita dapat melihatnya nanti.

Kita dapat melihat secara langsung dari wujud satwa satwa ini dapat mengunjungi taman hewan yang berada di kota kota kita. Terutama bagi pecinta hewan, akan sangat menyenangkan bisa bercengkrama dengan satwa satwa yang dipelihara disana. Di Medan sendiri, terdapat kebun binatang yang cukup bagus. Nama dari Kebun binatang ini adalah Kebun Binatang Simalingkar. Pasalnya, kebun binatang ini tak hanya rumah bagi berbagai macam satwa, tapi bisa juga menjadi tempat wisata keluarga yang ingin mengajak anak anak mereka mengenal lebih dekat soal satwa satwa yang ada di dunia ini.

Kebun Binatang Simalingkar berada di Jalan Bunga Rampe IV, Kelurahan SImalingkar B, Medan Tuntungan, sekitar 10 kilo meter dari pusat kota ke arah Berastagi. Kebun Binatang Simalingkar ini diresmikan pada 14 April 2005 oleh wali kota Medan saat itu yaitu Abdillah. Sebelumnya Kebun Binatang Medan berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Medan Maimun. Kandang dan pernak perniknya juga masih memakai dari kebun binatang yang lama. Pihak pengelola dari Kebun Binatang Simalingkar ini sepenuhnya dipegang oleh Pemerintah Kota Medan karena pihak pemkolah yang membangun Kebun Binatang Siamlingkar ini. Alasan pemindahan kebun binatang ini sendiri karena memerlukan area yang lebih luas. Area yang luas di perlukan karena bertambahnya koleksi satwa yang ada di kebun binatang ini. Selain itu, pemko juga ingin membangun wahana wisata lainnya, seperti taman bermain anak, outbound, flying fox serta wisata alam lainnya.

Untuk tempat wisata sejenis kebun binatang, pengunjung kebun binatang Simalingkar terbilang cukup ramai. Pada hari biasa, sekitar 150 pengunjung mendatangi tempat ini. Namun saat akhir pekan atau hari libur, jumlah pengujung dapat membludak sehingga setiap minggunya pengunjung mencapai 1000 orang. Mengunjungin tempat ini tak perlu takut bikin kantong kering, karena tiket dan parkirnya cukup murah. Untuk parkir kendaraan roda 4 atau lebih, pengunjung dikenakan biaya 4000 rupiah saja. Letak parkir kendaraan roda 4 berada di selatan. Untuk kendaraan roda 2, pengujung dikenakan biaya 2000 rupiah saja. Letak parkir kendaraan roda 2 berada di sebelah utara. Kedua lokasi ini letaknya persis di depan pintu masuk kebun binatang sehingga mudah untuk dijangkau pengunjung.

Baca juga : Taman Buaya Kota Medan

Untuk harga tiket sendiri terbagi menjadi dua bagian. Pada hari biasa harga tiketnya 12 ribu rupiah saja perorang, sedangkan pada hari libur harga tiketnya 15 ribu rupiah saja perorang. Harga tersebut sudah termasuk asuransi dari pihak pengelola kebun binatang Simalingkar. Bagi anak anak berusia 1 hingga 3 tahun, biaya tiket gratis.

Kebun binatang ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Namun, pada saat weekend atau hari libur tutup pukul 17.30.

Untuk koleksi satwa yang ada di Kebun Binatang Simalingkar sendiri terdiri dari 26 jenis burung sebanyak 167 ekor, 6 jenis reptile sebanyak 37 ekor, 16 jenis mamalia sebanyak 70 ekor. Total dari satwa yang menempati tempat ini adalah 274 ekor hewan dan akan terus bertambah karena pengelolaannya yang semakin banyak. Kebun binatang ini juga berpotensi menjadi museum hewan. Selain itu, pihak pengelola bekerja sama dengan kebun binatang Siantar dan lainnya untuk saling bertukar hewan untuk menghindari perkawinan sedarah.

Saat pertama kali memasukin Kebun Binatang Simalingkar, kita akan menemukan denah atau peta dari Kebun binatang ini, sehingga pengujung bisa memilih objek objek mana saja yang ingin dikunjungin. Pengunjung dapat berkeliling ke seluruh bagian taman dengan menaikin mobil terbuka yang disediakan oleh pengelola. Selain dengan mobil terbuka, pengunjung dapat menaikin delman untuk mendapatkan sensasi berbeda dan pemandangan yang lebih jelas lagi.

Pada bagian utara taman, didominasi oleh wisata taman bermain anak dengan fasilitas yang lengkap, seperti perosotan, jungkat jungkit, ayunan, wahana mandi bola dan komidi putar seperti kuda terbang, kapal terbang, sampan pusing, dan sebagainya.

Disebelah barat dan selatan, di dominasi oleh banyak satwa, namun yang paling dekat adalah wilayah barat. Selain itu, di wilayah barat ini pengunjung dapat mencoba sensasi naik kuda yang dibimbing oleh seorang pawang untuk berkeliling taman. Biasanya kuda yang disewatak berada di pinggir jalan dan menunggu pengunjung lewat.

Di Taman hewan Simalingkar juga terdapat sebuah klinik untuk merawat hewan hewan yang sedang sakit maupun yang sedang stress. Menurut Dokter Sucitrawan dalam menangani hewan jinak lebih mudah kerena biasanya hanya sakit biasa dan hanya stress. Namun, beda halnya jika hewan buas karena merawatnya lebih tenang dan harus di suntik bius terlebih dahulu. Semoga saja dengan adanya kebun binatang ini dapat membantu melestarikan dan merawat hewan hewan tersebut agar senantiasa bisa hidup untuk dilihat oleh anak cucu kita kelak.

Taman Buaya Kota Medan

Taman Buaya Kota Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Kali ini saya akan menjelajahi dunia hewan, yaitu pembibitan buaya (Buaya Pertanian), yang dikenal sebagai Taman Buaya, Medan. Taman Buaya terletak di Jl Bunga Raya 2, No 54, Sunggal, Medan, Asam Kumbang, Medan, Sumatera Utara.

Akses ke Taman Buaya Asam Kumbang

Saya, dan dua teman (Rahma dan Thimo) berkunjung ke taman buaya yang terkenal dengan sebutan Taman Buaya Asam Kumbang. Kami pergi ke tempat ini siang dan naik angkot. Naik Angkot 64 turun di Kampung Lalang (pemberhentian terakhir Angkot sebelum masuk ke Terminal Pinang Baris). Lalu ganti Angkot ke arah Taman Buaya (dari perempatan Kampung Lalang belok kiri searah ke Terminal Pinang Baris). Pulang, gunakan Angkot dari arah berlawanan kembali ke Kampung Lalang, lalu ambil Angkot nomor 23 untuk menuju ke Medan Kota dari jalan utama di kawasan Asam Kumbang. Bisa juga naik angkot nomor 135 biru kalau mau ke USU.

Cukup mudah menemukan lokasi penangkaran buaya ini. Angkot akan menurunkan Anda di depan gapura yang bergambarkan buaya yang merupakan papan petunjuk menuju ke Taman Buaya. Dari gapura ini, cukup jalan kaki sekitar 100 meter dan sampailah ke lokasi Taman Buaya.

Taman Buaya Asam Kumbang adalah penangkaran yang dikelola keluarga penduduk local, Lo Tham Muk. Taman Buaya berdiri karena hobi dari sang empunya Lo Tham Muk akan hewan reptile pada tahun 1959. Total buaya di lokasi ini mencapai 2.500 ekor lebih, dengan kebutuhan pangan setiap harinya mencapai 1 ton dan berada di lokasi seluas 2 hektare. Koleksi buaya kebanyakan dari jenis buaya muara. Usianya beragam, mulai dari balita hingga diatas 50 tahun bahkan ada yang berumur 78 tahun, tua bukan? dan warna dari buayanya variatif ada yang berwarna putih dan ada juga berwarna hitam. Tiket masuk yang cukup murah seharga Rp5000,-. Taman Buaya Asam Kumbang buka dari jam 09.00 WIB – 17.00 WIB.

Baca juga : Mesjid Raya Kota Medan

Saya dan kedua teman awalnya bingung melihat warung yang merupakan tempat membeli tiket sekaligus bisa membeli minuman ataupun souvenir miniature buaya dari plastik. Warungnya cukup sederhana. Setelah membayar tiket, kami masuk ke bagian samping rumah, si tuan rumah yang memberitahu jalan masuknya yang kecil dan dimulailah petualanganku dengan temanku di dunia ‘Crocodile’. Setelah masuk kami melihat beberapa kolam kering. Kolam kering ini menampung beberapa buaya disesuaikan umurnya. Dan sebuah kolam besar yang berbentuk rawa yang di dalam rawa ini beribu ribu buaya,.,Ngeri!! Aku dan temanku sempat bercanda apa yang terjadi jika masuk ke dalam kolam rawa buatan itu. Warnanya hijau dan penuh lumut dan sangat senyap seakan-akan tidak ada makhluk hidup disana dan kolam besar itu hanya disekat dengan pagar besi yang tinggi tapi coba lemparkan l ekor bebek/ayam yang disediakan pengelola bisa dibeli di tempat ini, maka buaya-buaya itu akan langsung melahapnya tanpa ragu. Rp 20.000/ekor dan diserahkan langsung ke sang pawang. Hal yang unik dari tempat ini adalah ada antraksi “monyet berteman dengan buaya”. Buaya yang telah jinak, jadi jika anda ingin berfoto dengan buaya dan menaiki punggungnya cukup membayar Rp 20.000 yang langsung serahkan ke pawing buaya. Aku begitu takjub melihat money yang tidak takut dengan buaya dan uniknya justru si monyet itu membersihkan mulut si buaya. Tips saya jika ingin ke tempat ini, bawalah payung, kamera dan masker penutup hidung karena tempat ini cukup bau dan payung untuk menghindari sengatan matahari (Cuaca Medan yang cukup terik). Disekitar penangkaran buaya kami juga melihat beberapa jenis ular di dalam kandang dan kura-kura. Taman buaya ini memang lumayan kecil dan bisa di kelilingi dalam 1 jam.

1 2