2

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh – Aceh merupakan salah satu tempat yang sering kali terjadi bencana-bencana alam. Bencana alam yang seringkali terjadi adalah tsunami, gempa bumi dan masih ada beberapa bencana alam yang lainnya. Berikut adalah fakta mengenai museum tsunami Aceh yang mungkin belum kamu ketahui

1. Rancangan Ridwan Kamil

Nama Ridwan Kamil terkenal sebagai wali kota Bandung, namun banyak yang lupa kalau Museum Tsunami Aceh adalah salah satu karyanya. Sebelum menjadi wali kota Bandung, Ridwan Kamil sendiri merupakan seorang dosen jurusan arsitektur di ITB. Ridwan Kamil memenangkan ‘Sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh’ yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pada 17 Agustus 2007. Museum Tsunami Aceh terbuka untuk umum pada 8 Mei 2009.

2. Bangunannya mempunyai dua makna

Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami, tapi bila dilihat dari samping (bawah) tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

3. Didanai miliaran rupiah

Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desain yang dimenangkan M Ridwan Kamil, dosen ITB dan berhak atas dana Rp 100 juta. Museum ini sendiri menghabiskan 140 miliar untuk pembangunannya.

4. Seolah-olah merasakan tsunami

Tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan tsunami, namun pengunjung yang datang seolah dapat merasakan kejadian tsunami Aceh 11 tahun silam. Di dalamnya terdapat lima ruang tematik yang punya pesan masing-masing.

Baca Juga :6 Hotel Terbaik dan Ternyaman Di Aceh 

5. Ada nama para korban

Tsunami Aceh 2004 memakan korban jiwa hingga ratusan ribu, menyisakan nama korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ada satu ruangan bernama Space of Sorrow atau Sumur Doa, dimana pengunjung dapat melihat nama para korban Tsunami Aceh 2004. Berbagai nama korban tertera menempel di dinding ruangan Space of Sorrow.

6. Atap berbentuk gelombang laut

Apabila dilihat, atap Museum Tsunami Aceh terlihat menyerupai gelombang laut. Unik memang, dari luar saja kamu sudah dapat melihat esensi dari museum ini yang berfungsi sebagai monumen peringatan Tsunami Aceh tahun 2004. Suasana tsunami pun makin hadir saat pengunjung masuk ke Space of Fear, dimana pengunjung dapat merasakan suasana tsunami di lorong sempit yang dihiasi oleh suara gemericik air.

7. Desain dasarnya rumah panggung Aceh

Asal-muasalnya, Museum Tsunami Aceh mengambil ide dasar Rumoh Aceh. Nuansa Rumoh Aceh pun tampak pada lantai pertama museum yang dibuat menyerupai rumah panggung, dimana merupakan rumah tradisional orang Aceh. Ridwan Kamil memang menyelipkan berbagai unsur Aceh, Islam, hingga bencana Tsunami Aceh 2004 ke dalam desain bangunannya.

8. Juga sebagai tempat perlindungan tsunami

Desain Museum Tsunami Aceh disebut ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. Hebatnya, museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tapi sebagai tempat perlindungan dari bencana tsunami. Berkaca dari tragedi Tsunami Aceh 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai dimaksudkan untuk menampung penduduk.

Museum Tsunami Di Aceh

Museum Tsunami Di Aceh

Museum Tsunami, Aceh – Berwisata bisa dilakukan dengan tujuan apa saja. Ada wisatawan yang lebih suka menikmati wisata alam sehingga berkunjung ke objek wisata alam. Ada juga wisatawan yang suka dengan wisata permainan, sejarah, budaya, dan sebagainya. Bagi Anda yang suka dengan wisata sejarah, mungkin Anda bisa mengunjungi kota-kota bersejarah seperti Semarang, Jogja, dan beberapa lainnya. Namun ada juga di Aceh sebuah objek wisata yang cocok untuk wisata sejarah sekaligus wisata spiritual, yaitu Museum Tsunami Aceh. Berikut beberapa penjelasan mengenai museum yang satu ini.

Keunikan Museum Tsunami

Tips liburan ke Aceh adalah dengan berkunjung ke tempat-tempat yang bisa memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Masih berbekas sebuah peristiwa yang dahsyat di Indonesia belasan tahun lalu, yaitu bencana Tsunami yang melanda Aceh dan sebagian kawasan Sumatera Utara. Bencana yang dahsyat tersebut bahkan merupakan salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah. Tsunami bahkan juga melanda negara lain yang terkena imbasnya. Namun Indonesia adalah yang terparah.

Sebagai sebuah peringatan, di Aceh saat ini ada sebuah museum yang akan mengingatkan pengunjung mengenai bencana alam tersebut, yaitu Museum Tsunami Aceh. Museum ini dibuka secara resmi pada akhir bulan Februari tahun 2009 yang lalu sebagai peringatan atau monumental dari kejadian bencana tersebut, sekaligus sebagai pengingat bahwa manusia tidak akan bisa lepas dari kekuasaan Tuhan.

Keunikan dari Museum Unik di Indonesia yang satu ini bisa dilihat dari konsep dan bangunannya. Dimana bangunan museum adalah bangunan baru yang unik hasil karya arsitek Ridwan Kamil. Museum ini dibangun setelah digelar sayembara arsitektur untuk proyek Museum Tsunami. Museum dibangun dengan menghabiskan dana kurang lebih 140 miliar rupiah. Tidak heran jika bangunan ini sangat indah dan megah.

Keunikan gaya arsitektur museum tersebut bisa dilihat dari perpaduan konsep modern dan klasik. Konsep klasiknya diambil dari bangunan khas nusantara yaitu bangunan panggung. Sedangkan konsep modern diambil dari bentuk bangunan yang melengkung dan megah. Bentuk melengkung dari bangunan terisnpirasi dari lengkungan ombak yang sangat khas dari bencana Tsunami. Yaitu ombak yang berputar. Jika dilihat dari samping, bentuk bangunan mirip dengan bentukan kapal pesiar.

Ruang-Ruang di Museum Tsunami

Berikut beberapa ruang yang ada di Museum Tsunami Aceh yang bisa dikunjungi.

Lorong Gelap dan Ruang Pameran

Begitu pengunjung masuk ke dalam museum, maka akan ditemukan lorong gelap di area penerimaan. Lorong ini sempit dan tinggi dengan ketinggian mencapai 40 meter. Ada efek air yang jatuh sehingga kemungkinan pengunjung akan sedikit kebasahan.

Lorong yang sempit, gelap, dan tinggi dengan adanya aliran air yang jatuh ini mengingatkan pengunjung pada suasana mencekam ketika bencana Tsunami menerjang.

Setelah melewati lorong gelap, akan ada ruang yang cukup lapang yang berisi gambar-gambar dan foto-foto pasca bencana Tsunami. Ada gambar yang menunjukkan mengenai kehancuran dari bangunan hingga upaya evakuasi terhadap korban.

The Light of God

Setelah melewati ruang pameran, pengunjung akan diajak masuk ke dalam ruang yang gelap lagi. Ruangan ini dinamakan The Light of God. Sama seperti namamya, di ruang ini akan ditemukan tulisan Allah yang berada di atas.

Tulisan tersebut tersinari cahaya dan menyinari ruangan yang gelap yang bentuknya seperti cerobong. Ruangan gelap ini berisi nama-nama korban Tsunami.

Kesan yang didapatkan dari ruang ini adalah kesan spiritual bahwa korban sudah kembali ke hadapan Allah dan menyiratkan bahwa Allah berkuasa atas seluruh makhluk. Sehingga tempat ini bisa juga dikatakan sebagai salah satu Tempat Wisata Religi di Aceh.

Jembatan Harapan

Pengunjung yang sudah keluar dari ruang gelap The Light of God akan melanjutkan perjalanan menuju jalan yang berbutar-putar ke luar dari cerobong. Kesan yang didapatkan adalah perjuangan melawan gelombang Tsunami yang berputar-putar.

Setelah itu jalan keluar akan menunjukkan pada Jembatan Harapan dimana jembatan ini sedikit menanjak. Ada sekitar 52 bendera negara dari seluruh dunia. Negara-negara tersebut adalah negara yang membantu Indonesia saat musibah datang.

Di sana juga ada film dokumenter mengenai bencana alam Tsunami dengan durasi sekitar 15 menit. Anda bisa berkunjung ke sana untuk melihat film tersebut agar lebih memahami situasi serta hal-hal yang berkaitan dengan Tsunami itu sendiri.

Itulah beberapa ruang utama dari Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu Tempat Wisata di Aceh yang bisa dikunjungi ketika sedang berada di sana. Selain itu masih ada fasilitas lain di sana seperti toko souvenir, tempat makan, dan sebagainya.

Harga Tiket Masuk

Anda bisa berkunjung ke Museum Tsunami di Aceh setiap hari kecuali hari Jumat, karena hari Jumat tempat ini tutup. Jam bukanya mulai pukul 09.00 – 12.00 dan akan buka kembali pada pukul 14.00 – 16.30. Kabar baiknya tidak diberlakukan harga tiket masuk untuk menuju museum ini, alias gratis. Sehingga objek wisata ini bisa menjadi slaah satu objek wisata yang direkomendasikan ketika berkunjung ke Aceh.

Lokasi dan Akses Museum Tsunami

Lokasi dari Museum Tsunami ini sendiri bisa dikatakan cukup terjangkau oleh wisatawan karena posisinya masih berada di tengah kota. Tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum karena lokasinya masih memungkinkan untuk dijangkau dengan kendaraan umum.

Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan angkutan kota yang disebut Labi-Labi oleh warga sekitar. Labi-Labi yang menuju Museum Tsunami adalah nomor 05 yaitu jurusan Terminal Punge – Ulee Lheu. Labi-Labi ini bisa Anda temukan di pangkalan di Terminal Keudah, yaitu di dekat Baiturrahman. Tarif Labi-Labi juga murah, yaitu hanya Rp 4.000 per orang.

Jika Anda menggunakan bentor yaitu becak bermotor, maka tarifnya kurang lebih Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per becak. Harga tersebut bisa dinegosiasi dengan penjajah becak. Angkutan kota dan bentor bisa dipilih sesuai dengan selera Anda masing-masing.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Museum Tsunami Aceh yang perlu diketahui. Ketahui juga Daftar Obyek Wisata di Aceh bagi Anda yang ingin berkunjung ke Aceh agar bisa menikmati wisata di sana sesuai dengan selera wisata Anda. Semoga penjelasan di atas bermanfaat untuk Anda.