Jangan Skidipapap Wisata Religi Di Sumut

Jangan Skidipapap Wisata Religi Di Sumut

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Wisata Religi Di Sumut. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Wisata Religi Di Sumut

Pagoda Taman Alam Lumbini
Di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo terdapat sebuah pagoda yang berdiri megah. Pagoda Taman Alam Lumbini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, sekaligus destinasi wisata untuk masyarakat umum.Wisata ini merupakan replika Pagoda Shwedagon yang berlokasi di Yangon, Myanmar dan dikelilingi taman seluas 3 hektar. Dengan tinggi 46,8 meter, panjang 68 meter dan lebar 68 meter, pagoda ini terlihat sangat mewah. Ditambah lagi dengan adanya 30 Rupang Arahat, 2.958 Rupang Buddha, dan 108 relik suci, pagoda tersebut tak kalah menakjubkan dengan tempat ibadah Agama Buddha lainnya yang telah populer.

Masjid Raya Medan
Masjid Raya Al-Mashun atau biasa dikenal Masjid Raya Medan merupakan salah satu peninggalan seorang Sultan Deli di Sumatera Utara yang bernama Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al-Mashun terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Sejak dibangun sampai saat ini, Masjid Raya Medan belum pernah direnovasi. Menurut salah seorang pengelola masjid, pemerintah daerah Sumatera Utara pernah merencanakan renovasi bagian-bagian Masjid Raya Al-Mashun yang telah rusak dimakan usia dan perluasan agar dapat menampung Jama’ah lebih banyak.Namun, karena ditentang dari berbagai pihak yang khawatir nilai-nilai seni dari gaya arsitektur asli bangunan ini hilang, akhirnya pemerintah daerah hanya menambah sarana penunjang masjid. Seperti penambahan tempat wudhu wanita pada tahun 1980, tanpa mengotak-atik bangunan utamanya.

Gereja Graha Maria Annai Velangkani
Gereja Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah bangunan megah di Medan yang dijadikan tempat beribadah bagi umat Katolik, sekaligus objek wisata. Gereja ini terletak di Kecamatan Tuntungan, Kelurahan Tanjung Selamat, di Jalan Sakura III, dekat Perumahan Taman Sakura Indah. Gereja Graha Maria Annai Velangkanni ini terbuka bagi siapapun, bahkan bagi para wisatawan yang hanya ingin melihat arsitek bangunan dan interior gereja. Lokasinya pun strategis, sehingga memudahkan akses transportasi. Lalu hal yang lebih penting adalah tidak ada biaya apapun. Para wisatawan juga dapat mengambil foto di bagian manapun, termasuk di tempat sembahyang.

Baca Juga : Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

Vihara Gunung Timur
Wisata religi lain yang bisa Teman Traveler kunjungi adalah Vihara Gunung Timur. Terletak di Jalan Hang Tuah, Medan, vihara satu ini memiliki suatu keunikan. Terdapat dua ajaran agama, yaitu Buddha dan Khonghucu. Selain itu, vihara di Medan ini ternyata terbuka untuk umum. Jadi, pengunjung dapat dengan leluasa melihat, memotret, merekam langsung tata-cara beribadah umat Khonghucu dan umat Buddha. Termasuk mengabadikan setiap inci bagian dalam vihara. Pengunjung yang beruntung akan bertemu dengan seorang seniman tua yang duduk di depan pintu masuk vihara. Ia bernyanyi lagu Bahasa Mandarin dan musiknya langsung dari mulutnya sendiri.

Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

1. Berada di dua provinsi
Taman Nasional Gunung Leuser punya luas 1.094.692 hektar. Secara administrasi, taman nasional ini berada di dua provinsi yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.10 Kabupaten/kota yang mengelilingi Taman Nasional Gunung Leuser adalah Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Dairi, Karo, Deli Serdang, dan Langkat. 4 Nama terakhir, berada di Sumatera Utara.

2. Punya 2 status internasional
Taman Nasional Gunung Leuser menyandang 2 status yang berskala global yaitu sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Kedua status tersebut ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritage Committee atas usulan pemerintah Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat.Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program Man and the Biosphere UNESCO (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam.Sedangkan World Heritage, disematkan oleh UNESCO dalam World Heritage Convention (Konvensi Warisan Dunia) yang berlangsung di Suzhou, Cina, pada tanggal 27 Juni sampai 7 Juli 2004. Taman Nasional Gunung Leuser menyusul Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz yang lebih dulu menyandang predikat World Heritage.

3. Laboratorium alam
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan laboratorium alam yang kaya keanekaragaman hayati. Taman nasional ini merupakan habitat sebagian besar fauna, mulai dari mamalia, burung, reptil, ampibia, ikan, dan invertebrata.Terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia di sana. Sayang, beberapa faunanya masuk dalam daftar hewan yang dilindungi seperti orang utan Sumatera (Pongo abelii), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus) dan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).”Hutan hujan di dataran rendah Indonesia khususnya ekosistem Leuser merupakan sisa habitat terbaik di dunia untuk Gajah Sumatera yang terancam punah. Di hutan ini, gajah purba bermigrasi dan masih ada sekawanan gajah liar di Sumatera. Tapi, perkebunan sawit memecah belah ekosistem hutan dan memotong migrasi gajah, sehingga sulit bagi keluarga gajah untuk menemukan sumber makanan yang cukup dan air,” tulis Leo (panggilan Leonardo Dicaprio), seperti dikutip dari fanpage pribadinya.

4. 4 Juta orang bergantung pada Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakat yang tinggal di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hampir 9 kabupaten tergantung pada jasa lingkungan taman nasional ini, yaitu berupa ketersediaan air konsumsi, air pengairan, penjaga kesuburan tanah, mengendalikan banjir, dan sebagainya.Hal itu menunjukkan bahwa peran dan fungsi kawasan hutan di ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser sangat besar dalam mendukung sistem penyangga kehidupan (life support system) dan keberlanjutan pembangunan (sustainable development).

5. Hutan dan cagar alam
Saking luasnya Taman Nasional Gunung Leuser, di dalamnya terdapat beberapa jenis hutan dan cagar alam. Mengutip situs resmi pariwisata Indonesia, hutan-hutan yang ada di sana adalah hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, dan hutan subalpine.Dengan berbagai ekosistem, taman nasional ini sebenarnya merupakan kelompok berbagai cagar alam dan hutan, yaitu Cagar Alam Gunung Leuser, Kappi Cagar Alam, Cagar Alam Kluet, Sikundur-Langkat Wildlife Reserve, Ketambe Research Station, Singkil Barat, dan Dolok Sembilin.

6. Waktu kunjungan terbaik
Situs resmi Departemen Kehutanan (Dephut) menjelaskan, waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser adalah bulan Juni sampai bulan Oktober. Cuaca sedang bersahabat, sehingga pengunjung tidak terlalu sulit untuk trekking.Biasanya, wisatawan yang datang ke Taman Nasional Gunung Leuser mengambil rute Medan-Bukit Lawang. Bukit Lawang ini merupakan bagian dari taman nasionalnya yang memang disiapkan sebagai destinasi wisata alam. Lokasinya di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Bahorok Langkat, Sumatera Utara. Perjalanan dari Medan, naik mobil sekitar 2 jam lamanya.

Baca Juga : Taman Labirin Gak Dikasih Pulang

7. Sungai Alas yang ‘membelah’ Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser memiliki Sungai Alas, yang disebut sebagai sungai terpanjang di Aceh. Sungai ini pun sering dijajal para traveler yang doyan bermain arung jeram. Tapi ingat, khusus yang profesional atau punya jam terbang yang tinggi.Sungai Alas, punya tingkat kesulitan grade 3 dan 4. Artinya, terdapat riam-riam yang diiringi gelombang-gelombang yang tidak terduga, gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan yang cukup tajam dan variasi kelokan yang cukup tajam.

8. 4 Lokasi wisata alam
Mengutip situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser, terdapat 4 lokasi wisata alam. Lokasi-lokasinya yaitu Bukit Lawang dan Tangkahan di Sumatera Utara, serta Kedah dan Lawe Gurah di Aceh. Di Bukit Lawang, kita bisa melihat orangutan Sumatera dari dekat.Di Tangkahan, terdapat air terjun dan gajah-gajah Sumatera. Masyarakat setempat sudah mengelola pariwisata dengan baik, serta menawarkan pengalaman untuk berinteraksi dengan gajah Sumatera dari dekat.Bagi para pendaki yang mau mendaki Gunung Leuser (3.404 mdpl), pintu masuknya adalah di Kedah. Sebuah dusun yang terletak di Desa Penosan Sepakat, Blang Jerango, Gayo Luwes, Aceh. Pendakian dari sini bisa 7 hari lamanya dan menawarkan petualangan yang dahsyat. Sedangkan di Lawe Gurah, adalah tempatnya pemandian air panas. Di sini, kita juga dapat melihat bunga rafflesia yang terkenal.