5 Pantai Menawan di Aceh

5 Pantai Menawan di Aceh – Aceh bukan hanya terkenal dengan banyaknya sejarah saja loh, tapi Aceh juga memiliki tempat-tempat wisata yang dapat membuat kamu ingin mengunjunginnya untuk berfoto kekinian disana. Salah satu destinasi terbaiknya adalah pantai.Secara geografis Aceh memang berbatasan dengan laut. Oleh karena itu tak heran jika garis pantai disana sangat panjang. Terlepas dari hal itu, provinsi ini memang telah menjadi daya tarik wisatawan khususnya pantai. Bahkan, beberapa pantai yang dulunya mengalami kerusakan akibat tsunami 2004 kini sudah dilakukan reklamasi.

Beragam jenis pantai di kota ini memiliki keindahan dan karakteristik masing-masing. Nah bagi Anda yang sedang kebingungan untuk mencari destinasi liburan yang tepat. Aceh bisa menjadi destinasi liburanmu yang tepat apalagi jika Anda menyukai keindahan alam laut dan semacamnya. Berikut rekomendasi wisata pantai di Aceh yang paling hits.

5 Pantai Menawan di Aceh

1. Pantai Ulee Lheue

Destinasi wisata pantai hits pertama yang harus Anda datangi ialah pantai Ulee Lheue. Salah satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi baik wisatawan lokal maupun luar. Di samping itu, pantai ini pernah mengalami kerusakan terparah akibat tsunami di tahun 2004. Meski begitu, pantai ini sudah di reklamasi dan telah menjadi primadona.

Warna pasir yang coklat dan arus yang tenang membuat nuansa pantai Ulee Lheue semakin nyaman. Agar liburanmu lebih seru, Anda bisa mendatangi pantai ini saat sore hari agar bisa melihat sunset sambil ditemani jagung bakar. Selain itu, fasilitas hiburan disini cukup lengkap seperti memancing, menyewa perahu, dan masih banyak lagi.

2. Pantai Iboih

Pantai berikutnya yang harus dikunjungi adalah pantai Iboeh. Pantai ini dikenal dengan surga yang tersembunyi karena bisa dibilang pantai masih belum ramai dikunjungi dan masih asri. Meski begitu, pantai Iboeh terasa sangat alami apalagi nuansa birunya yang indah dan cantik. Apalagi air lautnya masih sangat jernih bahkan Anda bisa melihat pasir putih yang masih bersih.

Pantai Iboeh terletak di salah satu pulau provinsi ini yaitu pulau weh. Menariknya, Anda dapat menyewa perahu untuk mengelilingi pantai ini. Tentu Anda akan dibuat terkagum-kagum dengan keasrian pantai ini.

Baca Juga :Wisata Kuliner Halal di Medan 

3. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuk merupakan salah satu pantai yang terkena dampak tsunami di tahun 2004. Walaupun sempat sepi pengunjung akibat pasca tsunami, pantai ini telah kembali ramai oleh para wisatawan.

Selain itu, pantai Lampuk memiliki 4 jalur masuk, agar bisa menuju ke ruas pantai Anda dapat memilih jalur yang diinginkan. Terdapat 4 jalur yakni babah 1, babah 2, babah 3, dan baba 4. Di jalur babah 2, terdapat konservasi penyu sehingga Anda dapat melihat pelestarian penyu dan melepas tukik penyu ke laut.

Di jalur baba 3, Anda dapat melakukan kegiatan surfing dan olahraga lainnya. Tak hanya itu, di pantai ini Anda juga bisa menikmati keseruan lainnya seperti berjemur, bermain banana boat dan berenang.

4. Pantai Anoi Itam

Berikutnya pantai Anoi Hitam, seperti namanya pantai ini memiliki pasir yang berwarna hitam. Mengapa warna pasir ini bisa hitam? karena pantai ini merupakan kawasan daerah hutan bakau. Dengan ciri khas pasir hitam yang eksotis, pantai ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Selain itu, Anda juga akan menemukan bunker peninggalan tentara jepang yang terletak di bukit pantai ini. Tak hanya itu, pantai ini juga terkenal dengan panorama bawah laut yang masih indah. Bahkan, terumbu karang disana masih terawat. Bagi Anda yang suka snorkeling atau berenang Anda dapat mengujungi destinasi wisata pantai yang satu ini.

2

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh – Aceh merupakan salah satu tempat yang sering kali terjadi bencana-bencana alam. Bencana alam yang seringkali terjadi adalah tsunami, gempa bumi dan masih ada beberapa bencana alam yang lainnya. Berikut adalah fakta mengenai museum tsunami Aceh yang mungkin belum kamu ketahui

1. Rancangan Ridwan Kamil

Nama Ridwan Kamil terkenal sebagai wali kota Bandung, namun banyak yang lupa kalau Museum Tsunami Aceh adalah salah satu karyanya. Sebelum menjadi wali kota Bandung, Ridwan Kamil sendiri merupakan seorang dosen jurusan arsitektur di ITB. Ridwan Kamil memenangkan ‘Sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh’ yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pada 17 Agustus 2007. Museum Tsunami Aceh terbuka untuk umum pada 8 Mei 2009.

2. Bangunannya mempunyai dua makna

Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami, tapi bila dilihat dari samping (bawah) tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

3. Didanai miliaran rupiah

Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desain yang dimenangkan M Ridwan Kamil, dosen ITB dan berhak atas dana Rp 100 juta. Museum ini sendiri menghabiskan 140 miliar untuk pembangunannya.

4. Seolah-olah merasakan tsunami

Tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan tsunami, namun pengunjung yang datang seolah dapat merasakan kejadian tsunami Aceh 11 tahun silam. Di dalamnya terdapat lima ruang tematik yang punya pesan masing-masing.

Baca Juga :6 Hotel Terbaik dan Ternyaman Di Aceh 

5. Ada nama para korban

Tsunami Aceh 2004 memakan korban jiwa hingga ratusan ribu, menyisakan nama korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ada satu ruangan bernama Space of Sorrow atau Sumur Doa, dimana pengunjung dapat melihat nama para korban Tsunami Aceh 2004. Berbagai nama korban tertera menempel di dinding ruangan Space of Sorrow.

6. Atap berbentuk gelombang laut

Apabila dilihat, atap Museum Tsunami Aceh terlihat menyerupai gelombang laut. Unik memang, dari luar saja kamu sudah dapat melihat esensi dari museum ini yang berfungsi sebagai monumen peringatan Tsunami Aceh tahun 2004. Suasana tsunami pun makin hadir saat pengunjung masuk ke Space of Fear, dimana pengunjung dapat merasakan suasana tsunami di lorong sempit yang dihiasi oleh suara gemericik air.

7. Desain dasarnya rumah panggung Aceh

Asal-muasalnya, Museum Tsunami Aceh mengambil ide dasar Rumoh Aceh. Nuansa Rumoh Aceh pun tampak pada lantai pertama museum yang dibuat menyerupai rumah panggung, dimana merupakan rumah tradisional orang Aceh. Ridwan Kamil memang menyelipkan berbagai unsur Aceh, Islam, hingga bencana Tsunami Aceh 2004 ke dalam desain bangunannya.

8. Juga sebagai tempat perlindungan tsunami

Desain Museum Tsunami Aceh disebut ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. Hebatnya, museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tapi sebagai tempat perlindungan dari bencana tsunami. Berkaca dari tragedi Tsunami Aceh 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai dimaksudkan untuk menampung penduduk.