Pemandian Batu Nongol (Tebing Tinggi)

Pemandian Batu Nongol (Tebing Tinggi)

Tempatwisatadisumatera.web.id – Dia baru berusia tiga tahun, tetapi tempat rekreasi ini selalu dibanjiri ribuan pengunjung setiap minggu. Selain aman, alkohol juga terasa nyaman. Sunardi Tolo, 40, sangat tertarik melihat peluang bisnis. Setelah penggalian bisnis C mulai habis, itu mengubahnya menjadi tempat untuk pemandian alami. Tanpa menyusut, Sunardi, yang akrab disapa Selik, membeli area seluas 6 hektar dan menghabiskan Rp. 1.500 juta untuk mengatur arena rekreasi.

Jadilah ”Pemandian Alam Batu Nongol” di desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis Sergai, seperti saat ini: dikunjungi ribuan orang. ”Saya memang terobsesi untuk menjadikan tempat masa kecil saya ini menjadi objek rekreasi,” kata Sunardi yang didampingi Sumantri, penanggungjawab Pemandian Batu Nongol. Dari penataan yang apik terlihat deretan pondok peristirahatan yang bersusun rapi di pinggiran Sungai Padang ini. Ada juga ”molen” (kinciran) dan sejumlah kantin. ”jangan harap disini ada minuman keras, kami larang itu,” katanya. Ia beralasan lokasi wisata ini memang ditujukan kepada keluarga dan ingin menjadikannya tempat yang ”bersih”. Itu sebabnya dilokasi ini belum ada tempat penginapan. ”Ini belum selesai lagi karena baru di tata setengahnya. Kalau nanti ada modal saya akan kembangkan terus untuk mewujudkan lokasi wisata yang lengkap,” ujar Sunardi. Soal tempat penginapan, Sunardi berencana akan menyediakannya tahun depan. Ia mengaku tidak mau terburu-buru karena harus berkonsultasi dengan masyarakat setempat dan alim ulama sehingga tidak menimbulkan image jelek di objek wisata ini.

Baca juga : Museum Kota Tebing Tinggi

Selain tempat penginapan, obsesinya melengkapi tempat itu dengan sarana permainan air seperti sepeda air, tempat luncuran anak-anak dan sarana lainnya. Kemudian di lokasi itu juga akan dibangun kebun binatang. Menariknya dalam mengembangkan lokasi ini, Sunardi melibatkan warga sekitar. Setidaknya ada 100-an warga yang menjadi ”partner” dalam bisnisnya ini. Mereka memperoleh persen hasil dari usaha pemandian ini. ”Saya membangun manajemen terbuka sehingga mereka tahu berapa pemasukannya. Dengan begitu mereka akan merasa memiliki dan mejaga lokasi ini,” bebernya. Soalnya keamanan pengunjung memang menjadi prioritasnya. Untuk itu sehari-harinya di beberapa titik rawan sungai disiapkan tim SAR. ”Kalau padat pengunjung kita siapkan 10 orang SAR”. Pengunjung yang datang ternyata bukan hanya dari sekitar kota Tebing Tinggi dan Sergai saja tetapi juga dari Pangkalan Brandan bahkan Rantau Perapat. Ramainya pengunjung ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan seperti dengan mendatangkan artis ibukota. ”April lalu Dewi Persik menghibur disini, setidaknya 15 ribu pengunjung yang datang,” aku Sunardi. Pemkab Sergai juga aktif mempromosikan lokasi Batu Nongol diberbagai kegiatan. Sunardi bercerita beberapa waktu setelah ikut berpameran di Jakarta, serombongan warga Jakarta datang ke lokasi tersebut. Mereka hendak menikmati suasana Batu Nongol. ”Mereka pikir ada penginapan disini jadi mereka datang Sabtu sore”, kata Sunardi. Atas hal-hal inilah Sunardi memantapkan tekad untuk menyediakan penginapan pada tahun depan. Kehadiran Pemandian Batu Nongol membuat banyak pilihan berwisata dan berekreasi karena selama ini Sergai lebih dikenal memiliki banyak tempat rekreasi pantai. Untuk melihat foto-foto dari lokasi ini silakan klik content “Sergai Dalam Foto’.

Related posts