Decak Kagum Di Depan Istana Pagaruyung

Decak Kagum Di Depan Istana Pagaruyung

tempatwisatadisumatera.web.id Apa yang bisa kita hasilkan sebagai jejak sejarah memang menjadi keinginan nomor satu untuk bisa dipertahankan. Salah satunya istana Pagaruyung yang berada di Sumatera Barat yang bisa menjadi jejak kerajaan Melayu di Nusantara. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Decak Kagum Di Depan Istana Pagaruyung Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Decak Kagum Di Depan Istana Pagaruyung

Mau berakhir pekan di Tanah Datar, Sumbar, sempatkan wisata ke Istana Pagaruyung. Traveler bisa menjelajahi berbagai sisi istana ini.Istano Baso Pagaruyuang, atau yang lebih dikenal dengan Istana Pagaruyung terletak di kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada awalnya istana ini dibangun sebagai kediaman keluarga Kerajaan Pagaruyung dan kini sudah beralih fungsi sebagai objek wisata.Istana Pagaruyung yang berdiri sekarang adalah replika karena istana yang asli pernah terbakar akibat kerusuhan pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali, namun kembali terbakar pada tahun 1966 dan 2007. Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian dokumen, kain-kain hiasan serta barang-barang berharga lainnya ikut terbakar.

Mengunjungi Istana Pagaruyung kita akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 25.00 untuk wisatawan mancanegara. Berjalan lurus dari gerbang Istana Pagaruyung akan tampak istana 3 tingkat yang begitu megah.Di kanan dan kirinya juga terdapat beberapa bangunan kecil sebagaimana kebanyakan rumah gadang seperti tempat lumbung padi, patung kerbau (hewan khas minangkabau) juga taman yang cocok untuk dijadikan tempat piknik bersama keluarga.Selain itu, tidak perlu khawatir akan letih mengelilingi komplek yang cukup luas ini, pasalnya di objek wisata ini terdapat kereta yang akan mengantarkan traveler mengelilingi kompleks istana.

Masuk ke dalam istana, kita harus melepas alas kaki. Beberapa pedagang tampak menjajakan kantong plastik untuk menyimpan sepatu bagi yang takut hilang. Begitu masuk terdengar suara nyanyian lagu-lagu Minang membuat saya merasakan vibes yang berbeda, rasanya semakin cinta dengan kampung halaman yang sudah lama tak dikunjungi ini.Istana ini berbentuk seperti rumah gadang, 3 tingkat, dengan hiasan ukiran yang sungguh indah. Tidak hanya di dindingnya tapi juga langit-langit istana. Warna-warni ukiran tersebut ditambah kain-kain hiasan yang berpadu indah membuat saya tak berhenti berdecak kagum.

Di lantai 1 terdapat 2 bagian yang lebih tinggi diujung kanan dan kiri, bagian ini disebut Anjuang. Anjuang yang sebelah kanan disebut Anjuang Rajo Babandiang sedangkan yang sebelah kiri disebut Anjuang Perak. Anjuang diperuntukkan untuk raja, baik untuk bermusyawarah, bermeditasi serta sebagai kamar tidur dengan permaisurinya.Selain itu, di lantai 1 terdapat 7 kamar untuk anak raja yang sudah menikah, anak yang paling tua menempati kamar yang paling kanan begitu seterusnya hingga anak yang termuda menempati kamar yang paling kiri.

Tepat di tengah ruangan, terdapat sebuah singgasana yang disebut Bunda Kanduang yang diduduki oleh ibunda raja sebagai tempat untuk mengawasi tamu-tamu yang datang dan mengawasi rapat atau perjamuan berjalan dengan baik. Karena fungsinya yang kini sebagai objek wisata, di lantai 1 juga terdapat beberapa etalase yang berisi barang-barang peninggalan kerajaan serta beberapa patung yang mengenakan pakaian khas Sumatera Barat.Berjalan ke arah belakang terdapat dapur dan tempat penyimpanan bahan makanan yang cukup luas dari ukuran dapur pada umumnya. Di Padang ini adalah hal yang wajar dan mayoritas rumah penduduk juga memilik dapur yang cukup besar, bahkan ada yang hampir sama luas dengan rumahnya sendiri.

Baca Juga : Mekarnya Bunga Rafflesia Di Palupuah Bukittingi

Terkadang beberapa rumah bahkan memiliki dapur yang terpisah dari kesatuan rumah. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat minang yang suka memasak dan makan, bisa dilihat dari banyaknya rumah makan padang yang tersebar baik di wilayah Sumatera Barat, ataupun di luar wilayah Sumatera Barat.Naik ke lantai 2 traveler akan melihat ruangan kosong yang cukup luas, ruangan ini disebut Anjuang Paranginan yang diperuntukkan sebagai kamar anak perempuan raja yang belum menikah. Dari lantai 2 ini kita bisa melihat bukit hijau yang ada dibelakang istana.Lantai ini luasnya lebih kecil dibandingkan lantai dibawahnya. Lanjut ke lantai 3, lantai ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat kebesaran raja seperti mahkota kerajaan. Lantai ini cukup kecil tapi sangat sejuk dengan angin yang berhembus semilir.Di istana ini juga disewakan pakaian adat minangkabau dengan biaya sewa Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak. Tak sedikit yang menjadikan ini sebagai ajang untuk berfoto keluarga atau foto kelompok. Apalagi banyak fotografer yang bersedia memotret traveler dan tak perlu menunggu lama foto tersebut dapat langsung dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Mekarnya Bunga Rafflesia Di Palupuah Bukittingi

Mekarnya Bunga Rafflesia Di Palupuah Bukittingi

tempatwisatadisumatera.web.id Apa yang kita anggap sebagai aset bisa kita manfaatkan sebagai pemasukkan negara,salah satu aset yang kita miliki yang bisa kita tawarkan sebagai tempat wisata adalah Bunga Rafflesia arnoldi.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mekarnya Bunga Rafflesia Di Palupuah Bukittingi.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mekarnya Bunga Rafflesia Di Palupuah Bukittingi

Bunga Rafflesia di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam yang dikenal dengan Batang Palupuh menjadi salah satu lokasi sebarannya yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Nagari ini berjarak lebih kurang 12 km dari Kota Wisata Bukittinggi. Keberadaannya menjadikan Penjajah Belanda melindungi hutan di Batang Palupuh pada tahun 1921 dengan menetapkannya sebagai Cagar Alam Batang Palupuh.

Pada masa sekarang ini, sepertinya tidak ada yang tidak kenal dengan Bunga Rafflesia adalah bunga terbesar dalam dunia tumbuhan dan kadang disebut Bunga Bangkai yang dikarenakan pada saat mekar akan mengeluarkan aroma busuk.

Joni yang sehari-hari menjadi guide untuk melihat Bunga Rafflesia di Cagar Alam menceritakan bahwasanya dalam proses mekar tersebut akan berlangsung seminggu dan kemudian akan layu lagi. Pada hari ini (Jumat 13/04), satu lagi individunya dalam proses menuju mekar sempurna di Batang Palupuh. “Mekar sempurnanya akan berlangsung besok siang dan masih ada satu knop lagi yang akan menyusul mekar dalam beberapa hari ke depan,” begitu menurut Joni. Dapat dilihat dari sekarang sampai tanggal 21 April 2018.

Baca Juga : Puncak Lawang Dan Keindahan Pemandangannya

Berdasarkan catatan sejarah dalam penelitian, pada akhir abad 18-an salah seorang peneliti Belanda pernah mencoba menanam Bunga Rafflesia arnoldi dari Bengkulu di Kebun Raya Bogor namun tidak berhasil mekar. Setelah itu tidak ada lagi catatan mengenai penanaman Rafflesia walaupun ada usaha untuk itu.

Barulah pada tahun 2010, Joni berhasil menanamnya hingga mekar dan Bunga tersebut tumbuh dan bertahan hidup hingga saat ini. Sebulan sebelum Rafflesia arnoldi yang ditanam mekar, bunga Rafflesia patma juga mekar di Kebun Raya Bogor.
“Pengalaman bertahun-tahun sebagai guide menemani banyak peneliti serta tamu yang tertarik dengan Bunga Rafflesia, menjadi pembelajaran berharga bagi saya sehingga saya berusaha dengan cara saya sendiri untuk menanamnya,” begitu Joni menutup ceritanya.

Puncak Lawang Dan Keindahan Pemandangannya

Puncak Lawang Dan Keindahan Pemandangannya

tempatwisatadisumatera.web.id Salah satu keindahan suatu daerah adalah bagaiman kita bisa menikmatinya secara visualisasi. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Puncak Lawang Dan Keindahan Pemandangannya. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Puncak Lawang Dan Keindahan Pemandangannya

Selamat datang di Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumbar. Dari atasnya, lihatlah perbukitan hijau yang ditutupi awan dan Danau Mananijau dari ketinggian.

Indonesia memang negeri yang tiada habisnya untuk diulas akan keindahan alamnya dan keramahan penduduknya. Sebelum berwisata keluar negeri, tidak ada salahnya kita menikmati cantiknya negeri ini dari provinsi Sumatera barat yang menjanjikan akan pesona alam dan budayanya yang tiada duanya dan bakalan membuat kita berdecak kagumi.Kali ini saya berkunjung ke destinasi yang terkenal akan kulinernya dan bahkan dinobatkan menjadi salah satu kuliner terbaik dan terlezat didunia dari versi CNN yaitu rendang, ya Sumatera Barat. Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau kita akan disambut oleh rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang memanjang ribuan kilometer membelah pulau Svarnadwipa – Sumatera. Rangkaian bukit yang masih terjaga dan terawat dengan baik ini memberikan kesejukan tersendiri untuk para pelancong yang baru saja tiba di kota Padang.

Dari kota Padang menuju Bukittinggi bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam tergantung dari arus lalu lintas yang biasanya cukup ramai di akhir pekan. Sepanjang perjalanan, mata kita akan dihibur dengan pemandangan elok hutan alam sbobet88 bola login yang sangat lebat dan awan serta kabut menyelimuti puncak bukitnya. Begitu memasuki kawasan padangpanjang, jalanan berkelok disisi hutan yang dialiri sungai menjadi hiburan tersendiri.

Puncak Lawang sendiri berada Kabupaten Agam dekat kota Bukittinggi. Begitu memasuki jalan menuju danau maninjau, wisatawan akan melihat keelokan alam sumatera barat yang begitu cantik. Kera-kera liar berada disisi jalan dan seakan mereka hendak menyambut kita. Perjalanan semakin mendaki hingga mencapai ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Kawasan ini juga terkenal sebagai penghasil sayuran segar yang hasilnya dijual keberbagai daerah disekililing provinsi Sumatera Barat seperti ke kota Pekanbaru dan bahkan ada yang diekspor ke Singapura. Tanahnya yang subur dan hawanya yang sejuk menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitarnya.

Kabut tipis mulai turun pada pukul 13.00 wib dan perlahan semakin menutupi jalan utama dan tidak lama sampailah kita diatas Puncak Lawang. Kawasan puncaknya juga terkenal sebagai tempat olahraga paralayang dan bahkan menjadi titik penerbangan perlombaan paralayang tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga : Janjang Koto Gadang Saingan Tembok Cina

Begitu kami turun dari bus, mata kami disuguhkan panorama Negeri di Atas Awan. Dari ketinggian sekitar 1.200 mdpl, sepanjang mata hanya ada kabut tebal dan kami tentu saja tidak lupa untuk melakukan swafoto. Sekitar 30 menit kemudian kabut tipis terbawa angin dan perlahan-lahan warna biru Danau Maninjau mulai tampak. Kami pun bersorak kegirangan karena pesona alamnya yang begitu indah.

Tapi tidak berlangsung lama, karena kabut tebal dan awan menutupi kawasan Danau Maninjau. Hawa dingin mulai menyeruak dan harum wangi kopi mengganggu konsentrasi kami dari warung-warung di samping Puncak Lawang. Kami pun bergegas menghangatkan diri dengan secangkir kopi harum asli dari Bukittinggi.

Perlahan kabut mulai menipis dan terbawa angin entah k emana, panorama Maninjau kini terlihat begitu mengagumkan. Inilah Indonesiaku! Indonesia yang begitu cantik dan tidak terlupakan. Subhanallah! Setelah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam dari Puncak Lawang ini, kami segera turun menuju Bukittinggi.

Janjang Koto Gadang Saingan Tembok Cina

Janjang Koto Gadang Saingan Tembok Cina

tempatwisatadisumatera.web.id Apa yang bisa menjadi replika selalu dijadikan duplikasi oleh Indonesia begitu juga dengan salah satu tempat wisata di Sumatera Barat yang menawarkan pemandangan absolut seperti tembok raksasa di Cina. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Janjang Koto Gadang Saingan Tembok Cina. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Janjang Koto Gadang Saingan Tembok Cina

Tembok Besar China merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia yang memiliki panjang sekitar 8.851 kilometer.Tidak hanya di China, Provinsi Sumatera Barat memilliki wisata serupa yang dinamakan Janjang Koto Gadang.Terletak di Kota Bukittinggi, Janjang Koto Gadang menawarkan wisata layaknya Tembok Besar China dengan pemandangan hutan dan tebing yang curam.Masyarakat sekitar menyebutnya dengan naman Janjang Saribu atau Tangga Seribu.

Namun oleh pemerintah, Janjang Saribu dibuat lebih menarik dengan cara didesain mirip dengan Tembok Besar China.Meski hanya memiliki panjang 1,5 kilometer dan tidak sebesar Tembok Besar China, jangan sekali-kali meremehkan medan Janjang Koto Gadang ini.Kamu harus mempersiapkan fisik dan mental sebelum menyusuri Janjang Koto Gadang karena terdapat ribuan anak tangga yang siap menguras dahaga.

Baca Juga : Jam Gadang Kembaran Big Ben Di Sumbar

Ada dua jalur akses yang bisa kamu pilih yaitu pintu Goa Jepang dan Ngarai Sianok.Jika kamu masuk dari pintu Goa Jepang, memiliki trek yang mudah karena banyak didominasi turunan.Sedangkan jika kamu melewati rute Ngarai Sianok, medan yang harus kamu lewati cukup menantang, karena banyak kelok dengan trek yang sempit.

Namun, kamu tidak perlu khawatir, pengelola Janjang Koto Gadang sudah menyiapkan beberapa titik untuk kamu beristirahat sejenak.Untuk menikmati panorama Janjang Koto Gadang, kamu tidak dipungut biaya retribusi, kok.Cukup bayar saja fasilitas parkir jika kamu membawa kendaraan pr

Jam Gadang Kembaran Big Ben Di Sumbar

Jam Gadang Kembaran Big Ben Di Sumbar

tempatwisatadisumatera.web.id Banyak pesona Indonesia yang bisa menjadi daya tarik untuk turis domestik atau mancanegara salah satuna Sumatera dengan berbagai aset yang mereka miliki salahsatunya Jam Gadang. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jam Gadang Kembaran Big Ben Di Sumbar. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jam Gadang Kembaran Big Ben Di Sumbar

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan objek wisata budaya Jam Gadang kini semakin indah dan eksotik setelah mengalami revitalisasi beberapa bulan lalu. Jam Gadang sekarang dihiasi dengan tarian air mancur yang disertai kerlap kerlip lampu berwarna warni.Kemudian bentuk taman yang ada di sekelilingnya juga diperbarui sehingga ikon Kota Wisata tersebut kini menjadi lebih menarik. Irwan berharap dengan revitalisasi Jam Gadang ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Bukitinggi.

“Ini tentunya akan menjadi lokasi tujuan kunjungan bagi masyarakat wisatawan. Mereka bisa menyaksikan langsung keberadaan air mancur menari yang warna-warni dan juga air terjun bertingkat yang cukup indah di taman pelestrian Jam gadang,” kata Irwan, Ahad.

Sejak dulu kata Irwan sebelum revitalisasi besar-besaran, Jam Gadang memang sudah menjadi tujuan bagi wisatawan. Karena jam gadang ini saksi sejarah Kota Bukitinggi sejak dari zaman penjajahan sampai sekarang.

Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker. Jam Gadang Bukittinggi disebut-sebut sebagai kembarannya Big Ben di Inggris, karena kedua jam tersebut sama-sama dibuat oleh Vortmann Relinghausen dari Jerman. Barang langka ini hanya diproduksi dua unit saja.

Sementara bangunan Jam gadang ini dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Ia selesai membangunnya pada tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden

Baca Juga : Pecahkan Strike Bowl Skud Di Medan

Keunikan dari Jam Gadang ini yaitu pada angka empat huruf romawi yaitu IIII bukan IV. Hal ini menjadi alasan kenapa wisatawan harus memilih Bukittinggi sebagai destinasi wisata untuk melihat langsung keunikan Jam Gadang ini.

Irwan berharap suasana baru Jam Gadang membuat wisatawan semakin ramai ke Bukittinggi dan Sumbar. Meningkatnya jumlah wisatawan kata akan akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat terutama yang bergerak di sektor UMKM.

Selama ini selain sebagai kota wisata alam dan budaya, Bukittinggi kata Irwan juga dikenal sebagai surga kuliner.

“Setiap wisatawan yang berkunjungan sebelum menikmati kuliner dan membawa oleh-oleh Bukittinggi tentu belumlah sempurna, karena itu jangan malu-malu berbelanja di Bukittinggi menikmati kesejukan, keindahan alam serta lezatnya dan nikmatnya kuliner yang ada disini,” ucap Irwan.

1 2 3 6