Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

1. Berada di dua provinsi
Taman Nasional Gunung Leuser punya luas 1.094.692 hektar. Secara administrasi, taman nasional ini berada di dua provinsi yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.10 Kabupaten/kota yang mengelilingi Taman Nasional Gunung Leuser adalah Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Dairi, Karo, Deli Serdang, dan Langkat. 4 Nama terakhir, berada di Sumatera Utara.

2. Punya 2 status internasional
Taman Nasional Gunung Leuser menyandang 2 status yang berskala global yaitu sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Kedua status tersebut ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritage Committee atas usulan pemerintah Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat.Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program Man and the Biosphere UNESCO (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam.Sedangkan World Heritage, disematkan oleh UNESCO dalam World Heritage Convention (Konvensi Warisan Dunia) yang berlangsung di Suzhou, Cina, pada tanggal 27 Juni sampai 7 Juli 2004. Taman Nasional Gunung Leuser menyusul Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz yang lebih dulu menyandang predikat World Heritage.

3. Laboratorium alam
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan laboratorium alam yang kaya keanekaragaman hayati. Taman nasional ini merupakan habitat sebagian besar fauna, mulai dari mamalia, burung, reptil, ampibia, ikan, dan invertebrata.Terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia di sana. Sayang, beberapa faunanya masuk dalam daftar hewan yang dilindungi seperti orang utan Sumatera (Pongo abelii), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus) dan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).”Hutan hujan di dataran rendah Indonesia khususnya ekosistem Leuser merupakan sisa habitat terbaik di dunia untuk Gajah Sumatera yang terancam punah. Di hutan ini, gajah purba bermigrasi dan masih ada sekawanan gajah liar di Sumatera. Tapi, perkebunan sawit memecah belah ekosistem hutan dan memotong migrasi gajah, sehingga sulit bagi keluarga gajah untuk menemukan sumber makanan yang cukup dan air,” tulis Leo (panggilan Leonardo Dicaprio), seperti dikutip dari fanpage pribadinya.

4. 4 Juta orang bergantung pada Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakat yang tinggal di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hampir 9 kabupaten tergantung pada jasa lingkungan taman nasional ini, yaitu berupa ketersediaan air konsumsi, air pengairan, penjaga kesuburan tanah, mengendalikan banjir, dan sebagainya.Hal itu menunjukkan bahwa peran dan fungsi kawasan hutan di ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser sangat besar dalam mendukung sistem penyangga kehidupan (life support system) dan keberlanjutan pembangunan (sustainable development).

5. Hutan dan cagar alam
Saking luasnya Taman Nasional Gunung Leuser, di dalamnya terdapat beberapa jenis hutan dan cagar alam. Mengutip situs resmi pariwisata Indonesia, hutan-hutan yang ada di sana adalah hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, dan hutan subalpine.Dengan berbagai ekosistem, taman nasional ini sebenarnya merupakan kelompok berbagai cagar alam dan hutan, yaitu Cagar Alam Gunung Leuser, Kappi Cagar Alam, Cagar Alam Kluet, Sikundur-Langkat Wildlife Reserve, Ketambe Research Station, Singkil Barat, dan Dolok Sembilin.

6. Waktu kunjungan terbaik
Situs resmi Departemen Kehutanan (Dephut) menjelaskan, waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser adalah bulan Juni sampai bulan Oktober. Cuaca sedang bersahabat, sehingga pengunjung tidak terlalu sulit untuk trekking.Biasanya, wisatawan yang datang ke Taman Nasional Gunung Leuser mengambil rute Medan-Bukit Lawang. Bukit Lawang ini merupakan bagian dari taman nasionalnya yang memang disiapkan sebagai destinasi wisata alam. Lokasinya di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Bahorok Langkat, Sumatera Utara. Perjalanan dari Medan, naik mobil sekitar 2 jam lamanya.

Baca Juga : Taman Labirin Gak Dikasih Pulang

7. Sungai Alas yang ‘membelah’ Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser memiliki Sungai Alas, yang disebut sebagai sungai terpanjang di Aceh. Sungai ini pun sering dijajal para traveler yang doyan bermain arung jeram. Tapi ingat, khusus yang profesional atau punya jam terbang yang tinggi.Sungai Alas, punya tingkat kesulitan grade 3 dan 4. Artinya, terdapat riam-riam yang diiringi gelombang-gelombang yang tidak terduga, gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan yang cukup tajam dan variasi kelokan yang cukup tajam.

8. 4 Lokasi wisata alam
Mengutip situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser, terdapat 4 lokasi wisata alam. Lokasi-lokasinya yaitu Bukit Lawang dan Tangkahan di Sumatera Utara, serta Kedah dan Lawe Gurah di Aceh. Di Bukit Lawang, kita bisa melihat orangutan Sumatera dari dekat.Di Tangkahan, terdapat air terjun dan gajah-gajah Sumatera. Masyarakat setempat sudah mengelola pariwisata dengan baik, serta menawarkan pengalaman untuk berinteraksi dengan gajah Sumatera dari dekat.Bagi para pendaki yang mau mendaki Gunung Leuser (3.404 mdpl), pintu masuknya adalah di Kedah. Sebuah dusun yang terletak di Desa Penosan Sepakat, Blang Jerango, Gayo Luwes, Aceh. Pendakian dari sini bisa 7 hari lamanya dan menawarkan petualangan yang dahsyat. Sedangkan di Lawe Gurah, adalah tempatnya pemandian air panas. Di sini, kita juga dapat melihat bunga rafflesia yang terkenal.

Kampung Ladang Wisatakan Instagrammu

Kampung Ladang Wisatakan Instagrammu

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Kampung Ladang. Yang bisa membawa memori Instagrammu menjadi lebih baik. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai wisata Ladang di Medan

Kegiatan berwisata bukan hanya sebagai sarana untuk menghambur-hamburkan uang dan bersenang-senang saja. Sebagai orang yang sibuk dengan kegiatan sehari-hari, entah berkutat dengan sekolah, perkuliahan, pekerjaan atau mengurus keluarga, pastinya pikiran kita lama-lama akan jenuh, penuh dengan kepenatan dan kebosanan. Hal tersebut sebenarnya juga tidak baik karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan emosi. Nah salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah pergi berlibur atau berwisata. Anda juga tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar kota atau ke luar negeri, lihat di kota anda sendiri, pasti ada spot atau tempat yg bisa anda manfaatkan untuk sekedar melepaskan penat. Seperti anda yang ada di Medan, Sumatra Utara, anda bisa mengajak keluarga ke tempat wisata Kampung Ladang.

Kampung Ladang mempunyai lokasi yang tepatnya berada di Jalan Tuntungan Tanjung Anom, Namorih, Pancur Batu, Namorih, Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Wisata alam memang dari dulu sampai sekarang pesonanya tidak pernah hilang sehingga banyak wisatawan yang sering memilih wisata alam untuk dikunjungi saat liburan. Di lahan seluas 10 hektar ini dulunya hanya sebuah ladang yang ditanami beberapa sayuran dan buah seperti jagung, rambutan dan yang lain. Hingga pada akhirnya di tahun 2006, sang pemilik pak Rudi Girsang merubah ladang menjadi sebuah wahana permainan outbond dan wisata alam dengan konsep pemandangan ladang dan pedesaan yang asri dan subur. Maka dari itu obyek wisata ini dinamakan Kampung Ladang.

Di sana pengunjung bisa mendapatkan view indah alam yang sangat elok, di sekelilingnya juga banyak tumbuhan dan pepohonan yang membuat udara di sana terasa sejuk walaupun siang hari. Selain itu di sana juga ada beberapa pondok yang dibangun dengan kolam berair jernih. Jika masih kurang dengan panorama tersebut, anda juga dapat menikmati pemandangan bunga yang warna-warni.Anda yang suka dengan tantangan atau ingin menguji nyali juga dapat bermain di wahana outbond yang ada di Kampung Ladang, dan tentunya flying fox yang dapat memberikan sensasi menantang bagi anda dan keluarga. Dengan berbagai hal yang ditawarkan tempat ini, tidak heran jika banyak wisatawan yang datang ke Kampung Ladang.

Fasilitas di Kampung Ladang
Masalah fasilitas di obyek wisata ini juga terbilang sudah cukup lengkap, jadi wisatawan tidak perlu risau. Beberapa fasilitas yang dapat anda manfaatkan adalah :

Lahan parkir
Di obyek wisata ini telah disediakan lahan parkir yang lumayan luas untuk menampung kendaraan dari para pengunjung. Tempat parkirnya juga ada petugas yang menjaga, jadi aman.

Wahana outbond
Anda yang ingin merasakan keseruan bersama dengan keluarga bisa mencoba bermain outbond atau flying fox di tempat ini.

Mushola
Apabila di tengah waktu petualangan anda di tempat ini ternyata telah masuk jam untuk sholat, anda yang muslim bisa langsung ke mushola untuk menunaikan ibadah.

Aula pertemuan
Pihak pengelola juga menyediakan sebuah aula pertemuan untuk siapapun yang butuh tempat untuk suatu acara.

Kantin
Biasanya setelah menghabiskan waktu bekeliling dan bermain anda merasa haus atau bahkan lapar. Nah di obyek wisata ini anda dapat menemukan kantin atau tempat makan yang menjajakan snack, makanan dan minuman.

Baca Juga : Cafe Cozy Outdoor Medan

Pondokan
Di sana juga ada beberapa pondok-pondok dengan kolam yang disewakan untuk para pengunjung.

Penginapan
Untuk anda yang ingin bermalam, di dekat obyek wisata ini anda dapat menemukan beberapa penginapan atau hotel dengan tarif yang cukup bervariasi.

Villa
Jika anda ingin bermalam di obyek wisata ini, anda dapat juga menyewa villa yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

Toko souvenir
Rasanya ada yang kurang jika kita meninggalkan obyek wisata ini tanpa buah tangan. Untungnya di sana ada toko souvenir dengan berbagai pernak-pernik dan merchandise yang bisa anda beli untuk saudara di rumah.

Toilet umum
Fasilitas yang satu ini juga tidak kalah penting. Untungnya anda bisa menemukannya di sana.

Hunting Foto di Kampung Ladang
Saat pergi berwisata pastinya anda tidak mau melewatkan kesempatan untuk memfoto pemandangan yang anda temui sepanjang perjalanan ke obyek wisata tersebut, jadi jangan sampai anda lupa untuk membawa kamera baik kamera handphone atau kamera professional yang dapat menghasilkan foto dengan kualitas lebih bagus. Panorama yang ada Kampung Ladang tentunya sangat cocok bagi orang-orang yang mengagumi alam, di sana anda bisa leluasa mengabadikan view indah ladang yang luas dan pepohonan tumbuh subur. Spot foto yang indah juga bisa anda temukan di taman yang banyak bunga berwarna-warni atau di dekat danau. Lalu saat bermain outbond atau flying fox, anda bisa meminta teman atau saudara untuk mengabadikan momen tersebut sebagai kenang-kenangan yang tak terlupakan. Dan karena keindahan obyek wisata ini, banyak pasangan yang mengadakan foto pre-wedding di sana.

Cara Akses ke Kampung Ladang
• Via udara : Sesampainya di Bandara Kuala Namu, anda langsung saja melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan rute : Jl. Tol Medan-Kuala Namu – Jl. Tol Belmera – Patumbak – Jl. Sisingamangaraja – Jl. Lintas Sumatera – Jl. Melati Raya – Kampung Ladang

• Via laut : Sesampainya di Pelabuhan Belawan, anda langsung saja melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dengan rute : Jl. R. Pelabuhan – Jl. Tol Belmera – Patumbak – Jl. Sisingamangaraja – Jl. Lintas Sumatera – Jl. Melati Raya – Kampung Ladang

• Via darat : Dari pusat kota, anda tinggal ikuti saja rute berikut ini : Jl. Guru Patimpus – Jl. Gatot Subroto – Jl. Sunggal – Jl. Lintas Sumatera – Jl. Bunga Asoka – Jl. Bunga Raya – Jl. Flamboyan Raya – Jl. Besar Tj. Anom – Kampung Ladang

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Kampung Ladang
Jam buka obyek wisata ini adalah setiap hari, dari jam 08.00 sampai 18.00 malam. Dan tiket masuknya hanya Rp. 5.000/orang.

Tempat Wisata DI Asahan

Tempat Wisata DI Asahan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Danau Teratai adalah salah satu danau yang terletak di desa Terusan Tengah, kabupaten Tinggi Raja, 19 km dari Kota Kisaran. Luas Danau Teratai adalah ± 100 ha, terdiri dari danau, rawa dan hutan bakau. Namun danau yang sudah mulai dikelola sebagai tempat wisata ini masih tergolong kecil. Fasilitas yang ada di Danau Teratai adalah dalam bentuk sepeda air, pengintai dan warung makan.

AIR TERJUN UNONG SISAPA
Air Terjun Unong Sisapa terletak di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ± 52 km dari ibu kota kabupaten. Dari pusat kecamatan lokasi Air Terjun Unong Sisapa berjarak ± 5 km.

AIR TERJUN SIMONANG MONANG
Air Terjun Simonang-monang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, ± 73 km dari kota Kisaran. Aktivitas yang biasa dilakukan pengunjung selain menikmati pemandangan yang indah adalah mandi di sekitar air terjun. Disini sering diadakan kontes pemilihan ratu dan pangeran simonang-monang bagi remaja. Keindahan air terjunnya membuat orang-orang ingin selalu mendatanginya.

AIR TERJUN PONOT
Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, ± 90 km dari Ibu Kota Kabupaten Kisaran. Air Terjun Ponot memiliki pemandangan yang sangat indah dengan ketinggian lebih kurang 250 m dan jatuhan airnya sampai-sampai seperti embun yang menyejukkan. Air terjun ini berasal dari anak Sungai Asahan, dimana air Sungai Asahan ini mengalir menuju Selat Malaka melahirkan Air Terjun Sigura-gura dan Air Terjun Tangga terkadang disebut juga sebagai Air Terjun Sampuran Siharimo yang membangkitkan arus listrik.

Baca juga : Vihara Gunung Timur

BEDENG
Bedeng merupakan suatu lokasi rekreasi di bagian Sungai Asahan, Wisata Bedeng berkembang disebabkan lokasinya yang strategis. Jembatan gantung ini terletak di daerah kilometer, Aek Song-songan. Jembatan ini dijadikan tempat wisata karena dibawah jembatan ini mengalir sungai asahan yang jernih sehingga tak jarang orang-orang datang kemari untuk mandi.

ARUNG JERAM SUNGAI ASAHAN
Setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat, peringkat ketiga jeram terbaik di dunia ditempati Sungai Asahan di Sumatera Utara. Tingkat kesulitan, tantangan, dan keindahan alam yang masih liar menjadi daya tarik tersendiri bagi Para petualang dan penggemar kegiatan luar ruangan.

Sungai Asahan khususnya di sekitar Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, memiliki potensi sebagai objek wisata minat khusus yang ideal. Potensi ini harus terus dikembangkan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas, khususnya para wisatawan mancanegara dan domestik.

PELABUHAN BAGAN ASAHAN
Pelabuhan Bagan Asahan terletak di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Pelabuhan Bagan Asahan adalah pelabuhan kapal yang ada di Kabupaten Asahan, namun sejauh ini masih dipergunakan oleh kapal-kapal nelayan, sedangkan kapal penumpang masih melalui Pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjung Balai. Penduduk sekitar banyak yang memanfaatkan dermaga sebagai tempat rekreasi, sebagai lokasi jalan-jalan sore, melihat sun set atau sun rise. Hal ini dapat di lihat pada gambar di samping. Wilayah Kabupaten Asahan memiliki garis pantai sepanjang ± 58 km menghadap Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

DANAU DI KELURAHAN KISARAN NAGA
Danau ini berada di Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat tepatnya di Jalan Ahmad Yani (Lintas Timur Pulau Sumatera). Sumber air danau ini berasal dari air hujan dan saluran kota.

Di tengah pulau ini terdapat pulau kecil yang membuat danau tersebut menjadi semakin unik. Kondisi danau tersebut saat ini terlihat masih kotor. Pulau kecil yang ada di tengah danau masih ditumbuhi tanaman liar. Namun di pinggir danau sudah terdapat jalan setapak dari semen. Sebagian jalan setapak ini terlihat sudah tidak terawat. Danau ini mempunyai potensi yang cukup besar sebagai lokasi atraksi wisata.

PASIRAN
Pasiran adalah bagian dari aliran Sungai Silau, yang berada di Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Jarak Sungai Pasiran ke Pusat Kecamatan ± 11 km, dan ke desa terdekat 5 km. Awalnya Pasiran ini dinamai Pantai Kahona oleh penduduk setempat, namun dengan semakin ramainya penduduk dari kecamatan lain mengunjungi sungai ini, mereka menyebutnya dengan Pasiran, karena pada badan sungai ini terdapat tumpukan pasiran kwarsa dengan lebar ± 12 m dan panjang ± 80 m.

Wisata Sumatera HILLPARK SIBOLANGIT GREEN HILL CITY

Wisata Sumatera HILLPARK SIBOLANGIT GREEN HILL CITY

tempatwisatadisumatera.web.id – Wisata Sumatera HILLPARK SIBOLANGIT GREEN HILL CITY, Berwisata ke tempat wahana bermain,Hillpark mirip dengan Dufan yang ada di Jakarta.

Dengan luas 20 hektar taman bermain, Hillpark terletak di tanah pegunungan Berastagi. Diatas ketinggian 550meter diatas permukaan laut sehingga memiliki udara yang lumayan sejuk.

Dengan tema permainannya The Heritage, Sesuai dengan judulnya, pastinya area ini dipenuhi dengan model bangunan kuno zaman kerajaan, seperti kastil.

Kastil disini ternama kastil Camelot. Diarea ini terdapat macam-macam permainan seru seperti, ombang-ambing, komedi putar, floor projection games, bom bom car, bumper boat, hingga tempat menonton film 4D juga ada disini.

Baca juga : Wisata Sumatera Taman Iman Sidikalang

Harga masuk HILLPARK

  • HTM: Rp 10.000 (untuk bermain di wahana lain lagi ya)

Buka jam

  • 08.00-18.00

Perlu di ingat selain merupakan tempat wisata wahana permainan, Hillpark merupakan perumahan di sekitarnya, disini anda juga bsia menyewa Villa untuk keluarga dan anda menginap disini.

Merasakan sejuknya suasana pegunungan Berastagi dan pemandangan nan indah pegunungan mungkin bisa jadi pilihan weekend anda.

Disini untuk fasilitas termasuk lengkap karena selain adanya penginapan di sekitar taman bermain, diarea permainan juga ada food court. Bila anak anak menyukai makanan cepat saji seperti KFC juga ada disini ya.

Wisata Alam Gunung Leuser

Wisata Alam Gunung Leuser

tempatwisatadisumatera.web.id – Suka berwisata ke alam atau gunung, atau anda sudah pernah tempat yang satu ini? kali ini kita akan membahas wisata alam di gunung leuser.

TNGL adalah kepanjangan dari Taman Nasional Gunung Leuser yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan pada tahun 1980 sebagai wisata cagar alam. wisata ini juga merupakan salah satu dari paru – paru dunia dan sejak tahun 2004 sudah terdaftar di UNESCO sebagai salah satu tempat yang dijadikan situs warisan dunia ( Cagar Biosfir). Taman Nasional Gunung Leuser terletak di ketinggian 3404 m dpl, dengan suhu udara berkisar 21° – 28° C dengan luas lahan sekitar 1.094.692 hektar.

Apabila Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan dapat menyaksikan berbagai macam keindahan alam mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan juga ada sumber air panas. disamping itu Anda juga bisa menyaksikan kehidupan baebagai macam satwa dan fauna yang kesemuanya adalah tergolong satwa dan fauna langkah dan dilindung. Beberapa contoh satwa langkah yang bisa anda temui disini seperti kucing hutan, orang hutan, harimau Sumatera, siamang, ular, rangkong, kupu-kupu, burung, badak Sumatera, gajah Sumatera, rusa sambar dan kambing hutan. sedangkan untuk fauna seperti bunga raflesia, bunga raksasa “Rhizanthes zippelnii” dan payung raksasa. tidak hanya itu Taman Nasional ini juga menyimpan kekayaan buah – buahan tropis seperti durian, rambutan, mangga, jeruk, alpukat, jambu biji dan juga pepaya. menarik bukan ?

Baca juga : Wisata Danau Lau Kawar

Banyak sekali pelajaran tentang alam yang bisa Anda peroleh di Gunung Leuser, karena disini nanti Anda akan benyak menemukan berbagai macam satwa dan fauna, Anda juga akan menemukan jenis monyet dengan rambut bergaya Mohawk yang bisa Anda beri makan langsung.

Tidak hanya itu di Gunung Leuser juga terdapat Gua Kelelawar, bentangan kebun karet, keindahan sawah yang semuanya dapat Anda kunjungi. Kemudian apabila Anda mengunjungi Desa Ketambe, Anda akan dapat merasakan sensasi meluncur dengan menggunakan ban di sungai Alas. Banyak sekali disekitar desa yang menyewakan Ban, jadi Anda tidak perlu kawatir tidak kebagian.

Kegiatan yang paling menantang di Gunung Leuser adalah pendakian ke Puncak Leuser, biasanya para pendaki akan memulainya di Desa Angasan yang merupakan titik awal pendakian ke Puncak Gunung Leuser. Waktu untuk menempuh pendakian biasanya antara 10 -14 hari perjalanan, jadi persiapan harus matang sebelum pendakian.

1 2