Fakta Unik Wisata Dikota Medanc

Fakta Unik Wisata Dikota Medan

tempatwisatadisumatera.web.id – Fakta Unik Wisata Dikota Medan, Horas Medan!! adalah semboyan untuk kota terbesar ke tiga di Indonesia ini, Di Medan selain wisata alam dan kota nya yang luar biasa, ternyata ada berbagai fakta unik dari kota Medan ini.

Yuk simak bagi yang berminat untuk traveling ke kota Medan.

  • Selalu Marah-marah

Sebenarnya itu hanya kesannya aja sih, nggak beneran marah. Ketika ngobrol orang Medan memang seperti marah-marah karena intonasi suaranya yang besar dan terkesan meledak-ledak. Gimana menanggapinya? Selaw aja, Guys!

  • Ngomongnya Suka Nggak jelas

“Cak kau apakan dulu itu supaya apa…”

Biar D! terjemahkan ya, maksudnya adalah dia meminta temannya untuk melakukan sesuatu supaya jadinya bener. Tapi karena memang gaya ngobrol orang Medan seperti itu jadi nggak jelas. Tapi, lucunya sesama orang Medan bisa paham lho.

Baca juga : Cara Menikmati Traveling Ke Brastagi

  • Hampir Semua Orang Medan Punya Kereta

Walaupun kereta bukan transportasi yang umum seperti di Jakarta tapi hampir semua orang Medan punya kereta! Eits…jangan bingung dulu bukan kereta beneran ataupun kereta-keretaan. Maksudnya kereta di sini adalah sepeda motor! Jadi, orang Medan memang menyebut sepeda motor sebagai kereta dan motor sebagai mobil.

  • Bisa Melewati Jalan Raya di Medan Bakal Sukses Dimana Aja Deh!

Pengguna kendaraan di Medan punya kebiasaan yang mendarah-daging, kalau lampu merah ngebut sedangkan lampu hijau malah nggak mau jalan. Ini nih, yang bikin bawa mobil/motor di Medan melebihi ketemu sama gebetan—deg-degannya ampun-ampunan. Belum lagi supir angkutan umum yang “hobi” menghentikan kendaraannya di tengah jalan.

Yah, kurang lebih sama seperti supir Kopaja dan Kopami di Jakarta yang memang kebanyakan berasal dari Medan. Makanya ada yang bilang, sukses melewati jalan raya di Medan bakal bisa bawa kendaraan kemana aja deh! Sama satu lagi nih, pengguna sepeda motornya banyak yang jalannya suka lawan arah!

  • Makanannya Enak-enak

Siap-siap untuk menambah berat badan kalau sedang di Medan. Makanannya “surga” bangeeeeeeet. Mau jajanan kaki lima, wisata kuliner malamnya, Chinese food-nya, sampai makanan yang di mall pun enak bangetss. Makanya kalau datang ke Medan, wajib mengendurkan ikat pinggang untuk berburu kuliner *lap iler*.

  • Jangan Melewatkan yang Satu Ini

Ke Medan nggak makan durian? Basi bangeet sih Lo! Wajib kale ke Medan dan mencicipi salah satu durian terenak di Indonesia. Yang paling popular adalah Ucok Durian yang lokasinya di kawasan Pringgan ataupun Pancake Durian—kalau nggak mau direpotin dengan membelah-belah kulit durian. Well, kalau sedang musimnya cukup modal Rp 20.000 aja udah bisa puas makannya. Asal ingat kolesterol aja nih, Pop Patriotics!

  • Becak Motor Kendaraan Khas Medan

Medan nggak begitu familiar dengan fasilitas ojek. Dulu aja, waktu bandara masih di Polonia sebagian orang menggunakan ojek. Nah, kalau di tempat-tempat lain ada ojek, di Medan mengenal becak motor, transportasi merakyat sekaligus romantis pada eranya. Ada aja lho, pasangan-pasangan yang menggunakan becak untuk pacaran, menikmati malam dengan rintik hujan….dulu sih. Buat kamu yang berencana ke Medan jangan lupa mencoba becak motor ya!

  • Nggak Semuanya Juga Orang Batak Kalee

Medan memang identik dengan Batak tapi nggak semua penduduk Medan itu orang Batak juga. Ada macam-macam suku di Medan; Jawa, Melayu, Aceh dan lain-lain. Tapi karena tinggal dan menetap di Medan, logat ataupun dialeknya jadi terdengar sama.

  • Hati-hati diMaki orang Medan

Yup, balik lagi ke nomor 1, gaya bicara orang Medan memang terkesan suka marah-marah. Dan nggak seperti di Jakarta yang menyebut “Lo” atau “Kamu” di Medan cara menyapanya adalah “Kau” ataupun “Ko”. Begitulah, buat yang nggak terbiasa akan terkejut dan buat yang agak lebay bakal nangis sambil memegang dada dan ngomong, “Aku salah apaaaaaaaa!”

  • Danau Toba Bukan di Medan

Buat Pop Patriotics yang nanti sampai di Medan, jangan sampai norak ya bilang-bilang; “Hore, aku udah sampai di Danau Toba!” Danau Toba nggak di Medan tapi di Samosir—sekira 4 jam dari kota Medan.

  • Jangan Terkejut Kalau Kamu Ketemu Mantan!

“Mau yang mana sayang, ke sini yok!”
“Kakak sayang, mampir dululah Kak..”

Jangan terkejut kalau mendadak kamu dipanggil sayang sama hampir semua orang di Pasar Petisah. Mendadak kamu yang jomblo jadi punya pacar dan kamu yang baru putus seakan ketemu mantan. Kenapa bisa begitu?? Jangan heran ya…mereka bukanlah mantan ataupun yayang yang sebenarnya. Kebiasaan Mba-mba penjual di Pasar Petisah memang begitu, sok akrab untuk menawarkan jualannya. Tapi lucu juga tuh, kalau belum pernah dipanggil sayang sama gebetan, main-main aja ke Petisah, hehehe…

Cara Menikmati Traveling Ke Brastagi

Cara Menikmati Traveling Ke Brastagi

tempatwisatadisumatera.web.id – Cara Menikmati Traveling Ke Brastagi, Berastagi saat ini adalah salah satu tujuan wisata terfavorit bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, terkhusus buat mereka yang cuma punya jatah liburan satu hari aja. Mau dipake untuk jalan ke luar negeri rasanya mustahil banget, apalagi mau umroh. Ngimpiii deh.

Alasan yang menjadikan Berastagi dan sekitarnya menjadi pilihan utama sangat jelas, kesejukan udaranya dan beragam jenis potensi wisatanya. Mulai dari wisata alami hingga wisata buatan tersedia di wilayah Tanah Karo ini.

Mungkin kamu bertanya — tanya, gimana ya caranya bisa memanfaatkan waktu libur yang cuma sehari tapi bisa menikmati sensasi Berastagi dengan cara yang berbeda dan anti mainstream? Mungkin tips berikut ini bisa kamu coba guys bareng temen — temen kamu.

One day trip to Berastagi, liburan menarik yang gak biasa. Sekali tarik gas, dua tiga tempat wisata terlampaui.

1. Penatapan, Tempat Pertama Yang Harus Kamu Singgahi.
Perjalanan kita mulai dari Kota Medan, disarankan buat kamu yang mau nyobain tips ini harus memulai perjalanan paling lama jam 09.00 pagi. Dan disaranin lagi nge-trip nya pake motor, supaya ngerasain segernya udara dan debu disepanjang perjalanan. Hehe

Anggaplah kamu berangkat jam 09.00 pagi, dengan berjalan santai dengan kecepatan 50–60 km/jam diperkirakan kamu akan tiba di Penatapan sejam kemudian alias jam 10 pagi. Nah, Penatapan adalah tempat wisata pertama yang harus kamu singgahi guys.

Baca juga : Cara Menikmati Danau Toba

Ngapain aja di Penatapan? Disini kamu bisa menyantap sajian kuliner yang tersedia. Ada mie instan yang emang cocok di santap pas cuaca dingin, kue — kue basah dan jangan lupa teh panas yang bisa ngangetin tubuh kamu

Sambil menikmati deru air terjun Sikulikkap yang tepat berada dibawah kafe — kafe yang ada di pinggir jalan Penatapan dan juga sambil menikmati pemandangan hijaunya pepohonan dan monyet — monyet liar akan membuat liburan kamu semakin menarik

2. Selfie di Taman Alam Lumbini
Setelah puas nyantai di Penatapan, kenyang dengan makanan yang disajikan. Saatnya perjalanan kembali dilanjutkan. Di penatapan jangan lama — lama, cukup 1 jam aja yah. Ntar tempat wisata menarik di Berastagi yang lain gak kesampaian.

Taman Alam Lumbini adalah sebuah pagoda cantik yang ada di Berastagi. Replika pagoda Swedagon ini merupakan pagoda tertinggi yang ada di Indonesia.

Jarak tempuh dari Penatapan ke lokasi ini sekitar 30 menit. Kalau kamu berangkat sekitar pukul 11.00 wib, berarti kamu akan tiba disini pukul 11.30 wib

Untuk menuju lokasi ini mudah kok, sebelum memasuki kawasan tempat ibadah ummat Hindu ini kamu akan ketemu pertigaan, ditengah pertigaan tersebut terdapat sebuah tugu jeruk. Kamu belok ke kiri dan jalan terus sekitar 1 kilometer.

Tepat di sebelah kanan ada jalan kecil ditandai dengan baliho Taman Alam Lumbini, ikuti jalan tersebut. Disepanjang jalan tersebut kamu akan disuguhi pemandangan perkebunan strowberry, tomat dan sayuran lainnya. Dan gak jauh dari situ pagoda berwarna keemasan sudah terlihat kok.

Di Taman Alam Lumbini banyak spot menarik yang bisa kamu lihat selain dari pagoda berwarna emas itu sendiri guys. Di areal pagoda terdapat taman yang cantik dan lembah yang sudah dikelola dengan sangat baik. Cocok untuk wisata keluarga.

Tiket masuk ke lokasi ini gratis, dan parkirannya pun gratis. Tapi, kalau kesini jangan lewat dari jam 17.00 sore yah, kamu gak akan dibolehin masuk lagi. Karena udah masuk jadwal ibadahnya ummat Hindu.

3. Menyusuri Perkebunan Strawberry Berastagi
Setelah jam menunjukkan pukul 12.00 wib, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke kebun Strowberry. Pada trip ini Tempat Asik menyarankan kamu agar pergi ke kebun strowberry yang gak jauh dari simpang Tugu Jeruk. Karena ini berkaitan dengan tujuan wisata berikutnya yaitu Gundaling Farm.

Sebenarnya kamu juga bisa mampir ke kebun strowberry yang ada di dekat Taman Alam Lumbini tadi, tapi kebun strowberry yang satu ini punya pemandangan lebih menarik guys.

Kebun strowbery ini terletak gak jauh dari Tugu Jeruk (tugu yang ada buah jeruknya) di sebelah kiri jalan atau persimpangan Taman Alam Lumbini. Dari persimpangan ini kamu perlu berjalan sekitar 400 meter ke persimpangan yang jalannya agak mendaki di sebelah kanan. Tandanya di persimpangan ini banyak berdiri baliho.

Nah, belok kanan deh. Kebun strowberry nya gak jauh dari simpang tersebut, hanya sekitar 100 meter aja udah keliatan hamparan strowberry di sebelah kiri. Disini kamu bisa selfi — selfi dan petik strowberry pastinya.

Disini gak perlu berlama — lama guys, setengah jam aja udah cukup kok. karena masih ada tempat wisata lain yang harus kamu kunjungi.

4.Minum Susu di Langsung di Peternakan Sapi
Setelah puas memetik strowberry, saatnya lanjut otewe ke destinasi wisata berikutnya, yaitu Gundaling Farm Berastagi. Apa itu Gundaling Farm Berastagi? Gundaling Farm adalah sebuah perusahaan yang memproduksi susu sapi segar, dan merupakan tempat wisata edukasi yang ada di Berastagi.

Jarak dari kebun Strowberry menuju lokasi peternakan sapi ini sekitar 4 kilometer. Disepanjang jalan kamu akan ditemani pepohonan — pepohonan rindang dan suasana yang sangat segar, karena kawasan ini masih asri banget. Hutannya masih terlindungi.

Setelah nyampe diparkiran Gundaling Farm Berastagi, kamu bisa menikmati suasana tempat ini. Pilih tempat duduk, pesan susu segar atau yogurt nya dan santap deh rame — rame. Disarankan agar kalian bawa bontot alias nasi bungkus dari rumah. Karena diperkirakan kalian nyampe di lokasi ini sekitar pukul 12.45 siang. Jadi pas jam makan siang kaan.

Di Gundaling Farm Berastagi terdapat kursi — kursi yang nyaman yang sengaja disediakan untuk tamu yang berwisata ke tempat ini. Harga susu segar nya juga relatif murah kok guys, mulai dari 3000 rupiah sampe puluhan ribu ada disini.

5. Menuju Pasar Buah Berastagi
Puas istirahat dan minum susu, yuk lanjut lagi tour nya. Jam udah menunjukkan pukul 14.00 wib, kali ini kita ke pasar buah Berastagi yang terkenal itu. Keluar dari gerbang Gundaling Farm langsung belok kiri yah. Karena dari sini jarak nya lebih dekat ke pasar buah ataupun bukit Gundaling, Cuma 1 kilometer ajah.

Di sepanjang perjalanan kamu akan melihat kearifan lokal Berastagi. Halaman — halaman warga banyak dijadikan lahan pertanian mereka. Kamu akan melihat bawang, kol dan sayuran lainnya tumbuh subur di sepanjang jalan menuju pasar buah Berastagi melalui jalan ini.

Saat di pasar buah apa yang akan dilakukan? Disini kamu bisa belanja pernak — pernik khas Berastagi Tanah Karo. Buah dan sayuran disini juga seger — seger loh. Kamu juga akan menemui banyak wisatawan bule disini, mereka bisasnya belanja oleh — oleh juga disini.

6. Menyaksikan Keindahan Sinabung di Bukit Gundaling
Setelah puas satu jam berbelanja di pasar buah Berastagi, saatnya nongkrong di bukit Gundaling. Sekitar pukul 15.00 wib kamu bisa naik ke puncak Gundaling. Parkirkan kendaraan dan mulailah menjelajah bukit Gundaling.

Jangan lupa foto dengan latar belakang gunung Sinabung yah, atau selfie bareng patung — patung yang ada disini, bukti kalau kamu udah nyampe kesini. Hehe.

Puas menjajal trek bukit Gundaling yang ekstreem itu, kamu bisa mampir di salah satu kafe yang berada di tepi jurang bukit gundaling. Kalau Tempat Asik sih senengnya yang view nya menghadap Kota Berastagi guys. Selain makanannya enak, tempatnya juga lumayan menarik lah.

Disini kamu bisa tiduran sejenak, mungkin kamu ngantuk setelah hampir setengah hari keluyuran. Kamu bisa mengumpulkan tenaga kembali di kafe — kafe tersebut sambil tiduran.

7. Santap Kuliner Pinggir Jalan Berastagi
Ketika waktu menunjukkan jam 17.00 sore, itu tandanya kamu harus bergegas turun dari puncak Gundaling. Saatnya ubrak abrik wisata kuliner yang ada di Kota Berastagi.

Saat menjelang sore sekitar pukul 17.00 wib, pedagang makanan kaki lima akan mulai menggelar lapak mereka di sepanjang jalan Veteran Berastagi. Kamu bisa pilih salah satu warung yang ada disini guys.

Kalau belum ketemu warung yang cocok, atau tenda — tendanya belum rampung berdiri, kamu bisa menghabiskan waktu sejenak dengan berkunjung ke Desa Raya. Desa Raya adalah desa penghasil bunga di Berastagi, seperti bunga krissan dan jenis bunga lainnya.

Di Desa Raya banyak dijumpai kebun — kebun bunga yang cantik dan eksotis, nah kamu bisa foto — foto disana sepuasnya. Mau belanja bunga untuk sang kekasih juga boleh kok. Dijamin lebih murah daripada kamu beli di Kota Medan. Hehe

8. Mandi dulu di Di Pemandian Alam Lau Sidebuk — Debuk sebelum Pulang
Setelah puas menyantap kuliner jalanan Berastagi, udah saatnya kembali ke rumah masing — masing. Karena waktu udah menunjukkan pukul 19.00 wib.Tapi, sebelum nyampe rumah singgah dulu lah di pemandian alam Lau Sidebuk Debuk yang terkenal itu guys.

Untuk mengimbangi dinginnya malam di dataran tinggi Tanah Karo, gak salah kalo kamu nyobain mandi air belerang yang panas. Pemandian yang cukup terkenal dikalangan wisatawan ini buka sampe pagi alias 24 jam guys.

Kamu bisa tentukan sendiri mau mandi di kolam yang mana, biaya tiket masuk per orang nya relatif murah kok, sekitar 10 ribu rupiah aja, kamu udah bisa merasakan sensasi air belerang sepuasnya.

Setelah puas berendam di kolam air panas, baru deh bergegas pulang. Dan bisa dipastikan kamu akan merasakan kelelahan yang luar biasa, tapi cape nya gak sebanding kok dengan tour dengan paket lengkap yang udah kamu lakukan.

Cara Menikmati Danau Toba

Cara Menikmati Danau Toba

tempatwisatadisumatera.web.id – Cara Menikmati Danau Toba, Danau Toba sebagai danau terluas dan terdalam Se-Asia Tenggara dikelilingi oleh 7 kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Hal inilah yang membuat danau ini bisa dilihat dari berbagai tempat dengan sudut pandang serta meiliki ragam budaya dari masyarakat sekitaran Danau Toba.

Selain sudut pandang meilhatnya yang berbeda, keindahan Danau Toba juga bisa dilihat dengan mengikuti beberapa aktivitas dan melihat berbagai sajian budaya yang ada. Agar semua keistimewaan tersebut tidak ada yang terlewatkan ini dia cara terbaik untuk menikmati Danau Toba:

Pertama sediakan waktu 3 hari 2 Malam
Untuk bisa mendapatkan pengalaman dan momen terbaik dalam penjelajahan di Danau Toba, kamu harus menyediakan waktu selama 3 hari 2 malam. Ini adalah waktu yang harus disediakan jika kamu tidak mau ketinggalan beberapa hal menarik yang ada di sekitaran Danau Toba secara maksimal.

Baca juga : Transportasi Dari Medan ke Kota Berastagi

Ini adalah perhitungan waktu dengan estimasi tiba di pagi hari baik dari Bandara Silangit atau berangkat dari Medan. Pagi hari kamu harus sudah di Desa Parapat, salah satu gerbang masuk untuk memulai penjelajahan Danau Toba.

Penjelajahan dimulai dari Parapat yang ramai oleh pergerakan industri pariwisata. Di sinilah wisatawan lokal yang menikmati Danau Toba biasanya menghabiskan waktu liburan dengan mandi di tepi danau, naik bebek-bebek dan berpesta.

Wajib Menyeberang ke Pulau Samosir dan Singgah di Batu Gantung
Pulau Samosir adalah sumber penghasil kebudayaan serta berbagai kesenian yang ada di Danau Toba. Pulau yang dihuni oleh mayoritas etnis Batak Toba ini menyimpan legenda, kesenian, dan budaya yang menarik untuk ditelusuri. Untuk menuju ke Samosir, menyeberanglah menggunakan kapal yang biasanya digunakan oleh masyarakat yang ada di pelabuhan Tiga Ras atau Ajibata.

Wisatawan lebih banyak menggunakan kapal di Tiga Ras, karena di sini kita bisa request untuk mampir melihat Legenda Batu Gantung. Sementara jika kita naik dari pelabuhan Ajibata, kapal akan lebih banyak membawa penduduk lokal yang membawa berbagai kebutuhan pokok dan jarang mau mampir ke Batu Gantung.

Menginap di Tuk-Tuk, Kawasan Wisata Nyaman dan Tenang
Desa Tuk-Tuk adalah lokasi yang tepat untuk menikmati Danau Toba dengan nyaman dan tenang. Tidak seperti Parapat yang penuh dengan hingar bingar wisatawan dan musik keras. Di sini kamu justru akan menemukan hotel-hotel dengan konsep eco resort dan dengan design yang banyak berbentuk rumah adat dan ketenangan tentunya. Beberapa hotel menyediakan fasilitas Kayak yang bisa kamu gunakan untuk menikmati Danau Toba saat pagi atau sore hari.

Dari Tuk-Tuk Bersepeda ke Desa Tomok dan Ambarita
Setelah makan siang di hotel bersiaplah karena kamu wajib mengunjungi desa tetangga yaitu Desa Tomok dan Ambarita. Kedua desa ini bisa dijangkau dengan menggunakan sepeda yang banyak disewakan di kawasan Tuk-Tuk. Sepanjang perjalanan kamu akan menikmati sejuknya perbukitan di tepi danau serta sawah milik penduduk.

Museum, Makam Raja, Menari Bersama Si Gale-Gale Serta Melihat Kampung Kanibal
Saat berkunjung ke Desa Tomok kamu wajib mampir ke Museum Batak dan mencoba menggunakan pakaian adat Batak serta melihat benda-benda peninggalan zaman dahulu. Di desa kecil ini juga kamu akan melihat Makam Raja Sidabutar dan mendengar cerita semasa ia hidup, yang paling seru dan tak boleh terlewatkan adalah menari bersama patung Si Gale-Gale. Sementara di Desa Ambarita kamu akan mengunjungi sebuah kampung kanibal.Huta Siallagan yang terdapat batu-batu sebagai bukti sejarah praktik kanibalisme di kampung ini.

Menuju Desa Pangururan dan Mampir ke Museum Simanindo
Perjalanan selanjutnya di hari yang berbeda kamu harus menuju Desa Sianjur Mula-Mula melewati Desa Pangururan. Di sepanjang perjalnan kamu akan disuguhi oleh bukit gundul khas Danau Toba serta rumah-rumah adat yang masih banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu perkampungan dengan rumah adat yang menyimpan sejarah adalah di Museum Huta Bolon Simanindo.

Negeri Ajaib dan Sakral, Desa Sianjur Mula-Mula
Jika kamu adalah pembaca seri Supernova nya Dee, kamu bakal tahu lokasi yang satu ini. Desa Sianjur Mula-Mula juga sering disebut sebagai negeri nenek moyang bangsaBatak di sini terdapat sebuah bukit sakral bernama Pusuk Buhit yang dipercaya sebagai tempat turunnya manusia pertama di bumi ini. Pemandangan yang menakjubkan serta objek wisata yang identik dengan kesakralan akan banyak kamu temukan di sini seperti Air Tujuh Rasa, Batu Hobon, dan monumen ketururnan Raja Batak. DI sini kamu juga bakal banyak menjumpai mangkuk-mangkuk putih yang berisi air, jeruk purut serta sirih sebabagai media penghormatan dan berdoa.

Berkemah di Puncak Pusuk Buhit atau Menginap di Rumah Hobon
Ini akan menjadi salah satu pengalaman paling menarik buat mu dalam rangka menelusuri Tanah Batak. Tak hanya sekedar mengecap keindahan Danau Toba, di sini kamu bisa melihat kepercayaan asli masyarakat Batak (Malim) serta melihat bagaimana kepercayaan itu menyatu dalam sisi-sisi kehidupan masyarakat melalui akfitas ziarah ke Puncak Pusuk Buhit.

Dari puncak, kamu juga akan melihat pemandangan Danau Toba serta pertunjukan kerlap kerlip lampu dari Kota Pangururan yang menakjubkan. Jika stamina tidak cukup untuk mendaki karena membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan jalur menanjak, menginap di rumah adat di desa ini adalah pilihan yang juga tak kalah menarik. Namun sebelumnya pastikan dulu warga yang memiliki rumah Hobon tersebut bersedia untuk menampungmu.

Melihat Perbukitan Indah dan Danau Toba dari Menara Pandang Tele
Setelah mengakhiri semua perjalan di Desa Sianjur Mula-Mula saatnya perjalanan pulang ke Medan. Namun, petulangan belum berakhir. Masih ada kawasaan Tele dengan jalur perjalanan yang berliku serta tebing-tebing hijau yang curam dan barisan pohon cemara. Di sini juga terdapat menara pnadang untuk menikati Danau Toba. Menara pandang Tele adalah salah satu spot favorit wisatawan yang ingin menikmati Danau Toba dari ketinggian.

Santap Ikan Nainiuran dan Sambal Tuk-Tuk di Tongging
Masih dalam perjalanan pulang, kamu juga harus mampir di daerah Tongging yang merupakan desa di tepi danau yang terkenal dengan sajian menu santapan ikannya. Di sini banyak yang menjual ikan bakar, serta Naniura dan sambal Tuk-Tuk. Naiura merupakan olahan ikan dengan bumbu khas yang disajiakn dalam keadaan mentah. Sementara sambal Tuk-Tuk adalah sambal khas yang diolah menggunaka Andaliman.

Melihat Air Terjun Si Piso-Piso yang Berhadapan Dengan Danau Toba
Berada berdampingan dengan Tongging terdapat air terjun kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, yaitu Air Terjun Si Piso-Piso yang memiliki panorama sejuk serta berhadapan dengan Danau Toba.

Kembali ke Medan Mampir di Pasar Buah Berastagi
Karena ini merupakan jalur kembali yang berbeda, kamu akan melewati kawasan wisata di Sumatera Utara yang tekenal dengan hasil pertaniannya seperti sayuran dan buah-buahannya. Sempatkanlah untuk singgah di pasar buah Berastagi dan menyantap Jagung Bakar di sini. Udara yang dingin di Berastagi mampu membuat perutmu selalu lapar.

Wisata Sumatera Danau Linting

Wisata Sumatera Danau Linting

tempatwisatadisumatera.web.id – Wisata Sumatera Danau Linting, Danau Linting memang tidak sepopuler Danau Toba, namun http://www.jokerr123.net/ danau ini adalah salah satu tempat wisata di Sumatera utara yang menarik.

Sejarah

Danau ini bisa jadi wisata alternatif yang dapat kamu kunjungi ketika liburan ke Sumatera Utara. Keindahan danau Linting juga tidak kalah dengan Danau Toba, terletak di Kabupaten Deli Serdang- Sumatera Utara, Danau Linting sudah menarik banyak wisatawan yang ingin berkunjung melihat keindahan Danau Linting.

Danau Linting merupakan objek wisata yang masih asri dengan suasana dan lingkungan yang masih asli. Danau ini merupakan Danau Vulkanik dengan ukuran sekitar 1 hektar dan mengandung belerang sehingga warna airnya berwana kehijauan.

Peraturan

Jika anda ingin berenang di danau ini, berhati-hatilah karena danau ini memiliki kedalaman lebih dari 100 meter.

Aturan tersebut dibuat oleh masyarakat setempat yang paham betul dengan misteri yang ada di tempat wisata yang indah ini. Salah satu aturan yang wajib ditaati wisatawan adalah tentang larangan berenang sampai ke tengah danau, karena tidak ada kepastian mengenai kedalaman danau itu sendiri.

Lokasi

Wisata danau Linting memang baru ramai dibicarakan dalam 3 tahun terakhir ini. Lokasi danau Linting Medan terletak di tiga desa, yaitu desa Sibunga-bunga, desa Gununung Manumpak, dan desa Durian IV Mbelan, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda, Kabupaten Deli Serdang.

Danau yang teletak di Kabupaten Deli Serdang, akses menuju danau Linting memang kurang baik, kondisi jalan yang tidak rata, terjal, dan berbatu, bahkan menjadi sangat licin saat hujan turun. Lebar badan jalan hanya 2 meter.

Hanya beberapa kilometer saja jalan menuju ke danau Linting yang masih lumayan mulus dan beraspal.

Namun pemandangan indah di sepanjang jalan, pohon-pohon besar dan hijau, dari jenis pohon pinus dan pohon kelapa yang tumbuh berjajar, membuat perjalanan menuju danau Linting tidak terasa melelahkan.

Baca juga :

Sebenarnya, danau Linting Medan hanya berjarak sekitar 70 kilimeter dan hanya memerlukan waktu 2,5 jam dari Medan melalui Tanjung Merawan kemudian masuk ke Desa Tiga Juhur.

Anda juga bisa melewati Deli Tua dan Patumbak, Deli serdang. Walaupun waktu yang ditempuh memang lebih lama, yaitu sekitar 3 jam.

Fasilitas

Wisatawan yang datang ke sana akan menjumpai banyak penjual makanan yang menjajakan makanannya dengan tarif ramah dikantong.

menyewa tikar dengan harga sewa mulai dari Rp. 10.000,- sampai Rp. 20.000,- dan

pondok untuk beristirahat yang disewakan hanya dengan harga Rp. 25.000,-.

Ada beberapa hotel yang cukup bagus dan nyaman yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi wisata, yaitu hotel Deli River, Mikie Holiday Resort, dan Semarak Internasional Hotel.

Harga tiket masuk Rp 5.000.

Wisata Sumatera Salju Panas Dolok Tinggi Raja

Wisata Sumatera Salju Panas Dolok Tinggi Raja

tempatwisatadisumatera.web.id – Wisata Sumatera Salju Panas Dolok Tinggi Raja, adalah salah satu tempat wisata alam yang menakjubkan, disini kita bisa melihat fenomena alamt danau kecil yang memiliki air berwarna biru muda.

Ini adalah sebuah kawah yang didominasi dengan warna putih serupa salju atau yang lebih sering disebut Kawah Putih. Jika Pulau Jawa punya Kawah Putih Ciwidey, Pulau Sumatera punya Kawah Putih Tinggi Raja yang tak kalah menarik.

Tempat ini mirip seperti danau. Di tengahnya terdapat air panas berwarna biru kehijauan yang mengeluarkan asap dari dalamnya. Sungguh indah.

Baca juga : Wisata Sumatera HILLPARK SIBOLANGIT GREEN HILL CITY

Tanah yang berwarna putih seperti salju dan air yang berwarna biru muda. Tapi sebenarnya ini merupakan kawasan air panas.

Objek wisata yang jarang terekspos ini terletak di Desa Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Wisatawan lebih mengenal tempat ini dengan nama Kawah Putih Tinggi Raja.

Untuk menuju ke sini dibutuhkan waktu 3 jam perjalanan darat dari Medan. Dari Medan Anda akan melewati Lubuk Pakam, Dolok Masihul, Galang, dan Bangun Purba.

Sepanjang jalan tak beraspal tersebut jangan kaget dengan munculnya warga setempat yang menarik uang masuk secara ilegal. Hampir di belasan titik sepanjang jalan ini terdapat pengutip uang liar. Ya, bisa sampai belasan kali Anda harus mengeluarkan uang.

Terkadang mereka meminta secara sukarela. Namun ada juga yang mematok lima ribu rupiah per kendaraan. Mungkin hal ini salah satu penyebab kurangnya minat wisatawan mengunjungi tempat ini selain jalanan yang terjal. Sehingga panorama alam nan cantik ini jarang terekspos.

Memasuki objek wisata ini Anda tidak perlu membeli tiket masuk. Cukup membayar uang parkir kendaraan yang Anda titipkan sebesar Rp. 5.000. Dari tempat parkir Anda cukup berjalan kaki dengan sedikit menanjak bukit sejauh 200 meter untuk mencapai kawasan kawah putih. Selamat berwisata penuh tantangan.

1 2