Wisata Kuliner Halal di Medan

Wisata Kuliner Halal di Medan – Medan memiliki banyak sekali tenpat wisata yang bisa kamu kunjungi, salah satu wisatanya adalah wisata kuliner yang ada di sepanjang jalan ataupun toko-toko. Nah berikut ini ada beberapa wisata kuliner yang halal loh

Martabak Piring Murni
Martabak Piring Murni menjadi pilihan untuk kamu yang ingin sekadar menikmati camilan sedap di malam hari. Sebuah gerobak sederhana yang dikerumuni banyak orang, terletak di persimpangan Jalan Bogor dan Jalan Selat Panjang Medan. Martabak Piring Murni selalu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas untuk membuat martabak andalannya. Tak heran, aroma martabak yang harum menarik kamu untuk singgah ke sini.

Ada dua jenis pilihan, yaitu martabak tebal dan martabak tipis. Topping-nya sendiri bervariasi, mulai dari cokelat, keju, kacang, dan sebagainya. Martabak tipis menjadi yang terfavorit di sini. Garing dan manisnya membuat ketagihan.
Kisaran harga martabak ini mulai dari Rp 3.500 sampai Rp 7.500 per martabak, disesuaikan dengan pilihan topping-nya. Martabak Piring Murni buka setiap hari mulai pukul 17.30 sampai 23.30 WIB di hari biasa, dan buka sampai pukul 00.30 WIB di hari libur atau weekend.

Wisata Kuliner Halal di Medan

Nasi Goreng Pemuda
Nasi Goreng Pemuda adalah pilihan praktis dan mengenyangkan untuk kamu yang kelaparan di malam hari. Nasi gorengnya sendiri berbulir dan agak kering, dengan rasa yang tidak terlalu bold.
Buka mulai pukul 18.00 sampai 03.30 WIB (last order). Nasi Goreng Pemuda terletak di Jalan Pemuda Baru III, AUR, Kecamatan Medan Maimun, Medan. Terpasang beberapa tenda dengan meja dan kursi seadanya yang selalu dipadati pembeli, baik yang makan di tempat ataupun take away.
Seporsi nasi goreng seharga Rp 15.000 sudah komplit dengan telur dan daging. Nasi Tambo disajikan di piring kecil dengan harga Rp 4.000 per porsinya. Maklumlah, untuk porsi makan di tempat memang agak sedikit dibandingkan dengan dibungkus. Jadi rata-rata pembeli akan memesan Nasi Goreng Tambo supaya lebih puas.

Baca Juga : Kuliner Seafood Terenak di Medan

Mie Banglades’E
Warkop Senyum Ketawa (Agem) adalah spesialisnya Mie Becek. Dengan berbagai menu mi instan yang dimasak becek, goreng, atau kuah, warkop ini menarik hati banyak orang. Menu populer mereka adalah Mie Banglades’E (E singkatan dari enak) yaitu mi instan yang dimasak becek dicampurkan dengan telur yang dihancurkan, agak lembek menurut kami. Mi instan dimasak dengan racikan bumbu dan rempah mereka sendiri.
Banyak rekomendasi untuk menikmati seporsi mi becek ini dengan puding telur. Puding telur (2 telur) langsung dituang dan dicampurkan untuk dinikmati bersama.

Kuliner Seafood Terenak di Medan

Kuliner Seafood Terenak di Medan – Masakan seafood merupakan salah satu masakan yang banyak di sukai orang. Makanan laut ini juga memiliki banyak khasiat yang terkandung di dalamnya loh. Berikut ini adalah daftar kuliner seafood yang ada di Medan

Kuliner Seafood Terenak di Medan

1. Ayam Pecak Joko Moro

Ayam pecak salah satu kuliner pendatang baru di Kota Medan. Namun saat ini sudah banyak cabang di mana-mana, karena banyak penikmatnya. Tak heran di setiap sudut Kota Medan, selalu ramai pengunjung. Di sini tersedia menu makanan seafood.

Menu yang satu ini bisa kamu temukan di sore hingga malam hari, ya. Salah satunya di Jl. Brigjend Katamso Nomor 313. Harga makanan mulai dari Rp15 ribu.

2. Wajir Seafood

Wajir Seafood terkenal dengan masakan khasnya, hampir semua disajikan dengan paduan seafood. Harga makanan di sini ekonomis, mulai dari Rp12 ribu kamu sudah bisa menikmati salah satu menu.

Selain itu, di sini juga menyediakan porsi sesuai pesanan, yang bisa dipesan dengan setengah porsi saja. Berlokasi di Jalan Kol. Sugiono No.31, tempat ini sangat ramai dikunjungi pada malam hari.

3. Seafood 2000

Siapa yang belum kenal dengan tempat makan yang satu ini? Seafood 2000 adalah tempat makan yang eksis hingga sekarang. Menu di sini dibanderol Rp20 ribu.

Gak heran sih tempat ini menjadi pilihan bagi penikmatnya. Yang paling khas, di sini disajikan menu nasi gurih, yaitu nasi yang disajikan dengan campuran santan.

Nah Seafood 2000 ini banyak tersebar di Kota Medan. Satu di antarnya yang paling ramai ada di Jalan Setiabudi Medan.

Baca Juga :Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh

4. Nelayan

Bagi sebagian orang, mendengar nama restoran ini pasti sudah tak asing lagi. Nelayan menjadi tempat makan favorit di Medan, yang saat ini masih ramai pengunjung.

Menu andalan di sini ada sajian olahan seafood yaitu dimsum. Harganya mulai Rp26 ribu. Restoran ini bisa kamu temukan di beberapa mall di Kota Medan atau salah satunya di Jl. Balai Kota, Kesawan.

5. Lembur Kuring

Lembur Kuring terletak di Jl. T. Amir Hamzah No.85. Restoran yang satu ini, masuk ke daftar tempat seafood favorit di Medan. Biasanya orang yang berkunjung ke sini, mereka yang berjumlah banyak.

Bersama keluarga atau relasi bisnis. Restoran ini lokasinya luas. Harga makanan laut di restoran ini mulai dari Rp30 ribu.

2

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh

Fakta Menarik Tentang Museum Tsunami Aceh – Aceh merupakan salah satu tempat yang sering kali terjadi bencana-bencana alam. Bencana alam yang seringkali terjadi adalah tsunami, gempa bumi dan masih ada beberapa bencana alam yang lainnya. Berikut adalah fakta mengenai museum tsunami Aceh yang mungkin belum kamu ketahui

1. Rancangan Ridwan Kamil

Nama Ridwan Kamil terkenal sebagai wali kota Bandung, namun banyak yang lupa kalau Museum Tsunami Aceh adalah salah satu karyanya. Sebelum menjadi wali kota Bandung, Ridwan Kamil sendiri merupakan seorang dosen jurusan arsitektur di ITB. Ridwan Kamil memenangkan ‘Sayembara Merancang Museum Tsunami Aceh’ yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias pada 17 Agustus 2007. Museum Tsunami Aceh terbuka untuk umum pada 8 Mei 2009.

2. Bangunannya mempunyai dua makna

Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami, tapi bila dilihat dari samping (bawah) tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

3. Didanai miliaran rupiah

Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desain yang dimenangkan M Ridwan Kamil, dosen ITB dan berhak atas dana Rp 100 juta. Museum ini sendiri menghabiskan 140 miliar untuk pembangunannya.

4. Seolah-olah merasakan tsunami

Tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan tsunami, namun pengunjung yang datang seolah dapat merasakan kejadian tsunami Aceh 11 tahun silam. Di dalamnya terdapat lima ruang tematik yang punya pesan masing-masing.

Baca Juga :6 Hotel Terbaik dan Ternyaman Di Aceh 

5. Ada nama para korban

Tsunami Aceh 2004 memakan korban jiwa hingga ratusan ribu, menyisakan nama korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ada satu ruangan bernama Space of Sorrow atau Sumur Doa, dimana pengunjung dapat melihat nama para korban Tsunami Aceh 2004. Berbagai nama korban tertera menempel di dinding ruangan Space of Sorrow.

6. Atap berbentuk gelombang laut

Apabila dilihat, atap Museum Tsunami Aceh terlihat menyerupai gelombang laut. Unik memang, dari luar saja kamu sudah dapat melihat esensi dari museum ini yang berfungsi sebagai monumen peringatan Tsunami Aceh tahun 2004. Suasana tsunami pun makin hadir saat pengunjung masuk ke Space of Fear, dimana pengunjung dapat merasakan suasana tsunami di lorong sempit yang dihiasi oleh suara gemericik air.

7. Desain dasarnya rumah panggung Aceh

Asal-muasalnya, Museum Tsunami Aceh mengambil ide dasar Rumoh Aceh. Nuansa Rumoh Aceh pun tampak pada lantai pertama museum yang dibuat menyerupai rumah panggung, dimana merupakan rumah tradisional orang Aceh. Ridwan Kamil memang menyelipkan berbagai unsur Aceh, Islam, hingga bencana Tsunami Aceh 2004 ke dalam desain bangunannya.

8. Juga sebagai tempat perlindungan tsunami

Desain Museum Tsunami Aceh disebut ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. Hebatnya, museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai monumen peringatan, tapi sebagai tempat perlindungan dari bencana tsunami. Berkaca dari tragedi Tsunami Aceh 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan lokasi penyelamatan apabila bencana tersebut terjadi lagi di masa mendatang. Atapnya yang landai dimaksudkan untuk menampung penduduk.