Wisata Batanghari Jambi

Wisata Batanghari Jambi

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Wisata Batanghari Palembang. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Wisata Batanghari Jambi

Batanghari adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi. Jika kamu berkunjung ke sana, maka tak ada salahnya jika kamu mampir ke 10 destinasi wisata yang berikut ini. Jangan khawatir, menjelajahi Batanghari tak akan membuat kantongmu kering.

Bukit Ilalang
Yang pertama adalah Bukit Ilalang, yang berlokasi di Desa Sungkai, Kecamatan Bajubang. Pada mulanya, Bukit Ilalang adalah perkebunan sawit yang di mana lahannya sering terbakar. Akan tetapi kemudian lambat laut lahan itu tak lagi digunakan dan kini bertransformasi menjadi destinasi wisata yang cukup menawan. Seperti namanya, di sana kamu akan disuguhi hamparan tanah hijau yang penuh dengan ilalang.

Info Terupdate : Untuk bermain game poker kini bisa anda lakukan daftar poker online secara gratis melalui situs poker online yang sudah sangat terkenal di Indonesia yakni Pokerplay338.net yang sudah banyak member bermain didalamnya

Danau Biru
Siapa sangka, di Batanghari juga ada Danau Biru, yang secara administrasi berlokasi di Desa Kebun Baru, Kecamatan Muara Tembesi. Berdasarkan informasi, danau cantik ini terbentuk akibat bekas galian tambang batu bara yang telah ditinggalkan. Seiring dengan berjalannya waktu, kubangan itu mulai terisi dengan air hujan dan kini menjadi destinasi wisata yang cukup menawan.

Danau Pauh
Kemudian ada juga Danau Pauh, yang memiliki pemandangan tak kalah indahnya. Danau ini sendiri berlokasi di Desa Pulau Tengah, dan memiliki pemandangan alam berlatar belakang Gunung Masurai. Dengan berada di ketinggian sekitar 1.200 mdpl, maka kamu akan merasakan suasana sejuk nan segar ketika menyambangi danau yang satu ini.

Danau Ugo
Masih dengan danau, kali ini Danau Ugo yang berlokasi di Aur Gading, Kecamatan Batin XXIV. Danau ini cocok bagi kamu yang memang ingin mencari ketenangan, karena danau ini masih memiliki suasana yang sunyi mengingat masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Selama berada di perjalanan menuju ke Danau Ugo, kamu akan disuguhi oleh pemandangan perkebunan karet hingga jembatan gantung yang cukup eksotis.

Danau Embat
Selanjutnya ada Danau Embat, yang berlokasi di Desa Embat, Kecamatan Maro Sebo Ilir. Di sana, kamu akan disuguhkan pemandangan khas pedesaan yang masih asri dan jauh dari polusi. Di Danau Embat, kamu akan menjumpai bekas pondasi untuk rel kereta api yang telah roboh dan tak lagi digunakan.

Kembang Langit
Nah, kali ini ada wisata yang bernama Kembang Langit, yang juga menyuguhkan pemandangan alam khas pedesaan. Di sana juga banyak spot foto yang menarik dengan latar belakang pemandangan alam. Mau lebih banyak cari spot foto keren selain di Kembang Langit? Dengan segala fasilitas yang ada, lokasi ini pun banyak dikunjungi para generasi milenial.

Puri Rimbo Bulian
Puri Rimbo Bulian adalah destinasi wisata baru di Batanghari yang berlokasi di Desa Embat, Kecamatan Maro Sebo Ilir. Pada mulanya, tempat itu adalah hutan belukar yang kemudian disulap menjadi tempat wisata yang cukup menarik. Selain menyuguhkan pemandangan alam khas hutan, di Puri Rimbo Bulian kamu juga akan menjumpai banyak spot foto yang menarik. Ada juga beberapa pondokan yang bisa digunakan sebagai tempat penginapan bagi para pengunjung.

Baca Juga : Wisata Sambil Ibadah Di Sumsel

Sungai Batanghari
Ada apa dengan Sungai Batanghari? Sebenarnya sungai ini tak ubahnya seperti sungai pada umumnya, dan Sungai Batanghari terbilang salah satu sungai terbesar di Jambi. Karena sungainya yang cukup dalam dan aliran airnya yang deras, kamu pun tidak disarankan untuk mandi di sana. Akan tetapi hal yang paling menarik untuk bisa kamu nikmati di Sungai Batanghari adalah pemandangan sunset.

Taman Bunga Talang Langit
Layaknya taman bunga pada umumnya, Taman Bunga Talang Langit juga dipenuhi dengan aneka bunga cantik yang ditanam secara berjajar. Taman bunga ini sendiri berlokasi di Rantau Puri Rt 10, Sungai Buluh, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Meskipun bertajuk taman bunga, namun di sana kamu juga akan menemukan banyak spot foto yang tentunya menarik dan Instagramable. Dijamin, kamu gak akan menyesal berkunjung ke sana.

Wisata Sambil Ibadah Di Sumsel

Wisata Sambil Ibadah Di Sumsel

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Wisata Sambil Ibadah Di Sumsel. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Wisata Sambil Ibadah Di Sumsel

1. Bayt Al Quran Al Akbar
Berada di kawasan seluas 5000 hektare, wisata bisa meresapi kaligrafi ayat-ayat suci pada di Soak Bujang, Kecamatan Gandus, Palembang. Tepatnya di Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi. Untaian ayat suci tersebut dipajang di gedung berlantai lima tersebut. Panjangnya mencapai 177 centimeter dengan lebar 140 cm, diukir pada media kayu tembesu dengan ketebalan 2,5 cm. Dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 yang digelar 22 November lalu, Al Quran Al Akbar meraih juara pertama untuk kategori Wisata Halal Terpopuler.

2. Kampung Al Munawar
Lebih dikenal sebagai kampung Arab di Palembang. Lokasinya di Lorong Al- Munawar No.13, 13 Ulu, Palembang. Salah satu sisi dari kampung ini adalah tepian Sungai Musi. Nama kampung diambil dari nama seorang sesepuh yakni Habib Hasan Abdurrahman Al-Munawwar. Kampung yang berusia sekitar 250 tahun ini kini tampil telah tertata setelah ditetapkan sebagai objek wisata. Rumah-rumah lama pun dipulas dengan warna menarik dan kampung pun bersih. Bila ada keriaan akan ada adanya atraksi musik gambus, dan juga kulinernya yang berbeda. Nikmari pula suasana perkampungannya juga membuat Anda menjelajah di daerah yang berbeda selama di Palembang. Bagi yang senang swafoto, banyak spot yang instagrammable di sini. Dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 yang diumumkan 22 November 2018, kampung ini meraih peringkat pertama untuk kategori Kampung Adat Terpopuler.

Baca Juga : Skud Wisata Religi Di Tanah Minang

3. Masjid Kiai Marogan
Masih di seputar Sungai Musi, ada juga masjid yang memiliki kiai ternama, adalah Kiai Marogan. Kiai ini bernama asli Masagus Abdul Hamid bin Mahmud, dikenal dengan nama khusus karena dari lahir dan besar di Muara Ogan. Sedangkan masjidnya didirikan sejak 1870. Pintu utama menghadap Jalan Ingklaring, Kertapati, Palembang. Tapi ada sisi masjid yang memanjang di tepian Sungai Musi. Banyak kisah menarik dari kiai yang juga saudagar kaya ini.

Info Terupdate : Situs Pokervaganza.com merupakan situs judi poker online terpercaya yang sudah berdiri sejak tahun 2016 yang menyediakan berbagai macam game poker online yang menggunakan uang asli sebagai taruhannya.

4. Masjid Cheng Ho
Berada di Jakabaring, Palembang, sesungguhnya bukan masjid lawas tapi dibangun untuk mengingatkan Laksamana Cheng Ho pernah menginjakkan kaki di Palembang. Selesai dibangun pada 2006, masjid yang didirikan oleh Perkumpulan Islam Tionghoa Indonesia ini bernama asli Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang. Arsitekturnya memadukan unsur Cina, Melayu dan nusantara. Dua menaranya mirip dengan bentuk pagoda, dan banyak menggunakan warna merah.

Skud Wisata Religi Di Tanah Minang

Skud Wisata Religi Di Tanah Minang

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Skud Wisata Religi Di Tanah Minang. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Skud Wisata Religi Di Tanah Minang

1. Makam Syeikh Burhanuddin Ulakan
Syeikh Burhanuddin Ulakan merupakan salah satu ulama, penyebar agama Islam di Sumatera Barat. Ulama yang berasal dari Pariaman ini meninggal pada tahun 1704 dan dimakamkan di dekat Surau Gadang Syeikh Burhanudin di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Tradisi setempat, ziarah ke makam ini disebut Basapa atau Bersafar, dilakukan pada tanggal 10 Safar.

2. Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat di Padang adalah masjid terbesar di provinsi Sumatera Barat. Masjid di jantung kota Padang ini memiliki arsitektur rumah Bagonjong gaya Minangkabau dan teknologi modern. Mesjid seluas 4.430 meter persegi ini sangat megah dengan ukiran kaligrafi, mihrab masjid menyerupai Hajar Aswad dan tahan gempa hingga 10 SR. Untuk melihat keindahan dan keunikan Masjid Raya Sumatera Barat tak perlu membayar HTM, kita hanya diminta untuk mengisi kotak infaq seikhlasnya.

Info Terupdate : Pokerplay338.net adalah agen idn poker online yang menggunakan server idn poker dan menjadi situs poker terpercaya paling fair dengan berapapun kemenangan anda pasti dibayar dengan pelayanan tercepat dan customer service yang professional.

3. Miniatur Mekkah
Miniatur Mekkah berada di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tengah, Padang. Miniatur Mekkah biasanya digunakan untuk manasik haji dan untuk beribadah, dibangun pada 13 Desember 2000 serta mulai beroperasi sejak 8 September 2001. Yang menjadikan tempat tersebut luar biasa karena memiliki pemandangan alam yang asri. Di sekitar tempat wisata religi tersebut terdapat pemandangan hijau perbukitan dan hawanya sangat sejuk.

Baca Juga : Jangan Skidipapap Wisata Religi Di Sumut

4. Masjid Muhammadan
Salah satu masjid tertua di Padang. Masjid Muhammadan berada di Kecamatan Padang Selatan tepatnya di Kelurahan Pasa Gadang, Kota Padang. Masjid ini berdisi sejak 1843, bangunan masjid dibuat dengan bahan putih telur dan gula sebagai perekatnya. Masjid ini merupakan peninggalan muslim keturunan India di Kota Padang. Salah satu tradisi terkenal di masjid ini, adalah Serak Gulo atau tebur gula yang digelar setiap 1 Jumadil Akhir Hijriah.

5. Masjid Raya Ganting
Masjid Raya Ganting memiliki arsitektur bergaya Spanyol, Cina dan Timur Tengah. Arsitektur bergaya Spanyol dan Timur Tengah terlihat di bagian depan bangunan. Tembok tebal tanpa atap dan gerbang-gerbang tanpa daun pintu, terlihat seperti benteng Spanyol.Masjid Ganting merupakan masjid tertua di kota Padang. Berdiri sejak tahun 1805, dulunya menjadi pusat syiar agama Islam di Sumatera Barat dan pesisir barat Sumatera.

Jangan Skidipapap Wisata Religi Di Sumut

Jangan Skidipapap Wisata Religi Di Sumut

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Wisata Religi Di Sumut. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Wisata Religi Di Sumut

Pagoda Taman Alam Lumbini
Di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo terdapat sebuah pagoda yang berdiri megah. Pagoda Taman Alam Lumbini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, sekaligus destinasi wisata untuk masyarakat umum.Wisata ini merupakan replika Pagoda Shwedagon yang berlokasi di Yangon, Myanmar dan dikelilingi taman seluas 3 hektar. Dengan tinggi 46,8 meter, panjang 68 meter dan lebar 68 meter, pagoda ini terlihat sangat mewah. Ditambah lagi dengan adanya 30 Rupang Arahat, 2.958 Rupang Buddha, dan 108 relik suci, pagoda tersebut tak kalah menakjubkan dengan tempat ibadah Agama Buddha lainnya yang telah populer.

Masjid Raya Medan
Masjid Raya Al-Mashun atau biasa dikenal Masjid Raya Medan merupakan salah satu peninggalan seorang Sultan Deli di Sumatera Utara yang bernama Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam. Masjid Raya Al-Mashun terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Sejak dibangun sampai saat ini, Masjid Raya Medan belum pernah direnovasi. Menurut salah seorang pengelola masjid, pemerintah daerah Sumatera Utara pernah merencanakan renovasi bagian-bagian Masjid Raya Al-Mashun yang telah rusak dimakan usia dan perluasan agar dapat menampung Jama’ah lebih banyak.Namun, karena ditentang dari berbagai pihak yang khawatir nilai-nilai seni dari gaya arsitektur asli bangunan ini hilang, akhirnya pemerintah daerah hanya menambah sarana penunjang masjid. Seperti penambahan tempat wudhu wanita pada tahun 1980, tanpa mengotak-atik bangunan utamanya.

Gereja Graha Maria Annai Velangkani
Gereja Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah bangunan megah di Medan yang dijadikan tempat beribadah bagi umat Katolik, sekaligus objek wisata. Gereja ini terletak di Kecamatan Tuntungan, Kelurahan Tanjung Selamat, di Jalan Sakura III, dekat Perumahan Taman Sakura Indah. Gereja Graha Maria Annai Velangkanni ini terbuka bagi siapapun, bahkan bagi para wisatawan yang hanya ingin melihat arsitek bangunan dan interior gereja. Lokasinya pun strategis, sehingga memudahkan akses transportasi. Lalu hal yang lebih penting adalah tidak ada biaya apapun. Para wisatawan juga dapat mengambil foto di bagian manapun, termasuk di tempat sembahyang.

Baca Juga : Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

Vihara Gunung Timur
Wisata religi lain yang bisa Teman Traveler kunjungi adalah Vihara Gunung Timur. Terletak di Jalan Hang Tuah, Medan, vihara satu ini memiliki suatu keunikan. Terdapat dua ajaran agama, yaitu Buddha dan Khonghucu. Selain itu, vihara di Medan ini ternyata terbuka untuk umum. Jadi, pengunjung dapat dengan leluasa melihat, memotret, merekam langsung tata-cara beribadah umat Khonghucu dan umat Buddha. Termasuk mengabadikan setiap inci bagian dalam vihara. Pengunjung yang beruntung akan bertemu dengan seorang seniman tua yang duduk di depan pintu masuk vihara. Ia bernyanyi lagu Bahasa Mandarin dan musiknya langsung dari mulutnya sendiri.

Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

tempatwisatadisumatera.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Fakta Taman Nasional Gunung Leuseur

1. Berada di dua provinsi
Taman Nasional Gunung Leuser punya luas 1.094.692 hektar. Secara administrasi, taman nasional ini berada di dua provinsi yakni Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.10 Kabupaten/kota yang mengelilingi Taman Nasional Gunung Leuser adalah Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Dairi, Karo, Deli Serdang, dan Langkat. 4 Nama terakhir, berada di Sumatera Utara.

2. Punya 2 status internasional
Taman Nasional Gunung Leuser menyandang 2 status yang berskala global yaitu sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1981 dan sebagai World Heritage pada tahun 2004. Kedua status tersebut ditetapkan oleh UNESCO dan World Heritage Committee atas usulan pemerintah Indonesia setelah melalui rangkaian proses seleksi yang ketat.Cagar Biosfer didefinisikan sebagai kawasan ekosistem daratan atau pesisir yang diakui oleh Program Man and the Biosphere UNESCO (MAB-UNESCO) untuk mempromosikan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam.Sedangkan World Heritage, disematkan oleh UNESCO dalam World Heritage Convention (Konvensi Warisan Dunia) yang berlangsung di Suzhou, Cina, pada tanggal 27 Juni sampai 7 Juli 2004. Taman Nasional Gunung Leuser menyusul Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Lorentz yang lebih dulu menyandang predikat World Heritage.

3. Laboratorium alam
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan laboratorium alam yang kaya keanekaragaman hayati. Taman nasional ini merupakan habitat sebagian besar fauna, mulai dari mamalia, burung, reptil, ampibia, ikan, dan invertebrata.Terdapat 380 spesies burung dan 205 spesies mamalia di sana. Sayang, beberapa faunanya masuk dalam daftar hewan yang dilindungi seperti orang utan Sumatera (Pongo abelii), harimau Sumatera (Panthera tigris), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), tapir (Tapirus indicus) dan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).”Hutan hujan di dataran rendah Indonesia khususnya ekosistem Leuser merupakan sisa habitat terbaik di dunia untuk Gajah Sumatera yang terancam punah. Di hutan ini, gajah purba bermigrasi dan masih ada sekawanan gajah liar di Sumatera. Tapi, perkebunan sawit memecah belah ekosistem hutan dan memotong migrasi gajah, sehingga sulit bagi keluarga gajah untuk menemukan sumber makanan yang cukup dan air,” tulis Leo (panggilan Leonardo Dicaprio), seperti dikutip dari fanpage pribadinya.

4. 4 Juta orang bergantung pada Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakat yang tinggal di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hampir 9 kabupaten tergantung pada jasa lingkungan taman nasional ini, yaitu berupa ketersediaan air konsumsi, air pengairan, penjaga kesuburan tanah, mengendalikan banjir, dan sebagainya.Hal itu menunjukkan bahwa peran dan fungsi kawasan hutan di ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser sangat besar dalam mendukung sistem penyangga kehidupan (life support system) dan keberlanjutan pembangunan (sustainable development).

5. Hutan dan cagar alam
Saking luasnya Taman Nasional Gunung Leuser, di dalamnya terdapat beberapa jenis hutan dan cagar alam. Mengutip situs resmi pariwisata Indonesia, hutan-hutan yang ada di sana adalah hutan bakau, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah, hutan lumut, dan hutan subalpine.Dengan berbagai ekosistem, taman nasional ini sebenarnya merupakan kelompok berbagai cagar alam dan hutan, yaitu Cagar Alam Gunung Leuser, Kappi Cagar Alam, Cagar Alam Kluet, Sikundur-Langkat Wildlife Reserve, Ketambe Research Station, Singkil Barat, dan Dolok Sembilin.

6. Waktu kunjungan terbaik
Situs resmi Departemen Kehutanan (Dephut) menjelaskan, waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser adalah bulan Juni sampai bulan Oktober. Cuaca sedang bersahabat, sehingga pengunjung tidak terlalu sulit untuk trekking.Biasanya, wisatawan yang datang ke Taman Nasional Gunung Leuser mengambil rute Medan-Bukit Lawang. Bukit Lawang ini merupakan bagian dari taman nasionalnya yang memang disiapkan sebagai destinasi wisata alam. Lokasinya di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Bahorok Langkat, Sumatera Utara. Perjalanan dari Medan, naik mobil sekitar 2 jam lamanya.

Baca Juga : Taman Labirin Gak Dikasih Pulang

7. Sungai Alas yang ‘membelah’ Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser memiliki Sungai Alas, yang disebut sebagai sungai terpanjang di Aceh. Sungai ini pun sering dijajal para traveler yang doyan bermain arung jeram. Tapi ingat, khusus yang profesional atau punya jam terbang yang tinggi.Sungai Alas, punya tingkat kesulitan grade 3 dan 4. Artinya, terdapat riam-riam yang diiringi gelombang-gelombang yang tidak terduga, gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan yang cukup tajam dan variasi kelokan yang cukup tajam.

8. 4 Lokasi wisata alam
Mengutip situs resmi Taman Nasional Gunung Leuser, terdapat 4 lokasi wisata alam. Lokasi-lokasinya yaitu Bukit Lawang dan Tangkahan di Sumatera Utara, serta Kedah dan Lawe Gurah di Aceh. Di Bukit Lawang, kita bisa melihat orangutan Sumatera dari dekat.Di Tangkahan, terdapat air terjun dan gajah-gajah Sumatera. Masyarakat setempat sudah mengelola pariwisata dengan baik, serta menawarkan pengalaman untuk berinteraksi dengan gajah Sumatera dari dekat.Bagi para pendaki yang mau mendaki Gunung Leuser (3.404 mdpl), pintu masuknya adalah di Kedah. Sebuah dusun yang terletak di Desa Penosan Sepakat, Blang Jerango, Gayo Luwes, Aceh. Pendakian dari sini bisa 7 hari lamanya dan menawarkan petualangan yang dahsyat. Sedangkan di Lawe Gurah, adalah tempatnya pemandian air panas. Di sini, kita juga dapat melihat bunga rafflesia yang terkenal.

1 2