Candi Padang Roco Dharmasraya Di Sumatera Barat

Candi Padang Roco Dharmasraya Di Sumatera Barat

Tempatwisatadisumatera.web.id – Candi Padang Roco terletak di Jorong Sungai Langsek, Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Lokasi candi sendiri berada di sebuah pulau yang dipisahkan oleh sebuah sungai dengan nama Sungai Dareh. Hal yang mempersulit akses ke lokasi candi adalah transportasi dan yang kurang memadai karena hanya mengandalkan rakit untuk memobilisasi masyarakat.

S1288 merupakan salah satu provider S128 yang menyediakan permainan Adu Sabung Ayam S1288 Online pertama di indonesia dan merupakan permainan favorit masyarakat indonesia. S128 menyediakan tayangan pertandingan Sabung Ayam secara live di filipine serta video permainan yang HD dan di jamin Jernih. S128 merupakan salah satu provider Ayam Online Terbesar di asia tenggara karena kami salah satunya agent S128 dan S1288 terbaik dan pastinya Terpercaya di indonesia

Wilayah Dharmasraya pada dahulunya pernah menjadi pusat pemerintahan dan ibukota Kerajaan Malayu mulai tahun 1286 sampai dengan tahun 1347 M telah diakui oleh para sarjana sejarah dan arkeologi. Daerah Sungai Langsek sendiri merupakan lokasi ditemukannya lapik arca Amoghapasa yang dikirim oleh Raja Kertanegara ke Tanah Malayu. Candi Padang Roco merupakan candi bernafaskan agama Buddha. Keberadaan Candi Padang Roco merupakan salah satu bukti bahwa pada dahulunya wilayah ini pernah dijadikan sebagai pusat pemerintahan, sehingga perlu dibuat candi-candi sebagai sarana ibadah raja, keluarga dan rakyatnya.

Candi Padangroco memiliki peninggalan berupa beberapa candi, yaitu Candi Padangroco I, II dan III.

Candi Padang Roco I

Bangunan Candi I terdiri dari konstruksi susunan bata, berdenah bujur sangkar berukuran 21 m x 21 m, dengan tinggi bangunan tersisa 0,9 m. Pintu masuk dan tangga, yang menjadi arah hadap candi terletak pada sisi barat, sehingga bangunan Candi I tersebut berorientasi ke barat daya-timur laut. Pintu masuk/tangga bangunan ini dibuat semacam penampil yang menjorok ke muka sekitar 2,5 m dengan lebar 3,8 m. Pintu masuk tersebut memiliki 5 (lima) buah anak tangga. Pada sisi kiri dan kanan tangga masuk terdapat pipi tangga dengan panjang 2 m dan lebar 0,74 m. Adapun struktur pondasi bangunan candi berupa campuran antara kerikil, kerakal dan batu pasir dengan ketebalan 0,8 m dari lapis bata terbawah. Bagian bangunan yang masih utuh sampai sekarang (asli) adalah bagian kaki candi yang terdiri dari 26 lapis bata di sisi timur laut dan 22 lapis bata di sisi barat laut. Hal ini menunjukan bahwa dinding bata sisi timur laut relatif masih utuh jika dibandingkan dengan struktur sisi lainnya.

Baca Juga : Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan

Candi Padang Roco II

Merupakan candi yang terbuat dari konstruksi susunan bata, berdenah bujur sangkar dengan ukuran 4,4 m x 4,4 m. Sedangkan tinggi bangunan yang masih tersisa adalah 1,28 m. Pintu masuk dan tangga yang menjadi orientasi arah hadap candi terletak pada sisi barat, sehingga menjadikan bangunan tersebut berorientasi ke barat daya-timur laut.

Candi Padang Roco III

Merupakan bangunan berstruktur bata dengan denah bujur sangkar yang terdiri dari 3 (tiga) undukan. Undakan pertama terletak pada bagian paling atas dengan ukuran 2 m x 2 m dengan tinggi bangunan yang masih tersisa terletak di bagian selatan dan terdiri dari 7 lapis bata. Sedangkan Candi IV masih berupa reruntuhan di sudut belakang Candi II.

Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan

Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya terletak Jl. Syakhyakirti, Karanganyar, Gandus, Palembang, Sumatera Selatan. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya atau sebelumnya dikenal dengan nama Situs Karanganyar adalah taman purbakala bekas kawasan permukiman dan taman yang dikaitkan dengan kerajaan Sriwijaya yang terletak tepi utara Sungai Musi di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Berdasarkan interpretasi foto udara pada tahun 1984 menunjukkan bahwa penampilan situs Karanganyar merupakan sebuah fitur berupa bangunan air yang secara keseluruhan terdiri dari kolam dan dua pulau yaitu pulau Nangka dan pulau Cempaka, serta kanal, dengan luas areal meliputi 20 ha. Parit-parit yang berada di kanan-kiri Pulau Nangka merupakan penghubung menuju Sungai Musi.

Trik Bermain Joker123 Judi Slot Game Tak Terkalahkan – Tiap-tiap pemain sudah pasti tidak menghendaki kekalahan pada selagi bermain judi slot Joker123, maka untuk memainkan permainan game joker123, para bettor perlu miliki lebih dari satu taktik terbaik untuk menempuh kemenangan.

Keberadaan kolam dan kanal tersebut diduga berfungsi sebagai waduk atau penampungan air untuk mengendalikan pasang-surut Sungai Musi. Bangunan air ini adalah hasil teknologi bangunan basah yang mencerminkan kemampuan Sriwijaya beradaptasi dengan lingkungannya. Kondisi ini sesuai dengan isi prasasti Talang Tuo yang menyatakan bahwa Sriwijaya membuat taman yang dilengkapi dengan bendungan dan kolam kolam.

Bukit Siguntang

Menurut kitab sejarah melayu Bukit Siguntang merupakan tempat turunnya makhluk setengah dewa yaitu Sang Sapurba, yang di kemudian hari menurunkan raja-raja Melayu di Sumetera, Kalimantan, dan semenanjung malaysia. Menurut sejarah Melayu, Sang Sapurba menikah dengan Wan Sundari putri penguasa Palembang, Demang Lebar Daun. Keturunan mereka kemudian menjadi raja-raja di kawasan Semenanjung Malaka.

Di Bukit Siguntang terdapat makam-makam keturunan Kerajaan Sriwijaya yang dianggap keramat dan dipenuhi peziarah. Mulai dari makam Raja Segentar Alam, Puteri Kembang Dadar, hingga makam Panglima Bagus Kuning.

Baca Juga : Rahmat International Wildlife Museum dan Gallery

Gedung

Di dalam lokasi Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya memiliki luas lahan sekitar 20 hektar yang dilengkapi oleh tiga bangunan utama yaitu:

1. Gedung Museum

Koleksi-koleksi yang dipamerkan diklasifikasi dalam dua jenis, yakni Arkeologika dan Keramologika. Penataan koleksi disajikan secara kronologis, yaitu masa Pra Sriwijaya, Sriwijaya, dan Pasca Sriwijaya.

Koleksi prasasti banyak dipamerkan di sini. Ada juga koleksi arca dan keramik. Yang khas adalah arsitektur Candi Bumiayu karena berlatar agama Hindu. Koleksi-koleksi lain bercirikan agama Buddha.

2. Gedung Pendopo Agung untuk keperluan pameran-pameran, temporer, seminar dan lain-lain.

3. Gedung Prasasti yang menyimpan replica prasasti Kedukan Bukit serta prasasti TPKS.

Rahmat International Wildlife Museum dan Gallery

Rahmat International Wildlife Museum dan Gallery

Tempatwisatadisumatera.web.id – Rahmat International Wildlife Museum & Gallery di Jl. S. Parman 309, Kota Medan, Sumatera Utara. Museum dan galeri ini menyimpan beragam koleksi mengagumkan terdiri dari berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai tempat di seluruh penjuru dunia.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery diresmikan pada tanggal 14 mei 1999 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Setelah dilakukan pengembangan yang selesai pada Oktober 2007, luas museum mencapai 2970 m2.

Sebagian besar binatang awetan yang disimpan di dalam museum unik ini dikumpulkan oleh pemiliknya dari kegiatan berburu resminya, dengan memakai konsep standar dunia yang disebut sebagai conservation by utilization. Standar itu ditetapkan sebagai upaya untuk pencegahan terhadap kepunahan dan untuk peningkatan populasi satwa liar di habitat mereka yang asli.

Di Rahmat Gallery ini pengunjung bisa melihat koleksi lebih dari 2.000-an satwa dari berbagai belahan dunia. Museum ini merupakan pertama di Asia Tenggara, dan terbilang lengkap.

Pemiliknya adalah Dr. H. Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional, orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.

Saat memasuki museum ini, pertama yang bisa kita lihat adalah koleksi berbagai macam burung yang diletakan dalam sebuah kelompok yang disebut Pheasants of the world.

Koleksi dalam museum ditampilkan berdasarkan tema khusus sesuai dengan jenis binatang dan habitatnya.

1. African Big Five

Tema ini menampilkan lima mamalia terbesar. Di antaranya adalah gajah, badak putih, singa, banteng, dan macan tutul.

2. Cats of the World

Berbagai jenis binatang kucing, baik yang berukuran kecil maupun yang besar, seperti Macan, Macan Tutul, Cheetah, Singa dan sejenisnya.

3. Birds Kingdom

Tema ini menampilkan berbagai jenis burung.

Baca Juga : Mengenal Kampung Madras Medan

4. Bear Room

Yang ditampilkan dari tema ini adalah berbagai jenis beruang, baik yang ada di daerah tropis maupun Antartika.

5. Mountain of Goats Night Safari

Tampilan yang disuguhkan dalam tema ini adalah berupa kehidupan berbagai jenis kambing di malam hari.

6. Indonesian Species

Tema ini menampilkan berbagai jenis hewan yang ada di Indonesia

7. African Room

Tema ini menampilkan nuansa yang ada seperti di Afrika

Fasilitas

Perpustakaan

Perpustakaan yang dilengkapi dengan buku-buku mengenai berbagai jenis satwa dan habitatnya dari berbagai negara. Pengunjung dapat membaca buku tersebut agar dapat menambah pengetahuan serta menyadarkan kita betapa pentingnya mencegah kepunahan satwa liar dan kekayaan alam yang tak ternilai, anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk bangsa Indonesia.

Souvenir Shop

Pada Museum & Galeri ini juga ada Gift Shop, yang menyediakan berbagai souvenir yang dapat dijadikan cenderamata bagi pengunjung dengan harga variatif & terjangkau. Souvenir yang ada menampilkan ciri khas dari Museum & Galeri ini yang memiliki keindahan dan keunikan sehingga dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Café

Setelah menyaksikan keunikan berbagai jenis koleksi satwa liar, pengunjung dapat bersantai di Hunter’s Café, disini kami menyajikan Audio Visual tentang kekayaan alam hingga kehancuran hutan dan pembantaian satwa langka yang sangat memprihatinkan serta perburuan konservasi dengan pemanfaatan yang telah diterapkan di berbagai negara.

Legend International Hall

Di lantai 3 tersedia ruangan serbaguna yang lengkap, dapat digunakan untuk Ruang Pertemuan, Pesta Ulangtahun dan keperluan lainnya. Dapat menampung ±500 orang.

Di ruangan ini juga terdapat koleksi barang pribadi para legendaris dan maestro dunia yang ditandatangani, diantaranya sepatu bola Pele & Beckham, bola dan kaos yang ditandatangani seluruh pemain Manchester United dan pemain Brazil Squad 2006, sarung tinju Muhammad Ali dan Mike Tyson, baju kaos Zidane, Ronaldo dan Jack Nickhlaus, serta bintang film terkenal seperti Sean Connery, Pierce Brosnan, Al Pacino, Robert De Niro, Sylvester Stallone, Jean Claude Van Damme, Arnold Schwarzeneger, Sofia Loren & Marlon Brando, penyanyi terkenal Michael Jackson, Rolling Stone, Tom Jones, Elvis Presley & Sting, juga pengusaha terkenal Donald Trump & pembalap terkenal Michael Scumacher. Dan masih banyak koleksi tokoh dunia lainnya.

Mengenal Kampung Madras Medan

Mengenal Kampung Madras Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Medan merupakan kota yang terletak di Sumatra Utara dan memiliki ragam budaya. Di antara ragam dan keunikannya, ada salah satu kawasan yang memiliki peran cukup besar dalam penyebaran budaya, kuliner, dan agama yaitu Kampung Madras. Kampung unik ini dihuni oleh warga berketurunan India. Nah, mari kita bahas keunikan dan sejarah menarik dari kampung ini. Simak bareng-bareng yuk!

Pengaruh Budaya India ke Indonesia

Masuknya bangsa India terutama Tamil ke Sumatra Utara ini terjadi pada akhir abad ke 19 (masih dalam penjajahan Belanda). Dalam catatan Badan Warisan Sumatra (BWS) 25 rombongan orang Tamil datang pada tahun 1873. Mereka semua dipekerjakan oleh Nienhuys yang merupakan seorang pengusaha tembakau Deli.

Karena terkenal di kancah internasional, maka dari itu banyak pekerja yang didatangkan ke pabrik. Mereka juga ada yang bekerja sebagai supir, bekerja di perkebunan, membangun jalan, dan lain-lain. Karena sejarah tadi, orang Tamil dikenal sebagai pekerja keras. Kini garis keturunan mereka memilih menetap dan membuka usaha di Medan.

Kampung Madras

Kampung Madras merupakan sebuah kawasan yang terletak di Jalan Zainul Airifin, Medan. Kampung ini sering disebut sebagai Little India karena banyak dihuni oleh orang-orang keturunan India. Sampai saat ini mereka masih mempertahankan budaya dengan melakukan tradisi tertentu.

Wisatawan dapat dengan jelas melihat perempuan dengan menggunakan kain sari, orang memakai sorban ala India, dan anak-anak yang memiliki tanda merah di kepalanya. Daerah ini sangat padat karena Teman Traveler akan menemukan beragam kuliner, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan lain-lain.

Baca Juga : Istana Maimun di Medan

Cicipi Kuliner India

Selain menyebarkan budaya dan agamanya, adanya orang India yang datang ke Medan ini juga menghasilkan perpaduan kuliner. Para wisatawan pun dapat mencicipi beragam hidangan khas India seperti martabak dengan kuah kari, roti canai, nasi briani, sate ayam, kerang rebus, dan makanan khas India lainnya.

Salah satu menu khas yang patut dicoba adalah martabak telur ala India dan Mie Keling atau mie rebus ala Medan. Buka sejak jam 18.00 hingga tengah malam, harga menu yang ditawarkan pun bervariatif, berkisar mulai dari Rp20.000.

Berbagai Tempat Ibadah

Toleransi agama Muslim dan Hindu juga terlihat harmonis di sini. Berada di kawasan yang sama, terdapat Kuil Shri Mariamman dan Masjid Ghaudiyah. Kuil Shri Mariamman merupakan kuil Hindu tertua yang ada di Medan. Dibangun pada tahun 1881, kuil ini ditujukan untuk menyembah Dewi Mariamman.

Karena arsitektur bangunan yang sangat unik, para pengunjung dapat dengan bebas berfoto-foto di sekitaran kuil. Selanjutnya ada Masjid Ghaudiyah yang telah berdiri sejak tahun 1887. Bangunan bersejarah ini juga menjadi saksi atas toleransi antara umat Hindu dan Islam.

Medan ternyata tak hanya terkenal dengan duriannya yang juara. Kampung Madras atau Little India Medan ini wajib masuk dalam daftar destinasimu. Kapan nih punya rencana berlibur ke Medan?

Istana Maimun di Medan

Istana Maimun di Medan

Tempatwisatadisumatera.web.id – Menyebut istana terindah di Indonesia, Istana Maimun di Medan layak menjadi salah satunya. Arsitekturnya menawan dan penuh sejarah yang menarik.

Dari situs resmi pariwisata Indonesia, indonesia.travel, Istana Maimun di Medan ditulis sebagai salah satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia. Alamatnya di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Medan.

Disebut satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia, merajuk pada arsitektur bangunan istananya. Istana Maimun memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam (Timur Tengah), Spanyol, India dan Italia.

Sekilas tentang sejarahnya, Istana Maimun merupakan peninggalan Kerajaan Deli. Didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. Istana ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891.

Warna kuning yang mendominasi Istana Maimun melambangkan warna Melayu, sekaligus warna kebesaran Kerajaan Deli di Sumatera Utara. Sedangkan pengaruh Eropa terlihat dari ornamen lampu, kursi, meja, lemari, sampai pintu dorong. Satu lagi, bentuk pintu dan jendelanya lebar-lebar seperti mirip bangunan-bangunan di Eropa.

Pengaruh Islam bisa dilihat dari bentuk lengkung (arcade) di bagian atap yang bentuknya menyerupai perahu terbalik (lengkung persia) yang biasanya dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tenggah. Sampai saat ini, Istana Maimun masih terawat dengan baik.

Bangunan Istana Maimun menghadap ke timur dimana terdiri dari dua lantai dengan tiga bagian yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 meter persegi dan 30 ruangan.

Baca Jual : Janjang Saribu Koto Gadang

Jangan cuma dipandangi dari luar, ayo masuk ke dalamnya dengan tiket masuk Rp 5 ribu saja. Lihatlah peninggalan-peninggalan Kerajaan Deli serta singgasana rajanya. Benda-benda bersejarah di sana tak ternilai harganya.

Yang menarik, ada bangunan kecil beratap ijuk di sisi kanan istana. Di sana tersimpan Meriam Puntung yang disebut juga meriam buntung dengan legenda penjelmaan putri yang cantik. Disebutkan, Meriam Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali nan cantik jelita.

Dia berubah menjadi meriam dalam mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh yang ditolak pinangannya oleh Putri Hijau. Akibat laras meriamnya yang terlalu panas karena menembak terus menerus, maka akhirnya meriam pecah menjadi dua bagian. Ujung meriam yang merupakan bagian yang satu, melayang dan menurut dongeng jatuh di Kampung Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Tanah Karo. Sedangkan bagian yang lain disimpan pada bangunan kecil di sisi kanan Istana Maimun.

Meriam itu hanya satu dari segudang cerita yang ada di Istana Maimun. Terakhir sebelum pulang, jangan lupa untuk berfoto-foto dengan pakaian adat Melayu di dalam Istana Maimun. Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, kita bisa menyewanya dan berfoto-foto ala Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih. Asyik!

ika ingin melihat Kota Medan dan Istana Maimun dari udara, traveler dapat langsung ke sana atau melihatnya dari video perjalanan drone Elang Nusantara secara live dari layar monitor. Melalui program Ekspedisi Langit Nusantara, Telkomsel akan mengungkapkan pesona Indonesia melalui video yang diambil dari dua drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia selama sebulan penuh.

1 2