Wisata Alam Tangkahan

Wisata Alam Tangkahan

tempatwisatadisumatera.web.id – Tau soundtrack lagu Tulus – Gajah ? ya.. pengambilan video klip nya diambil di tangkahan sumatera utara, di tangkahan memang sebagai penangkaran gajah sumatera nih.

Kali ini kami akan mengulas sedikit informasi mengenai tempat wisata daerah kabupaten Langkat yang bernama Tangkahan. Daerah ini mempunyai keunikan tersendiri dibanding tempat wisata Samosir atau objek wisata Simalungun. Meski begitu, dari perbedaan yang ada, semuanya merupakan tempat wisata Medan yang menarik untuk Anda kunjungi bersama keluarga atau teman-teman terdekat Anda.

Tangkahan merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang ada di provinsi Sumatera Utara yang beribukotakan Medan. Yang unik adalah: meski banyak dari kita yang belum mengetahui tempat wisata tangkahan ini, namun tempat wisata ini sudah lama dikenal oleh turis mancanegara. Posisi tepat letak Tangkahan yaitu di antara dua desa yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang kabupaten Langkat.

Baca juga : Wisata Alam Gunung Leuser

Bagi warga kota Medan ketika mendengar kata Tangkahan pasti akan terngiang dengan binatang yang bernama “Gajah”. Ya, hal itu disebabkan karena Tangkahan dikenal sebagai tempatnya gajah-gajah liar dan sungainya sangat jernih dan masih terjaga kebersihannya.

Ekowisata Tangkahan hadir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang kebetulan terletak di Kabupaten Langkat. Awalnya tempat wisata ini tidak ramai pengunjung, seiring berjalannya waktu Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena panorama alamnya yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Promosi mulut kemulut pun semakin gencar dilakukan secara alami. Mereka yang sudah pernah datang ke Tangkahan selalu menyarankan teman-temannya untuk mengunjunginya.

Perlu dipahami, ekowisata Tangkahan tidak hanya sekadar tempat wisata, namun juga dapat menjadi tempat belajar mengenai alam, mahluk hidup, flora dan fauna. Hutan Tangkahan umumnya sangat lebat. Tidak mengherankan jika turis mancanegara mulai melirik Tangkahan The Hidden Paradise di Sumatera Utara sebagai tujuan wisata sejak dahulu kala sebelum banyak warga Indonesia yang mengetahuinya.

Selain hutan, terdapat sungai yang airnya jernih dan bisa digunakan untuk mandi bagi warga setempat, wisatawan dan gajah. Ya, gajah menjadi objek wisata tersendiri saat dimandikan setelah berkeliling lintasan sungai dan hutan.

Pemandangan air terjun juga menarik untuk menambah keindahan wilayah Tangkahan. Air terjun Tangkahan menjadi salah satu tempat wisata kebanggaan Propinsi Sumatera Utara selain Danau Toba, Berastagi, dan Bukit Lawang.

Jalan menuju Air Terjun Tangkahan hanya bisa ditempuh melalui jalan darat. Sementara pilihan moda transportasi yang dapat Kamu gunakan untuk mencapai lokasi wisata air terjun Tangkahan adalah dengan menggunakan motor, mobil, ataupun bus.

Tidak cukup dengan air terjun, di Tangkahan ada juga tersedia air panas dan lembah bahkan tumbuhan langka seperti Raflessia.

Wisata Alam Gunung Leuser

Wisata Alam Gunung Leuser

tempatwisatadisumatera.web.id – Suka berwisata ke alam atau gunung, atau anda sudah pernah tempat yang satu ini? kali ini kita akan membahas wisata alam di gunung leuser.

TNGL adalah kepanjangan dari Taman Nasional Gunung Leuser yang oleh pemerintah Indonesia telah ditetapkan pada tahun 1980 sebagai wisata cagar alam. wisata ini juga merupakan salah satu dari paru – paru dunia dan sejak tahun 2004 sudah terdaftar di UNESCO sebagai salah satu tempat yang dijadikan situs warisan dunia ( Cagar Biosfir). Taman Nasional Gunung Leuser terletak di ketinggian 3404 m dpl, dengan suhu udara berkisar 21° – 28° C dengan luas lahan sekitar 1.094.692 hektar.

Apabila Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan dapat menyaksikan berbagai macam keindahan alam mulai dari pantai, gunung, sungai, danau dan juga ada sumber air panas. disamping itu Anda juga bisa menyaksikan kehidupan baebagai macam satwa dan fauna yang kesemuanya adalah tergolong satwa dan fauna langkah dan dilindung. Beberapa contoh satwa langkah yang bisa anda temui disini seperti kucing hutan, orang hutan, harimau Sumatera, siamang, ular, rangkong, kupu-kupu, burung, badak Sumatera, gajah Sumatera, rusa sambar dan kambing hutan. sedangkan untuk fauna seperti bunga raflesia, bunga raksasa “Rhizanthes zippelnii” dan payung raksasa. tidak hanya itu Taman Nasional ini juga menyimpan kekayaan buah – buahan tropis seperti durian, rambutan, mangga, jeruk, alpukat, jambu biji dan juga pepaya. menarik bukan ?

Baca juga : Wisata Danau Lau Kawar

Banyak sekali pelajaran tentang alam yang bisa Anda peroleh di Gunung Leuser, karena disini nanti Anda akan benyak menemukan berbagai macam satwa dan fauna, Anda juga akan menemukan jenis monyet dengan rambut bergaya Mohawk yang bisa Anda beri makan langsung.

Tidak hanya itu di Gunung Leuser juga terdapat Gua Kelelawar, bentangan kebun karet, keindahan sawah yang semuanya dapat Anda kunjungi. Kemudian apabila Anda mengunjungi Desa Ketambe, Anda akan dapat merasakan sensasi meluncur dengan menggunakan ban di sungai Alas. Banyak sekali disekitar desa yang menyewakan Ban, jadi Anda tidak perlu kawatir tidak kebagian.

Kegiatan yang paling menantang di Gunung Leuser adalah pendakian ke Puncak Leuser, biasanya para pendaki akan memulainya di Desa Angasan yang merupakan titik awal pendakian ke Puncak Gunung Leuser. Waktu untuk menempuh pendakian biasanya antara 10 -14 hari perjalanan, jadi persiapan harus matang sebelum pendakian.

DANAU LAU KAWAR

Wisata Danau Lau Kawar

tempatwisatadisumatera.web.id – Danau Lau kawar berada di dekat gunung sinabung, berjarak sekitar 3 jam perjalanan jika dari kota medan, anda akan ditemani dengan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Apakah Anda pernah menikmati Indahnya Danau Lau Kawar Di Kaki Gunung Sinabung? Orang yang berwisata ke wilayah Sumatera Utara, sering menjadikan Danau Toba yang populer sebagai destinasi liburan. Tapi, apabila Anda ingin merasakan pengalaman lainnya yang tak kalah seru cobalah berkunjung ke Danau Lau Kawar yang berada di Kabupaten Karo – Sumatera Utara. Untuk dapat mencapai Danau Lau Kawar ini, Anda bisa menempuh selama 3 jam dari kota Medan menuju ke Berastagi.

Selama perjalanan untuk menuju Danau Lau Kawar ini, Anda akan
ditemani dengan pemandangan indah alam Gunung Sinabung dan juga hamparan perkebunan sayur milik masyarakat sekitar yang berada di sekitar kaki gunung. Apabila Anda beruntung, Anda dapat melihat Gunung Sinabung di saat tidak tertutup oleh kabut. Jalan menuju ke Danau sebagian besarnya sudah beraspal. Jalan tanah akan mulai Anda temukan pada saat sudah mendekati wilayah Danau. Jangan khawatir, karena jalan tersebut masih dapat Anda lalui dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Baca juga : Wisata Pintar Rahmatsyah International Wildlife Museum

Udara yang sejuk menyambut pengunjung pada saat menjejakkan kaki di sekitar. Maklum saja, karena danau tersebutterletak persis di wilayah bawah kaki Gunung Sinabung. Airnya yang tampak tenang berpadu dengan rimbun pepohonan yang hijau akan memanjakan mata para pengunjung dan membuatnya betah berlama-lama berwisata di sana. Anda juga bisa duduk di dalam sebuah pendopo yang terdapat persis di bagian pinggir danau untuk dapat bersantai. Di kawasan danau juga terdapat area untuk berkemah bagi para wisatawan yang ingin untuk bermalam di tepi danau. Menurut masyarakat sekitar, ada legenda yang identik dengan Danau Lau Kawar. Dulu ada 2 orang yang bernama Sinabung & Sibayak. Mereka berdua tidak pernah akur serta selalu saja bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat ibu mereka sedih dan menangis dan air mata berlinang kemudian berkumpul dan terbentuklah danau indah ini.

Mitos lainnya juga berkembang, misalnya yang mengatakan bahwa danau tersebut merupakan air mata akibat tangisan seorang ibu yang telah dilupakan keluarganya yang saat itu sedang berpesta. Sedangkan dia sendiri ditinggalkan hingga kelaparan. Baca juga: Daftar Destinasi Wisata Menarik Di Medan

Sayangnya mitos tersebut seperti menjadi suatu kenyataan setelah danau tersebut belum lama ini menjadi salah satu dari kawasan yang terdampak oleh erupsi Gunung Sinabung. Letusan dari Gunung Sinabung sendiri pertama kali
terjadi di tahun 2010. Akibatnya hingga saat ini danau tersebut seperti dilupakan begitu saja. Ada beberapa bagian pendoponya ada yang sudah rusak & tidak diperbaiki. Rumput di sekitar danau tumbuh dengan subur tapi tidak ditata dengan rapii. Tidak ada lagi seorang pun penjaga di pintu masuk. Oleh sebab itu tidak heran apabila sekarang danau tersebut sepi pengunjung. Hanya sesekali saja warga sekitar datang untuk memancing di danau itu.

Sebelum terjadinya erupsi besar terjadi di tahun 010 silam. Indahnya Danau Lau Kawar Di Kaki Gunung Sinabung ini menjadi favorit warga sekitar sekaligus jadi titik awal para pendaki dan pecinta alam yang ingin menuju ke puncak Gunung Sinabung. Sekarang di tengah keheningan & ketetenangan airnya, danau ini bagaikan sebuah ‘tangis’ pilu yang penuh kesepian. Semoga saja pemerintah setempat segera menata kembali danau ini agar keindahan alamnya bisa kembali dinikmati para wisatawan.

Wisata Pintar Rahmatsyah International Wildlife Museum

Wisata Pintar Rahmatsyah International Wildlife Museum

tempatwisatadisumatera.web.id – Berwisata di museum mungkin bisa jadi pilihan anda di akhir pekan, Rahmat Galery yang bertempat di kota Medan ini memiliki banyak koleksi satwa yang di awetkan.

Museum yang berada di Jalan S. Parman No. 309 Medan ini memiliki koleksi sekitar 5.000 hewan yang diawetkan. Untuk masuk ke museum, kita harus membeli tiket di loket yang berada di bagian depan gedung, dengan tarif Rp. 50.000 untuk dewasa dan Rp. 40.000 untuk anak-anak.

Pendiri museum ini adalah DR. H. Rahmat Shah, seorang penggemar olahraga berburu profesional kelas dunia, konservasionis dan pencinta alam yang telah berpetualang ke berbagai penjuru dunia. Ayah dari Raline Shah, seorang bintang iklan dan artis, ini merupakan putra Indonesia pertama yang menerima International Conservation Award, The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards.

Baca juga : Wisata Air Terjun Sibolangit

Ketika kaki kita melangkah memasuki lantai pertama museum yang megah ini, kita akan langsung dibuat terpana dengan koleksi African Big Five yang terdiri dari Gajah, Badak Putih, Banteng, Singa dan Macan Tutul. Kelima hewan ini adalah hewan-hewan paling besar dan dianggap paling berbahaya di Afrika. Koleksi African Big Five ini merupakan pajangan yang sangat mengesankan.

Pada ruangan berikutnya, kita akan menjumpai Night Safari yang berisi koleksi hewan buas yang hidup di hutan dan hewan yang aktif pada malam hari. Di ruangan ini kita akan dibawa ke suasana hutan rimba yang remang-remang dan terdengar auman si raja rimba dan suara-suara hewan nokturnal seperti burung hantu.

Setelah melihat koleksi hewan malam, kita bisa melihat kucing-kucing liar dari manca negara, berbagai jenis beruang, rusa dan kambing gunung. Koleksi kambing gunung yang berjumlah sekitar 22 ekor ini disusun seperti sedang berada di pegunungan, habitat aslinya.

Hewan-hewan yang berasal dari Indonesia berada di lantai dua dan ditata dengan sangat apik. Beraneka hewan ada di sini, seperti Burung Mambruk, Harimau Sumatera, Ular Kobra Raja, Komodo dan puluhan hewan lainnya.

Di lantai dua juga terdapat koleksi berbagai jenis burung, kura-kura, koleksi kupu-kupu dan kumbang yang langka, kerangka Gajah Asia, kerangka Kuda Nil dan kerangka Orang Utan.

Selain ruang pamer hewan-hewan yang diawetkan, musium ini juga memiliki fasilitas seperti perpustakaan, cafe, ruang penjualan souvenir, toilet dan mushola.

Lebih dari sekadar mengisi waktu luang, di museum ini kita bisa belajar tentang keanekaragaman satwa yang ada di dunia. Museum Rahmat mendokumentasikan kurang lebih 2.500 spesies, sebuah hal yang sangat luar biasa. Saya yakin, pasti banyak sekali hewan di sini yang tidak pernah kita jumpai sebelumnya.

Wisata Air Terjun Sibolangit

Wisata Air Terjun Sibolangit

tempatwisatadisumatera.web.id – Air terjun sibolangit berada di pinggiran medan yang hampir mencapai gunung berastagi, untuk wisata alam ini, kita bisa melihat keindahan air terjun yang natural.

Air terjun dua warna yang berlokasi di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ini, menarik minat banyak wisatawan. Tertarik setelah mendengar namanya, dua warna. Apakah memang terdapat dua warna? Hal ini memiliki penjelasan ilmiah sendiri. Sama dengan tempat wisata alam lainnya yang ada di Indonesia, pastinya dibalik kelogisan terbentuknya air terjun 2 warna ini, memiliki kisah legenda, sejarah serta mitos yang meliputinya. Cerita-cerita ini juga yang mempengaruhi minat wisatawan untuk datang ke sini.

Awal mulanya adalah dari letusan Gunung Sibayak yang terjadi ratusan tahun lalu. Sumber mata air yang mengalir ke lokasi ini juga berasal dari Gunung Sibayak tersebut. Warna air berbeda yang ada di sini, yaitu, biru muda dengan air dingin yang menyegarkan berada di atas, sedangkan yang di bagian bawahnya berwarna putih keabuan dengan air yang hangat.

Baca juga : Wisata Seru Air Terjuns Si Gura Gura

Adapun perbedaan yang terjadi diakibatkan kandungan fosfor dan belerang dalam air. Bila, beberapa tempat air terjun memperbolehkan pengunjung untuk minum langsung dari lokasi, untuk di daerah Sibolangit ini, dilarang untuk meminum airnya. Keadaan lokasi air terjun ini mungkin hampir sama dengan lokasi lainnya di beberapa wilayah. Memiliki tinggi sekitar seratus meter dan berada pada ketinggian sekitar 1270 meter di atas permukaan laut, selain itu ada persamaan yang dimiliki dengan lokasi air terjun lainnya, yaitu sama-sama berada di dalam hutan, jadi pengunjung yang ingin menikmati indahnya air terjun dapat berjalan menyusuri hutan dengan didampingi pemandu, supaya tidak salah arah.

Untuk fasilitas di sini, tentu tidak ada, karena memang dikhususkan untuk wisata alam, sehingga tidak ada akomodasi apapun di kawasan air terjun Sibolangit. Bahkan tidak ada pedagang yang berjualan di sini, jadi sebaiknya para pengunjung membawa makanan dan minuman sendiri, sebagai bekal selama perjalanan menyusuri hutan dan saat beristirahat setelah tiba di tujuan. Di lokasi juga tidak ada gazebo atau semacamnya untuk beristirahat, benar-benar alami. Untuk Anda yang masih ingin menikmati objek wisata secara maksimal, dapat berkemah di sekitarnya. Menjaga kebersihan serta keasrian alam sekitar juga harus dilakukan, jangan sampai merusak atau
mengotori objek wisata alam yang masih asli ini

Perjalanan selama di dalam hutan yang penuh tantangan dan indahnya air terjun dua warna Sibolangit pastinya akan menjadi pengalaman liburan yang sangat berkesan dan tidak akan terlupakan. Namun, tampaknya hal itu akan hilang dari rangkaian tujuan wisata alam di Sumatera Utara. Alasannya adalah bencana banjir dan longsor yang terjadi, dan memberikan dampak sangat berat juga terhadap objek wisata alam yang juga lokasi pemandian alam ini. Bencana tersebut terjadi pada Mei 2016 dan menyebabkan korban sebanyak 19 orang meninggal dunia. Korban terseret arus deras hingga sejauh 10 kilometer saat banjir bandang terjadi, dimana banjir bandang tersebut telah menghancurkan kawasan wisata yang menjadi favorit di daerah Sibolangit.