Wisata Pantai Selat Baru Riau

Wisata Pantai Selat Baru Riau

Wisata Pantai Selat Baru Riau – Pantai Selat Baru merupakan salah satu pantai terbaik yang ada di Kabupaten Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Lokasi Pantai Selat Baru berada di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Pantai Selat Baru adalah Pantai paling indah kedua setelah Pantai Rupat pada Bengkalis Utara. Nama Selat Baru Sendiri diambil dari sebuah Desa dimana Pantai itu berada, yakni Desa Selat Baru yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pantai ini salah satu wisata andalan Kabupaten Bengkalis. Kawasan Pantai Selat Baru memiliki Pantai yang landai dan berpasir halus sepanjang 2 Km dengan jarak 200 Meter dari bibir Pantai. Pantai ini memiliki gelombang yang stabil, tidak lebih dari 1 Km kecuali ada musim angin utara. dengan bantuan pemerintah kabupaten, Pantai Selat Baru telah menjadi sebuah Objek Wisata andalan yang pernah ada pada Provinsi Riau.

Sejarah Pantai Selat Baru

Dahulu banyak orang yang bertanya kenapa nama Pantai ini Selat Baru, apakah karna berdekatan dengan Selat Malaka, atau nama tersebut hanya populer dari mulut ke mulut hingga generasi sekarang. banyak yang tidak mengetahui dulu nama Pantai ini di kenal dengan nama Silo Baru (Batu Bara). Menurut orang Tua dan Tokoh masyarakat di daerah ini nama Selat Baru di populerkan oleh seorang Sersan Kompeni Tuan Controleur yang datang ke Selat Baru saat itu, mereka sedang memperkuat dan menambah kekuasaannya di daerah Bengkalis dialah yang pertama menyebut daerah ini dengan nama Selat Baru. hal itu terjadi sekitar tahun 1927 M.

Baca Juga :

awal penamaan Pantai Silo Baru ini sebelum menjadi Selat Baru, itu terjadi karna di pengaruhi oleh suku jawa yang membuka hutan di daerah ini dan memenukan sebuah Batu yang terdapat pada tengah hutan di daerah tersebut. itulah awal mula kenapa pertama kali dinamakan Silo Baru. Batu tersebut telah berumur ratusan tahun. terdapat 3 batu besar dan kecil. konon katanya dulu batu itu hanya terdapat 2 buah batu. namun, tangan-tangan jahil mencoba untuk memecahkan batu tersebut dan dibawa pulang tetapi, batu tersebut kembali ketempat asalnya. di sekitar daerah ini telah di tempati suku asli yang berkerja sebagai nelayan yang di ketuai oleh ketua suku yang bernama tali, namun mereka bukan menetap tapi selalu berpindah-pindah untuk mencari ikan. Penemuan batu itu sangat mengagetkan ketua kelompok dan anak buahnya yang dikala itu di ketuai oleh Mbah Abdul Rojak. di daerah batu tersebut dikisahkan di tumbuhi pohon kandis, jambe, rambai, manggis dan beberapa buah pohon langka lainnya yang selama ini tidak di daerah lain di sekitar hutan tersebut. Konon Batu itu terdapat di bawah pohon kandis yang dihuni oleh lebah Gung atau Lebah Hitam dan besar. ada juga air yang mengalir menyerupai pancuran hingga suara air tersebut kedengaran dari puluhan meter. arah air mengalir tidak dapat terlihat, karna air tersebut masuk ke semacam lubang sumur yang mungkin mengalir dari bawah tanah menuju ke sungai. pernah juga di kabarkan di dekat batu tersebut ada 2 buah patung kuningan suami istri namun sampai sekarang hal itu belum ada kepastiannya. waktu itu tempat batu tersebut sangat angker jika ada yang mendekat ke arah batu tersebut lebah-lebah pun akan menyerang. tetapi Mbah Abdul Rozak akhirnya membuat ruwatan dengan di adakan pementasan wayang semalam suntuk untuk meminta izin ke penunggu tempat tersebut untuk jangan mengganggu robongan mereka.

Di wilayah pantai ini setiap tahunnya diadakan acara seperti lomba perahu Jong, Gasing dan layang-layang. pengunjung juga dapat menonton beberapa kesenian tradisional dan atraksi budaya daerah setempat. dari pantai ini pengunjung atau wisatawan dapat menyaksikan bias biru Gunung Ledeng dari negara tetangga, Malaysia. sambil menikmati angin laut dan riak gelombang dari selat malaka. ada pula kehadiran elang laut yang memangsa ikan di laut menjadi pemandangan menarik lainnya bagi para pengunjung ataupun wisatawan.

Akses Lokasi Pantai Selat Baru

Jika anda ingin menikmati wisata Pantai Selat Baru dari pekanbaru anda dapat menaiki kapal fery. setelah anda mencapai pelabuhan Bengkalis anda dapat melanjutkan dengan menaiki kendaraan umum atau bus untuk sampai ke lokasi pantai. jika anda yang berada dari luar kota dan menggunakan pesawat anda harus ke kota Pekanbaru dulu.

Wisata Ke Danau Maninjau

Wisata Ke Danau Maninjau

Wisata Ke Danau Maninjau – Danau Maninjau adalah salah satu obyek wisata yang sangat terkenal di Sumatera Barat. Danau Maninjau sebenarnya terletak tidak jauh dari Kota Wisata Bukit Tinggi dengan waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 30 menit saja dari Bukit Tinggi. Selain melewati jalan berkelok yang dinamakan Kelok 44, karena terdapat 44 tikungan, di Danau Maninjau juga terkenal dengan Puncak Lawang.

Asal Sejarah Danau Maninjau

Danau Maninjau yang terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat terbentuk dari bekas letusan gunung berapi jaman purba bernama Sitinjau. Danau ini mempunyai panjang sekitar 17 kilometer dan lebar sekitar 8 kilometer. Pemandangan Bukit-bukit yang berbentuk seperti tembok raksasa yang membatasi danau ini pada satu sisi dan hamparan sawah pada sisi lainnya membuat Danau Maninjau menjadi obyek wisata yang sangat indah dan tepat untuk tempat beristirahat.

Cara Menuju Ke Danau Maninjau

Untuk menuju ke Danau Maninjau bila Anda mendarat di Bandara Internasional Minangkabau Kota Padang, maka langkah berikutnya adalah menuju ke kota Bukit Tinggi. Bila Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, banyak angkutan umum berupa bus dengan rute Kota Padang ke Bukit Tinggi, silahkan Anda menaiki angkutan bus tersebut, waktu tempuh normal Kota Padang ke Bukit Tinggi sekitar 2-3 jam, namun pada masa liburan bisa lebih dari itu. Dari Kota Bukit Tinggi untuk menuju Danau Maninjau bisa naik bus Harmoni dan Harmonis dari Terminal Bus Bukit Tinggi, waktu tempuh Bukit Tinggi ke Danau Maninjau adalah sekitar 1,5 jam perjalanan.

Baca Juga :

Kelok 44 Danau Maninjau

Pada saat perjalanan dari Bukit Tinggi menuju Danau Maninjau Anda akan melewati jalanan menurun dan berliku-liku, masyarakat lokal disana menamakannya Kelok Ampek Puluh Ampek atau tikungan 44 (Empat Puluh Empat). Hal ini mengacu kepada jumlah tikungan atau kelokan yang berjumlah 44. Kelok 44 sendiri mempunyai panjang sekitar delapan kilometer mulai dari kelokan ke-1 hingga ke-44. Karena jalannya yang berkelok-kelok tersebut maka jalanan kelok 44 ini memang sangat rawan kecelakaan, karena itu disarankan untuk Anda yang membawa kendaraan agar lebih berhati-hati terutama ketika musim hujan dan malam hari. Kelok 44 ini juga memang menjadi salah satu tujuan wisata utama bagi wisatawan terutama yang ingin menikmati Danau Maninjau dari ketinggian. Di sekitar pinggir jalan Kelok 44 memang banyak terdapat rest area lokal untuk wisatawan berhenti dan menikmati indahnya Danau Maninjau dari ketinggian.

Puncak Lawang Danau Maninjau

Selain kelok 44, salah satu obyek wisata lainnya yang ada di sekitar Danau Maninjau adalah Puncak Lawang. Ini adalah semacam bukit tertinggi dari bukit-bukit yang ada di sekitar Danau Maninjau. Puncak Lawang terletak persis sebelum Anda menuruni kelok 44 atau sebelum kelokan ke-1. Akan ada petunjuk arahnya ketika Anda datang dari Bukit Tinggi. Dari Puncak Lawang Anda dapat menikmati seluruh keindahan Danau Maninjau secara sempurna. Puncak Lawang juga sangat terkenal sebagai tempat olahraga udara Paralayang.

Hotel dan Penginapan di Danau Maninjau

Terdapat banyak penginapan dari berbagai tingkatan harga mulai Rp. 200rb sampai dengan Rp. 500rb di area menuju dan sepanjang pesisir Danau Maninjau yang beberapa diantaranya bisa Anda booking secara online. Beberapa hotel yang terkenal antara lain :

  • Hotel Maninjau Indah
  • Hotel Pasir Panjang Permai
  • Nuansa Manunjau Resort
  • Penginapan-penginapan kelas menengah

Demikian info untuk Anda yang akan berwisata ke Danau Maninjau, semoga informasi ini berguna Bagi Anda.

Wisata Pemandangan Bukit Gundaling

Wisata Pemandangan Bukit Gundaling

Wisata Pemandangan Bukit Gundaling – Hampir di setiap sudut wilayah Indonesia memiliki sbobet sbobet sbobet potensi wisata yang luar biasa, tak terkecuali Sumatera Utara. Di sana, kita bisa menemukan begitu banyak lokasi wisata, baik itu wisata pantai, air terjun, maupun wisata alam lainnya. Dan dari sekian banyak tempat wisata alam tersebut, salah satunya yang sangat sayang untuk di lewatkan adalah Bukit Gundaling.

Lokasi Bukit Gundaling

Bukit Gundaling termasuk ke dalam salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi wisatawan yang ingin memanjakan penglihatannya dengan pesona pemandangan alam yang masih asri. Bukit Gundaling ini terletak di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan berjarak kurang lebih sejauh 3 km dari pusat kota Berastagi. Sedangkan jika diukur dari Kota Medan, jaraknya kira-kira sejauh 66 km.

Baca Juga :

Fasilitas yang Ada di Bukit Gundaling

Sebagai salah satu objek wisata yang memiliki banyak penggemar, Bukit Gundaling dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya. Berbagai fasilitas tersebut antara lain:

Jalan setapak yang bisa digunakan untuk jogging oleh pengunjung
Taman yang juga dilengkapi dengan tempat duduk indah yang bisa dijadikan tempat bersantai oleh pengunjung
Warung yang menyajikan aneka makanan yang bisa dijadikan sebagai alternatif oleh pengunjung yang tidak membawa bekal
Warung cenderamata sehingga pengunjung tidak perlu jauh-jauh jika ingin membeli cenderamata untuk kenang-kenangan
Penginapan di sekitar bukit untuk pengunjung yang hendak menginap dengan harga yang terjangkau
Kios buah yang menjual aneka buah-buahan
Kios tanaman hias yang juga menjual aneka tanaman hias

Keistimewaan Bukit Gundaling

Sebagaimana tempat wisata yang lainnya, Anda akan dikenai biaya retribusi yang harus Anda bayar di loket yang tepat berada di pintu masuk menuju Bukit Gundaling. Jangan galau dulu, karena retribusi masuk Bukit Gundaling ini sangat murah. Baru setelah itu, Anda bisa melanjutkan perjalanan Anda menyusuri jalanan Bukit Gundaling yang dibingkai oleh aneka tanaman.

Bukit Gundaling adalah destinasi wisata keluarga yang banyak ditumbuhi oleh pohon pinus dan berada di ketinggian 1.575 mdpl, sehingga tidak mengherankan begitu Anda sampai di puncak, Anda akan mendapatkan udara segar sebagai ganti perjalanan yang mungkin Anda rasa melelahkan.

Bukan hanya udara segar saja yang akan Anda dapatkan, Anda juga bisa menikmati keindahan Kota Berastagi serta deretan bukit-bukit yang masih dilengkapi dengan pemandangan 2 gunung berapi yang masih aktif yang mengapit Kota Berastagi, yakni Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Dan sekali lagi, pemandangan apik ini akan Anda dapatkan hanya jika Anda sudah berada di puncak Bukit Gundaling.

Puncak Bukit Gundaling ini juga masih dilengkapi dengan berbagai bunga-bunga yang tampak cantik serta patung manusia yang menggunakan pakaian adat khas dari Suku Batak Karo, dan jika Anda membawa anak-anak turut serta, puncak bukit ini bisa menjadi taman beramain yang cocok untuk mereka.

Tetapi jangan lupa, untuk terus memantau anak-anak tersebut, karena bagaimanapun Bukit Gundaling merupakan dataran tinggi, dan karena angin di Bukit Gundaling juga cukup keras, sangat disarankan untuk membawa jaket bagi Anda yang tidak kuat dengan hawa dingin.

Ingin menginap sambil menanti sunset, pemandangan indah di malam hari ataupun sunrise di puncak Bukit Berastagi? Bisa kok. Anda hanya perlu mendatangi penginapan yang ada di sekitar bukit. Komplit bukan?

Berbagai Aktifitas yang Bisa Dilakukan di Bukit Gundaling Berastagi
Selain menikmati pemandangan indah dari puncak Bukit Gundaling, ada beberapa aktifitas lain yang bisa Anda lakukan selama Anda berada di Bukit Gundaling , antara lain:

  • Mengitari Bukit Gundaling dengan berjalan kaki
  • Mengitari Bukit Gundaling dengan menggunakan dokar atau delman yang disewakan oleh penduduk setempat dengan biaya yang terjangkau
  • Mengitari Bukit Gundaling dengan menunggang kuda yang pasti akan tetap dituntun oleh pemiliknya
  • Menikmati sunrise ataupun sunset dari puncak bukit
  • Menikmati pemandangan Kota Berastagi dari puncak Bukit Berastagi saat malam hari
  • Jogging ataupun jalan-jalan dengan menyusuri jalan setapak yang ada di Bukit Gundaling
  • Menyewa tenda atau tikar selama mungkin atau sesuai kebutuhan seharga Rp 50.000,- untuk tikar yang berukuran sedang dan Rp 75.000,- untuk tikar yang berukuran besar (informasi tahun 2015)

Cara Menuju Bukit Gundaling

Untuk menuju ke Bukit Gundaling, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan kendaraan umum. Tetapi yang sangat disarankan, sebaiknya Anda membawa kendaraan pribadi saja karena kendaraan umum terkadang tidak mau mengantarkan penumpang hingga puncak. Tetapi jika terpaksa, karena anda tak mempunyai kendaraan pribadi, maka anda bisa menyewa angkutan umum dari Berastagi.

Nah, itulah di atas sedikit ulasan mengenai Bukit Gundaling dan segala pesona keindahannya, serta info lainnya seputar tempat wisata tersebut. Semoga bisa menjadi referensi buat anda yang sedang mencari tempat liburan asyik di Sumatera Utara.

Wisata Ke Rumah Tjong A Fie Medan

Wisata Ke Rumah Tjong A Fie Medan

Wisata Ke Rumah Tjong A Fie Medan – Pesona Indonesia bukan hanya berasal dari pesona alamnya saja, namun kearifan lokal dan sejarah menjadi elemn penting lain yang turut memberikan warna dan keeksotikannya.

Oleh karena itu, sangat rugi rasanya jika anda melewatkan semua kenangan sejarah serta cerita masa lalu yang membentuk pribadi bangsa Indonesia yang agung dan luhur. Berdasarkan hal tersebut, maka tak ada salahnya jika sesekali kita melakukan perjalanan dan wisata dengan maksud menelusuri kenangan serta jejak masa lalau yang pernah hidup dan mengukir sejarah pada masanya masing masing.

Jika berbicara mengenai sejarah dan wisata, maka banyak sekali yang bisa kunjungi, namun jika anda berniat pergi ke Medang maka satu tempat yang namanya asing ini sepertinya harus masuk dalam daftar kunjungan anda. Tjong A Fie Mansion begitulah tempat ini berjuluk. Tjong A Fie Mansion merupakan sebuah rumah besar peninggalan seorang saudagar kaya keturunan etnis Tionghoa bernama Tjong A fie. Tempat ini menjadi begitu memiliki makna dan sejarah besar, berkat peranan dan posisi sosial Tjong A Fie yang begitu besar pada masa lalu.

Tjong A Fie pada masanya merupakan seorang pengusaha, bankir , dan kapitan yang sangat sukses dan terkenal. Ia lahir di Guangdong, Tiongkok sebelumnya ia akhirnya pergi hijrah ke Hindia Belanda dan membangun usahanya di Medan, Sumatera. Berkat posisinya saat itu ia memiliki koneksi dekat dengan orang-orang besar, baik dari pemerintahan kerajaan , hingga pemerintah-pemerintah kolonial belanda pada saat itu. Tjong A Fie juga kemudian diangkat sebagai pemimpin etnis Tionghoa di Indonesia kala itu menggantikan sang kakak Tjong Yang Hian.

Kesuksesan yang didapatkannya memang merupakan buah dari sikap dan sifatnya yang pandai bergaul dengan semua kalangan dari berbagai macam etnis, dan berkat kepandaiannya dalam dunia dagang. Ia juga tidak segan bekerja pada toko temannya sewaktu pertama kali datang ke Medan menyusul sang kakak yang sudah terlebih dahulu merantau.

Dengan kekayaan dan posisinya yang sangat bagus Tjong A Fie dikenal juga sebagai orang yang dermawan. Berbagai pembangunan di Kota Medan atau yang dulu bernama Deli ini tak lepas dari campur tangannya. Sebut saja beberapa tempat ibadah semacam Masjid Raya Al-Mashum, Gereja Uskup, Kuil Budha, Kuil Hindu, hingga bank dan berbagai macam layanan transportasi pembangunannya tak lepas dari bantuan Tjong A Fie. Bahkan menjelang ajalnya ia mewasiatkan untuk memberikan seluruh kekayaanya kepada yayasan Toen Moek Tong untuk membantu berbagai bidang kehidupan seperti pendididkan kepada anak rajin dan berbakat, juga santunan bencana dan cacat tanpa pernah samasekali memandang ras atau etnis.

Kini rumah Tjong AFIe dikelola oleh keturunannya dan menjadi musium yang terbuka bagi siapa saja yang hendak berkunjung dan melihat sejarah dari Tjong A Fie beserta keluarganya. Rumah besar yang didirikan Tjong A Fie pada tahun 1900 itu dibangun dengan desain yang sangat bagus dan unik, dengan perpaduan gaya Tiongkok yang sangat kental dengan kultur Eropa dan Melayu membuat rumah tersebut terlihat sangat berbeda dan menonjol dibanding yang lain. Di buka pertama kali pada saat peringatan ulang tahun Tjong A fie yang ke 150 tahun, rumah bersejarah ini kini ditetapkan sebagai salahsatu bangunan bersejarah dan merupakan cagar budaya oleh pemerintah Medan.

Terletak tidak jauh dari restoran yang sangat terkenal dan merupakan restoran tua dan bersejarah di kota Medan, yakni restoran Tiptop, untuk memasuki rumah Tjong A Fie anda hanya perlu membayar 35 ribu sebagai tiket masuk, dengan fasilitas guide yang akan memberikan penerangan kepada anda

Kemegahan Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion ini sebenarnya merupakan rumah tinggal yang kemudian dibuka untuk umum. Ketika berkunjung ke dalam rumah ini anda akan mendapati banyak sekali ruangan, dengan berbagai peninggalan dari Tjong A Fie. Pertama kali berkunjung anda akan melewati sebuah gapura besar dan masuk ke dalam halamannya yang cukup luas, sangat mirip dengan rumah-rumah yang mungkin pernah anda lihat id dalam serial-serial film China lama.

Masuk ke dalam ruangan pertama yakni ruangan tamu, suguhan berupa kursi-kursi tempo dulu, foto-foto Tjong A Fie dan keluarga serta berbagai pernak-pernik lainnya, sperti vas bunga, lemari hingga keramik-keramik lengkap terpajang.
Rungan selanjunya merupakan ruangan makan, di mana anda akan mendapati sebuah meja makan yang cukup besar dengan perabotan makan tersusun rapih di atasnya.

Jika anda masuk ke dalam ruang tidur Tjong A Fie, maka berbagai benda antik dan kuno peninggalan sang taipan akan anda temukan. Kamar tidur ini menyimpan berbagai kenangan dari sang pemilik.

Anda juga bisa menemukan sebuah ruangan yang dipakai oleh Tjong A Fie untuk beribadah. Semua peralatan seperti persembahan, hio, dan pernak-pernik lainnya dapat ditemukan di sini, lengkap dengan berbagai benda antik lainnya juga.

Selain itu banyak sekali ruangan lain disini, sebab luasnya saja mencapi 8000 meter persegi. Di mana selain benda-benda antik, di bagian belakang rumah juga anda masih bisa menemui keturunan-keturunan dari Tjong A Fie.

Semua yang ada di dalam rumah ini bisa anda nikmati bagaimana romantisme kejayaan sang taipan semasa ia hidup. Bagi anda yang sangat mencintai sejarah dan tertarik dengan beragam benda antik dan kuno, rumah ini menyediakan dan mengakomodasi keinginan dan kesenangan anda tersebut.

Lokasi Tjong A Fie Mansion

Rumah Tjong A Fie atau Tjong A Fie Mansion ini terletak di Jl. Jendral Ahmad Yani, Medan Sumatera Utara. Jika anda pernah mendengar nama restoran Tiptop, maka rumah besar ini berada tidak jauh dari tempat tersebut, dan berada id seberangnya. Rumah ini juga terletak tidak jauh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan.

Baca Juga :

Penginapan Di Sekitar Tjong A Fie Mansion

Untuk maslah akomodasi spertinya bukan masalah yang sulit, sebab letak Tjong A Fie Mansion ini berada di tengah kota Medang. Oleh karena itu ketersediaan hotel berbagai kelas dan fasilitas bisa anda dapatkan. Beberapa nama seperti Kesawan Hotel, Royal Suit Condotel dan Hermes Palace Hotel Medan menjadi beberapa nama yang bisa kemu reservasi.

Tips Berwisata

Bagi anda yang hendak berkunjung ke rumah Tjong A fie bisa memperhatikan beberpa tips kecil berikut ini.

  • Bagi anda yang ingin mengunjungi rumah besar ini waktu kunjungan mulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Pastikan jam kunjungan anda sesuai.
  • Sebagai rumah yang sangat luas dan besr juga tua, kebersihan debu kadang menjadi maslah yang cukup sulit, terlebih, kini lokasinya tidak ditinggali, oleh karena itu bagi yang alergi debu sebaiknya persiapkan masker, berjaga-jaga jika sewaktu-waktu anda menemukan banyak sekali debu.
  • Hormati segala bentuk peringatan, sehingga kelestarian dan keutuhan barang-barang antik di sana tetap terjaga.
Wisata Lompat Batu Di Nias

Wisata Lompat Batu Di Nias

Wisata Lompat Batu Di Nias – Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melompati batu ini terutama saat mendarat. Apabila peserta mendarat dalam posisi yang salah maka akan sangat beresiko tinggi seperti cidera otot bahkan patah tulang. Tentunya untuk mengikuti Tradisi Lompat Batu ini tidak boleh orang sembarangan. Walaupun difungsikan untuk menentukan kedewasaan pemuda, namun mereka sudah terlatih semenjak kecil, sehingga sudah terbiasa dan tahu tekniknya.

Nilai-Nilai Dalam Tradisi Lompat Batu

Tradisi Lompat Batu ini tidak hanya sekedar permainan maupun upacara biasa, namun juga memiliki nilai-nilai khusus yang ada didalamnya, terutama nilai kehidupan, nilai budaya, nilai kebersamaan.

– Nilai Kehidupan

Bagi masyarakat di sana, Tradisi Lompat Batu ini dijadikan sebagai media untuk menentukan kedewasaan seseorang, khususnya kaum laki-laki. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan untuk membentuk karakter pemuda yang kuat dan tangkas dalam menjalani kehidupan.

– Nilai Budaya

Sebagai salah satu warisan budaya, tradisi ini masih terus dilestarikan hingga sekarang. Selain sebagai bentuk ritual maupun upacara adat, tradisi ini juga dilakukan sebagai wujud apresiasi mereka terhadap budaya yang diwariskan oleh leluhur atau nenek moyang mereka.

– Nilai Kebersamaan

Kebersamaan terlihat dari antusias masyarakat untuk menyaksikannya. Tradisi ini seakan menjadi suatu media dimana masyarakat bisa saling berkumpul dan mendukung peserta yang mengikutinya. Selain itu, tradisi ini juga menjadi media bagi para peserta untuk berjuang bersama dan menampilkan kehebatan mereka.

Perkembangan Tradisi Lompat Batu

Dalam perkembangannya, Tradisi Lompat Batu masih terus dilestarikan hingga sekarang. Bahkan kini Tradisi Lompat Batu ini menjadi salah satu symbol budaya masyarakat Nias. Tradisi ini masih sering dilakukan oleh beberapa kampung di Nias. Selain sebagai upacara atau ritual adat, Tradisi Lompat Batu ini juga menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang sedang berkunjung ke sana.Tradisi Lompat Batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu ini merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Nias. Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga bisa menjadi pertunjukan yang menarik, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana.

Sejarah Tradisi Lompat Batu

Tradisi Lompat Batu ini sudah dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Konon pada saat itu, setiap kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kekuatan khusus untuk melompati benteng tersebut. Mereka kemudian membuat tumpukan batu yang digunakan untuk melatih fisik mereka, terutama ketangkasan dalam melompat.

Baca Juga :

Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan oleh masyarakat di sana hingga menjadi suatu tradisi. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi ritual atau media bagi para pemuda untuk menunjukan bahwa dia sudah dewasa. Namun perlu diketahui, bahwa tradisi ini tidak dilakukan semua masyarakat Nias, dan hanya dilakukan oleh kampung-kampung tertentu saja. Walaupun begitu, karena keunikannya Tradisi Lompat Batu ini mulai dikenal masyarakat luas dan menjadi symbol budaya bagi masyarakat Nias.

Fungsi Dan Makna Tradisi Lompat Batu

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tradisi Lompat Batu ini difungsikan sebagai media para pemuda untuk menunjukan bahwa mereka sudah dewasa secara fisik. Selain itu tradisi ini juga bisa menjadi media untuk menguji ketangkasan dan kejantanan para pemuda. Bagi masyarakat di sana, tradisi ini dimaknai sebagai proses pendewasaan para lelaki untuk membentuk karakter yang kuat dan tangkas dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, apabila seorang pemuda bisa melakukannya secara sempurna, maka akan menjadi suatu kebanggaan bagi dia dan keluarganya. Karena tidak semua pemuda bisa melakukan hal tersebut secara langsung dan harus membutuhkan latihan yang keras dan waktu yang cukup lama untuk melakukannya. Selain itu, untuk melakukan lompat batu ini sangat beresiko tinggi, sehingga tidak jarang mereka yang berhasil akan merayakannya dengan syukuran adat.

Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Tradisi Lompat Batu

Pelaksanaan tradisi lopat batu ini biasanya diadakan pada waktu yang sudah ditentukan oleh masyarakat dan akan diikuti oleh pemuda yang sudah beranjak dewasa. Untuk tempat pelaksanaan Tradisi Lompat Batu ini dilakukan di tempat khusus, biasanya setiap kampung yang sering melakukan tradisi ini memiliki tempat tersendiri yang digunakan secara turun temurun. Tempat tersebut ditandai dengan batu setinggi 2 meter dan ketebalan 40cm yang nantinya digunakan untuk dilompati para peserta.

Pelaksanaan Tradisi Lompat Batu

Saat pelaksanaan Tradisi Lompat Batu, biasanya akan disaksikan oleh para warga kampung. Kemudian para peserta bersiap dengan menggunakan baju pejuang Nias menunggu gilirannya. Saat sudah gilirannya, peserta akan mengambil ancang-ancang yang tidak terlalu jauh. Kemudian berlari kencang dan menginjakkan kaki pada sebongkah batu sebagai tumpuannya. Lalu dia melompat ke udara dan melewati batu besar setinggi 2 meter tersebut. Saat melompat, peserta tidak boleh sampai menyentuh batu besar tersebut, apabila menyentuh maka dia belum berhasil.

1 2 3 4